|
dengan demikian segala sesuatu bisa menjadi
meditasi. misalnya mengetik email, menonton film, mendengarkan musik, bermain
video game, mencuci baju, membaca buku harry potter yg ke enam. benar2
jalan pencerahan. terima kasih.
----- Original Message -----
Sent: Thursday, March 09, 2006 2:11
AM
Subject: Re: [Dharmajala] Re: Capai
pembebasan melalui Upacara, Ritual dan Doa ?
Terima kasih, begitulah yang saya maksudkan.
Kebanyakan orang berpikir meditasi itu identik duduk.
Orang2 non buddhis juga meditasi - tapi apakah lantas akan mencapai
pencerahan? Gimana kalo meditasinya keliru?
Bahkan jika meditasinya bener sekalipun, samma samadhi hanyalah satu dari
8 ruas.
Jika mencuci piring bisa menjadi "meditasi"; segala upacara, ritual, dan
doa juga bisa jadi "meditasi" kan? Jika demikian bukankah itu Jalan
Pencerahan?
salam dharma,
Harryson
julie_comic <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
Dear
Bro Haryyson, Sekuntum teratai untuk Anda, sekuntum teratai untuk Anda
seorang calon Buddha.
Hmmm....Meditasi
ditinggalkan...? Hehehe....Gimana yaah...Dulu ! aku berpikir meditasi itu
identik dengan duduk diam& dlm posisi bersila. Trus belakangan
saya baru tau ada juga meditasi jalan.
Trus bahwa ternyata lewat
meditasi kita diajak untuk lebih masuk ke dalam diri, mengenal semua
kebiasaan diri, termasuk emosi, reaksi, persepsi, dll.Yg lebih penting
adalah kita benar2 diajak untuk hidup di saat ini.(sadar)
Dan
ternyata kita bisa bermeditasi setiap saat.Yaitu kita mengawasi pikiran
kita, gejolak perasaan, kebiasaan yg muncul,gerak tubuh kita, suara
kita, mendengarkan orang lain saat mereka bicara......
Itu meditasi
non-formal..Benar, seperti yg Anda bilang, bahkan mencuci piring pun
bisa jadi faktor pencerahan. Itu juga meditasi kan....Kita memeditasikan
begitu banyak ketergantungan dalam semua aspek kehidupan. Pasti
ketika mencuci piring itu, dicuci dengan penuh kesadaran
kan....hehehehe.......
mohon koreksi jika ada yg
salah..... :) :)
! with
metta, Julie
--- In [email protected],
harryson huang <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > >
Demikian pula dengan meditasi, toh seiring dengan pengertian
seseorang > terhadap dhamma dan hukum karma, meditasi cepat atau
lambat pasti akan ditinggalkan!! >
> Mencapai kebebasan bukan karena duduk mengamati nafas
atau membaca mantra. Orang yang mengerti bisa mencapai kebuddhaan saat
mencuci piring sesudah makan, apalagi kalau melakukan ritual dan
doa!! Bukan begitu? > >
Persoalannya bukan meditasi versus ritual. Persoalannya ada di pikiran,
segala yang membantu pikiran ini menjadi tercerahkan adalah Jalan
Buddha!! Toh tujuan mantra adalah membantu pikiran mencapai samadhi.
Termasuk Nienfo dan ritual-ritual lain. >
> salam, > Harryson > !
> > > >
> PIJ <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > saudara chik
ik yg baik, > sy setuju dengan anda bahwa
tingkat batin setiap org adalah berbeda2. sy > tidak tahu pasti
apakah ritual dan doa adalah ajaran buddha langsung atau > tidak
walaupun sy cenderung mengatakan sang buddha tidak pernah mengajarkan
> ritual dan doa, namun yg pasti buddha tidak pernah melarang umatnya
> melaksanakan ritual dan doa, toh seiring dengan pengertian
seseorang > terhadap dhamma dan hukum karma, ritual dan doa cepat
atau lambat pasti akan > ditinggalkan. > > >
----- Original Message ----- > From: "ching ik/ djoni"
<[EMAIL PROTECTED]> > To:
<[email protected]> > Sent: Saturday, March 04, 2006
10:25 PM > Subject: [Dharmajala] Re: Capai pembebasan melalui Upacara,
R! itual dan Doa ? > > > > > > >
> Dalam Pembicaraan antara Yang Arya Maha Kassapa dan Hyang
Buddha > > mengenai doa dan mantra ini, mungkin ada yang menjadi
bertanya- > > bertanya bahwa jika doa tidak dapat membuat seseorang
terbebas dari > > Samsara, lalu mengapa ada ritual doa/mantra
dalam agama Buddha? > > Sesungguhnya ajaran Buddha tidaklah menolak
terhadap ritual doa dan > > mantra. Mengenai pembicaraan antara
Y.A Kassapa dan Hyang Buddha, > > yang perlu kita diperhatikan
adalah konteks pembicaraannya dan > > kepada siapa (orang dengan
tingkatan batin apa) Hyang Buddha > > membicarakannya. Ajaran
Buddha adalah ajaran yang bersifat tahapan. > > Pembicaraan
antara Y.A Kassapa dan Hyang Buddha ini boleh dikatakan >
> sebagai ajaran tahapan tinggi, sehingga tanpa perlu menjelaskan >
> secara panjang lebar, dengan mengetahui kemantapan batin Y.A >
> MahaKassapa maka Hyang Buddha to the point aja. Jadi harus tahu >
> bahwa ajaran itu diberikan kepada siapa , kepada orang jenis
apa. > > Adalah memang benar bahwa doa dan ritual tidaklah dapat
membebaskan > > orang dari Samsara dalam arti sesungguhnya.
