Jangankan baru gambar-gambar di kalender, poster atau rupang.  Buddha
sendiri pun bila dalam penziarahan rohani saya kelak bisa berjumpa
dengan beliau akan langsung saya bunuh dia!!

Maitricitra,



Erik

------------------------------------------------------------------------\
-----------------------------------------------

  In [email protected], henry gunawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Dear all..
  Semua calon Buddha
  Saya sependapat dengan bro PIJ (entah apa kepanjangannya..??)
  Memang kita sering kali terjebak akan simbol2..
  Dan terlalu mengkramatkan simbol2 itu..

Coba kita lihat..
  Banyak sekali kertas2 bekas selebaran, kalender, poster, dll. yang
semestinya masih bisa dipakai atau didaur ulang, mesti dibakar, karena
mengandung unsur gambar atau simbol2 buddhist (walau mungkin hanya kecil
sekali).
  Bisa anda bayangkan berapa banyak pemborosan, hanya karena kita terlalu
mengkramatkan simbol2 tersebut. Dan ini jumlahnya sangat2 banyak.

Celakanya pada saat pembuatan poster, majalah, kalender, selebaran,
dll.. mereka sengaja menambahkan simbol2 itu. Biar tampak identitas
Buddhistnya.
  Kan jadi repot..

Sangat jauh berbeda dengan sebuah cerita Zen, yang bahkan menurut cerita
itu Buddharupang sekalipun boleh saja dipotong dan dibakar untuk
menghangatkan tubuh sesorang yang memang membutuhkan.  (kurang lebih
begitu ceritanya, kalo gak salah)

> sarwa mangalam,
> henry






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke