Pada tanggal 10 dan 11 Juni 2006 di Perth, Australia Barat, tepatnya di Perth Convention Exhibition Centre akan diadakan The 4th Global Conference on Buddhism dengan tema :

“Buddhism: Confronting the Controversies – to Create a Better World"

 

Topik-topik utama yang akan disampaikan adalah :
1. Buddhism’s Answer to Fundamentalism
2. The Future of Buddhism: Lay or Sangha
3. Does Buddhism Have a Role in Politics?
4. Women in Buddhism – how to make gender irrelevant?
5. The Bodhisattva Way or the Arahat Way – does it matter?
6. Jhana, Vipassana, Satori or Mahamudra – cutting through the confusion?
7. Is Euthanasia Ethical – will it help with issues of illness and aging?

 

Para pembicara mewakili tradisi-tradisi utama agama Buddha. Mereka adalah Ajahn Brahm, Bhiksu Heng Sure, Bhikkhu Prof. Dhammavihari, Ajahn Sujato, Lama Choedak, Bhikkhuni Dhammananda, Bhiksuni Yi Fa, Bhiksuni Karma Lekshe Tsomo, Bhiksuni Chi Kwang, Bhiksuni Hue Can, Her Royal Highness Princess Dechan Wangchuk, Vicki Mackenzie, Patrick Kearney, Philip Nitschke, dan Angie Monksfield.

 

Yang unik selain mayoritas pembicara adalah orang Barat, 8 dari 15 pembicara adalah wanita. Lima dari 8 pembicara wanita tersebut adalah bhiksuni. Tiga dari 5 bhiksuni tersebut berpendidikan S3.

 

Informasi lebih jauh : www.globalconferenceonbuddhism.org/

 

Eastern Horizon

Official Magazine of the 4th Global Conference on Buddhism

 

Telah terbit Eastern Horizon edisi Indonesia, bagi yang ingin berlangganan silakan hubungi :

Yayasan Penerbit Karaniya

Website: www.karaniya.com

Layanan Pembaca: [EMAIL PROTECTED]

021-5687929; SMS: 081 315 315 699

 

 



** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke