PIJ <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Hal sdh pernah ditanyakan mungkin setahun yg lalu di milist ini atau di
milist yg lain. Bagi seorang buddhist, harus disadari bahwa di luar diri
kita segala sesuatu adalah bersifat netral, termasuk rupang buddha. lagipula
kalau di taruh di tempat tersebut, para pengujung yg buddhist seketika
melihat rupang buddha dapat teringat dan merenungkan sifat2 luhur sang
buddha dan selanjutnya mengingat pancasila yg dibaca setiap hari minggu di
vihara, kemudian mengingat dhamma sang buddha untuk menghindari berkeliaran
di tempat umum pada saat tengah malam, tentu saja rupang buddha tersebut
sangat berguna.
terlepas dari keyakinan org lain di mana tetap harus kita hormati, bagi umat
buddhist cukup ingat pepatah zen: "jari yg menunjuk bulan". jari hanya
sekedar menunjukkan bulan bukan bulan itu sendiri, menggangap
rupang/karikatur buddha
sebagai pelecehan terhadap buddha adalah sama konyolnya dengan menganggap
jari adalah bulan. itu sebabnya umat buddhis daripada terpengaruh secara
negatif dengan
karikatur atau rupang buddhis lebih baik memberikan pengertian kepada org
lain mengenai hakikat ajaran buddha yg sesungguhnya.dengan demikian ajaran
buddha bisa lebih dikenal oleh org banyak.
----- Original Message -----
From: "Gunawan Muliawan" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, February 28, 2006 9:42 AM
Subject: Re: [Dharmajala] Digest Number 458
> Sekuntum teratai untuk semua
>
> Mau sharing sedikit neh... Kita belakangan sering
> mendengar atau melihat baik di koran, majalah dan
> televisi tentang masalah kartun Nabi Muhammad yang
> mengguncangkan dunia dan reaksinya di berbagai negara.
> Tapi tahukah rekan2 se-Dhamma bahwa di Indonesia
> tepatnya di Jakarta juga ada bentuk2 pelecehan
> terhadap agama Budha. Salah satunya di bar & longue
> yang cukup terkenal di Jakarta (yang katanya banyak
> artisnya hehe...) ada Budha rupang (rupang Budha
> Sakyamuni) baik yang versi berdiri dan versi kepala
> saja sebagai pajangan di sana. Pas di pajang di tempat
> bar yang tiap malamnya banyak orang minum sampe mabuk,
> merokok, dan melakukan hal2 lainnya. Selain itu juga
> sering saya lihat Maitreya Rupang di restoran2, hotel
> dll. Ada juga gelas untuk minum yang bentuknya
> Maitreya hehehe... Belum lagi mungkin di tempat2 yang
> lain lagi. Bagaimana pendapat saudara2 se Dhamma
> tentang hal ini. Mohon pendapatnya dan sharing nya.
>
> Mettacittena
> GM
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
| Religion and spirituality | Spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
