Teman-teman seDharma, mungkin sudah banyak yang mendapat email tentang Bro Hendy Sun, sahabat kita di Yogya yang sedang sakit. Saya mencoba merangkai beberapa email yang saya terima dari Bro Jimmy dan saya sendiri juga melakukan konfirmasi dengan Helen Wiguna lewat telepon, yang baru saja saya lakukan hari ini, 7 Maret 2006.
Bro Jimmy dan Bhante Vim menyempatkan untuk mengunjungi Hendy Sun pada tanggal 6 Maret 2006, ketika mereka berada di Yogya. Kejadian ini telah kami verifikasi dan bukanlah sebuah kabar angin.
Menurut Bro Jimmy, kondisinya mengenaskan, leher di-gips, punggung bernanah dan akhirnya dokter memindahkan dia ke ranjang bergelombang agar punggungnya dapat bernapas. Menurut Helen, kecil
kemungkinan Sun dapat sembuh, vonis dokter pada saat ini adalah cacat tetap total.
Bagi seluruh member milis yang ingin menyumbangkan dana dalam bentuk uang dapat langsung ditransfer ke :melalui rekening DKD di: BCA Kartini, Jakarta
No rekening: 697-009-1112, Atas Nama: Ridawaty.
As per discussion dengan Helen, Rekening DKD akan menjadi rekening penampung, untuk kemudian disalurkan kepada Sun, melalui Helen.Bila transfer melalui ATM, di kolom berita, tolong di tulis: Untuk SUN.
----------------------------------------------------------
Kronologisnya adalah sebagai berikut:
Pada
tgl. 10 Feb 2006 kira2 jam 10 pagi, Sdr. Hendy Sun (yang akrab dipanggil Sun) mengunjungi "Grand Opening" pusat olah raga baru di kawasan Babarsari, berenang bersama teman lamanya dan meloncat dari pinggir kolam renang untuk berenang (bukan dari papan loncat yang tinggi, tapi dari pinggir kolam seperti halnya kita yang mau berenang).
Tidak ada yang menyangka bahwa hal tersebut bisa menyebabkan cacat tetap total karena Sun jatuh ke dalam kolam yang berisi air. Hal ini mengakibatkan tulang leher bagian belakang mengalami cedera serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Sun sempat menggapai minta tolong sebelum akhirnya hampir
tenggelam dan segera dilarikan ke rumah sakit. Hingga saat ini Sdr. Sun dirawat di RS. Panti Rapih.
Hasil rontgen pada saat itu memperlihatkan tulang leher no. 1 s/d 5 masih baik, tulang no. 6 mulai retak dan no. 7 retak hingga tergeser dan menjepit syaraf sehingga mengenai sumsum tulang (retak). Dokter memvonis bahwa Sdr. Hendy Sun lumpuh total. Menurut Dr. Spesialis, operasi ataupun tidak, resiko tetap ada. Kalaupun dioperasi hanya untuk menjaga stabilitas tulang saja dan tidak bisa mencegah kelumpuhan. Karena
kecelakaan di kolam renang, pada saat itu juga Sdr. Sun sempat menelan banyak air dan menyebabkan paru-paru kanan kemasukkan air, ada kemungkinan terjadi pendarahan. Hal lainnya, karena retaknya tulang-tulang yang lain, bisa juga menyebabkan gangguan syaraf dan mengganggu proses pernafasan.
Untuk biaya di ruang ICU sebesar Rp. 1,3 juta / malam (belum termasuk pengobatan dan biaya2 lain).
Sejarah singkat Sdr. Hendy Sun di Vidyasena :
* Asal : Pekanbaru, Kuliah di Teknik Industri Atmajaya angkatan '99 (sudah lulus). Di Vidyasena pernah menjabat :2 th sbg Kabid Rumah Tangga (2001-2003), 1 th sbg Pembina (2003-2004) bersama Sdr. Bodhi Limas dan Sdr. Sanjaya, 1 th sbg Staf Pemasaran BIdang Usaha (2004-2005) dan sekarang sudah memiliki usaha warung makanan di kompleks Pujasera "Anugerah Lembah Resto" di Jl. Babarsari.
Pada hari Minggu tgl 12 Feb 2006, kondisi badan sudah membaik, masker oksigen sdh diganti
dengan yg kecil, paru-paru sudah dibersihkan dari air dan sudah bisa bicara (walaupun dokter melarang utk bicara), tangan kanan bisa digerakkan tapi tangan kiri dan kedua kaki masih agak lumpuh, bernafas dgn menggunakan diafragma karena paru-parunya agak bermasalah dikarenakan masuk banyak air (demikian berita yang saya dengar sampai dengan hari ini).
Adapun mengenai biaya yang dibutuhkan sampai hari ini, berdasarkan info dari Helen per 7 Maret 2006, adl sbb
:
* Pengeluaran obat dan kamar : Rp. 44,000,000,-
* Belum termasuk biaya dokter karena biaya dokter baru bisa difinalised setelah Sun keluar dari rumah sakit. Untuk perkiraan biaya per dokter sekitar Rp 1 juta/dokter/hari dan Sun dirawat oleh 3 dokter.
Biaya untuk RS akan terus membengkak sampai Sdr.
Sun benar-benar sembuh. Dan saat ini sedang diupayakan menggalang dana melalui sosialisasi ke muda mudi Buddhis dan umat-umat vihara. Menurut dokter, perlu waktu berbulan-bulan untuk merawat Sdr. Sun. Semoga vonis dokter tidak 100 % benar dan semoga karma baik Sdr. Sun bisa membantu meringankan penderitaan nya.
Terima kasih atas kesempatan dan budi baik Bapak/Ibu/Sdr/Sdri sekalian yang telah membaca email ini.
Berikut ini adalah email dari Agus, teman Sun:
Agus Santoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya turut MEMOHON kelonggaran bros/sis/bapak/ibu/YM Bhante/Suhu, semuanya----mohon bantuannya buat sobat Hendy Sun (Asun).
Asun adalah seorang sobat yg amat-sangat-baik..., kami juga sering sit bareng. Sampai hari kemarin belum ada langkah-medis yg definitif untuk situasi Sun, hendak melangkah operasi pertama buat menstabilkan tulang lehernya---namun menunggu2 temperatur tubuh-nya yg belum kunjung stabil; dokternya bimbang...
Ke depan, kita tidak tahulah...Kedua orangtua Sun [ayahnya buka toko kelontong di Pakanbaru & nyambi sbg sinshe]: sudah 2 minggu tiap hari menunggu Sun di ruang ICU, RS Panti Rapih. Rekan2 Vidyasena dg setia/kompak sekali [salut!] semua bergilir mensupport menemani Sun & ortu-nya di ICU; beruntung attitude sobat2 ini sangat supportif & riang. Ruang ICU tsb menjadi markas-nya anak2.
Sun sendiri---luar biasaaa...---dia tetap bisa bergurau, malah bisa menghibur
sahabat2nya yg menjaganya.....---bicara hal2 lucu di masa lalu...dll...dll---kendati saat ini tubuhnya lumpuh-total.
Sun anak laki2 tunggal [+satu tacie], Ayah Sun sudah tua, menurutku sekitar 65an-seorang Chinese tradisional-tough-bahkan sekarng tiap hari malah sempat2nya melayani mijat refleksi anak2 Vidyasena yg piket jaga,---tiap ada yg loyo, kecapekan, beliau akan bilang: "kamu tidak boleh sakit, mari aku pijat.....".
Yahoo! Mail
Use Photomail to share photos without annoying attachments.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
| Religion and spirituality | Spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