Tetapi tidak berarti dia > > itu ditolak dalam ajaran Buddha.
Seperti halnya bahwa selama masih > > ada nafsu sex, kita tidak
akan dapat terbebas dari samsara, tetapi > > sang Buddha tidak
menolak/melarang adanya kehidupan sex bagi perumah > > tangga.
Tetapi saat membicarakan tentang jalan pembebasan, maka > > Hyang
Buddha akan katakan Tidak ada tempat untuk sex. Jadi > >
tergantung pada kepada siapa dan orang dengan tahapan batin apa > >
dalam menerima ajaran itu. Adanya berbagai doa ritual/
mantra > > agama Buddha, hal itu memang bukan untuk digunakan !
dengan alasan > > bahwa akan dapat membebaskan orang dari Samsara.
Namun ada sebagian > > orang telah menganggap bahwa doa atau
bahkan melafal nama Buddha > > adalah ritual yang telah melenceng
dari garis batas kerangka > > pelatihan yang benar dalam ajaran
Buddha. Sehingga mereka menjadi > > berpaling atau merasa tidak
nyaman dengan doa atau ritual melafal > > nama Buddha, karena
beranggapan bahwa ajaran Buddha adalah ajaran > > yang rasional.
Namun mereka tidak sadar bahwa rasionalitas mereka > > hanya dapat
menampung hal-hal yang sebatas keterbatasan mereka. Ini > >
tentu akan menghambat mereka untuk masuk ke pintu ajaran Buddha
yang > > lebih tinggi dan halus. > > Perlu dipahami
bahwa ritual doa/mantara dalam agama Buddha hanyalah > >
merupakan salah satu dari sekian banyak upaya > >
kausalya/sarana/alat/cara bijaksana yang digunakan oleh para > >
Bodhisattva/para Buddha/para Ariya di dalam membimbing semua
makhluk > > hidup. Ada makhluk hidup yang lebih cocok dibimbing
dengan sarana > > pengendalian sila yang ketat, maka para Buddha
akan menggunakan cara > > itu untuk membimbingnya dan saat
sampai pada tahapan yang > > tinggi/matang, sarana pengendalian
sila yang ketat tidak diperlukan > > lagi dalam arti bahwa
batin telah digodok menjadi matang, tanpa > > mengendalikan pun
akan terkendali secara alami. Ada makhluk hidupa > > yang lebih
cocok dibimbing dengan sarana meditasi intensif, maka > > para
Buddha akan menggunakan cara itu untuk membimbingnya dan saat > >
sampai pada tahapan yang matang, sarana meditasi intensif tidak > >
diperlukan lagi karena tanpa meditasipun batin telah terlatih
dalam > > tingkatan meditative. Demikian juga dengan doa,
ritual .Semua ini > > merupak! an sarana/upaya kausalya dari pada
Buddha. Kita belum sehebat > > Y.A MahaKassapa, jadi lebih baik
kita sering sering mengingat Buddha > > dan berlatih sambil
membaca mantra/nama Buddha agar kita dapat maju > > secara
bertahap hingga pada tingkatan seperti Y.A Maha Kassapa maka >
> baru dapat melepaskan itu semua. Setuju? Jika sanggup yang nggak
apa > > apa kok. > > > > Kira-kira
begitulah.., mohon koreksinya kalo salah.. hhihii > > > >
Cg ik > > > > > > > > >
> > > > > > > > > >
> > > > > > > ** Menyadari apa yang
sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri > > saya
maupun di luar diri saya ** > > > > ** Kami kembali tuk
hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami > > taman
hati kami benih-benih kebaji! kan; serta membuat fondasi pengertian
> > dan cinta kasih yang kokoh ** > > > > **
Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
> > secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga > > terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian
** > > > > ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh
cinta kasih, menjadi penuh > > welas asih, menjadi perhatian
terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore > > hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama >
> melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur
> > kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami
** > > Yahoo! Groups Links > > > > >
> > > > > > > > > >
> > > > ** Menyadari apa yang sesungguhnya seda!
ng terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya
** > > ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang
menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta
membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** >
> ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan
memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** >
> ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi
penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi
ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat,
membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh
rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat
kami ** > > > > SPONSORED LINKS
> ! Religion and
spirituality Spirituality >
> --------------------------------- > YAHOO! GROUPS
LINKS > >
> Visit your group "Dharmajala" on the
web. > > To
unsubscribe from this group, send an email to: >
[EMAIL PROTECTED] >
> Your use of Yahoo! Groups is subject to the
Yahoo! Terms of Service. > >
> --------------------------------- > >
> > >
>
--------------------------------- > Brings words and photos together
(easily) with > PhotoMail - it's free and works with
Yahoo! Mail. >
** Menyadari apa yang
sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri
saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi
pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur
perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu
melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran
dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta
kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain
pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat,
membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa
syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Mail Bring photos to life! New
PhotoMail makes sharing a breeze.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|