Dear all,
Sekuntum teratai untuk Anda, para calon Buddha.

Tampaknya sdr. Ika Polim tidak memahami semangat sharing. Kata 
bergumul lebih tepat ditulis dalam suasana perang.
Disini kita tidak akan pernah bergumul, yg ada BELAJAR, BERLATIH, dan 
BERBAGI. Itu yg kami lakukan.  :)  :)

Saya pikir : adalah Manusia Yg MEMILIH Untuk masuk menajdi BUDDHISM.
Sehingga dengan demikian, mau jadi apa yah tergantung si Buddhism itu 
dia mau jadi apa....Mau nurutin Jalan Mulia Beruas 8?
Mau jadi tukang teori? Mau practice?Atau mau santai2?
Mau jadi Buddha?
Whatever...Sangat ga bijak jika melimpahkan hasiljadi seorang manusia 
dengan agamanya. walaupun it does make relation between them, but 
it's not the main cause.

with metta,
Julie



--- In [email protected], Ika Polim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> DEarest All, Bro & Sis,
>    
>   Jadi Pertanyaan Sentral Namun Kuno & Sering Kali Sangat Sukar Utk 
Dicari Jawabannya Adalah : Buddhism Mau Membuat Manusia Jadi Apa ???
>    
>   Selamat Bergumul  . .. 
> 
> julie_comic <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Dear sdr.PIJ
> Sekuntum teratai untuk Anda, seorang calon Buddha.
> 
> Hehehe......
> Lucu juga.....
> Yah jalan pencerahan bisa begitu bervariasi....Beragam....Dengan 
> kebijaksanaan kita mencernanya...
> Sdr. PIJ ada baca ga artikel yg "Sinar Mentari dan Daun-daun Hijau"?
> Bagus loh....dan mencerahkan.... :)
> 
> Meditasi.....(saat ngetik kata2 ini saja lgsg terbayang dikepala 
> bermacam2 metode...gaya....pengertian,dll)
> Sebenarnya saat sedang bermeditasi itu apa yg sedang kita lakukan?
> Mengamati napas?Mengamati rasa sakit?Itu yg DILAKUKAN atau hanya 
> sebagai CARA untuk BERKONSENTRASI?
> Nurut saya saat meditasi kita sedang melatih tingkat konsentrasi 
> pikiran, agar semakin terlatih untuk berpikir fokus. Biasanya 
pikiran 
> gampang buyar, belum selesai mikir ini, lanjut ke yg lain lagi.
> Karena itulah bagi pemula, sungguh dibutuhkan meditasi formal, yg 
> benar2 mengkondisikan keadaan ideal supaya pikiran gampang terfokus.
> Jika seiring dengan rutin nya latihan meditasi yg kita lakukan, 
> pikiran menjadi semakin mudah terfokus, semakin cepat masuk dalam 
> tahap meditasi yg dalam, itu tandanya konsentrasi kita mulai kuat.
> Karena hal ini perlu dilakukan berulang2 sampai pikiran bisa 
> terlatih, makanya meditasi disebut latihan.
> 
> Bagi mereka yg sudah expert seperti Mahabiksu Tich Nhat Hanh (yg 
> menulis Sinar Mentari dan Daun-daun Hijau), beliau bisa bermeditasi 
> dalam segala suasana.
> Lebih banyak lagi dalam karya2nya yg lain:bahkan ketika mengendarai 
> mobil pun dia bisa berlatih kesadaran,bersepeda juga,menulis juga, 
> memotong rumput juga,bahkan senyum pun dijadikan lahan buat 
> meditasi,minum teh juga, mandi juga,saat ada yg marah juga,pohon 
> juga, bahkan ketika (maaf)buang air besar pun dikatakan bisa 
sesakral 
> meditasi....
> Tapi itulah Mahabiksu Thich Nhat Hanh...(bukan saya) 
> 
> Bisa diliat dengan jelas bahwa metode yg diajarkan ke kita saat 
> meditasi baik itu amati napas, langkah, rasa sakit, dll saat kita 
> melakukannya kita berada di waktu yg mana :masa lalu,sekarang atau 
> masa depan?
> Jika sedang berada dimasa lalu ato masa depan otomatis kita ga bisa 
> amati napas lagi, rasa sakit lagi, langkah kaki pun ga berasa.
> Tapi kita diajak untuk merasakan itu semua. yg berarti kita diajak 
> untuk hidup disaat ini.
> Saat mengetik ini pun berusaha untuk tau sedang mengetik.Sedang 
> berpikir.....(berusaha loh....  :))
> 
> demikianlah yg dapat saya bagikan/sharing dengan Bro & Sis semua 
> (bukan maksud ngajarin....)
> Mohon koreksi jika ada yg salah.... :)  :)
> 
> 
> with metta,
> Julie
> 
> 
> --- In [email protected], "PIJ" <pij-buttons@> wrote:
> >
> > dengan demikian segala sesuatu bisa menjadi meditasi. misalnya 
> mengetik email, menonton film, mendengarkan musik, bermain video 
> game, mencuci baju, membaca buku harry potter yg ke enam. benar2 
> jalan pencerahan. terima kasih.
> > 
> > ----- Original Message ----- 
> >   From: harryson huang 
> >   To: [email protected] 
> >   Sent: Thursday, March 09, 2006 2:11 AM
> >   Subject: Re: [Dharmajala] Re: Capai pembebasan melalui Upacara, 
> Ritual dan Doa ?
> > 
> > 
> >   Terima kasih, begitulah yang saya maksudkan. 
> > 
> >   Kebanyakan orang berpikir meditasi itu identik duduk. 
> > 
> >   Orang2 non buddhis juga meditasi - tapi apakah lantas akan 
> mencapai pencerahan? Gimana kalo meditasinya keliru?
> > 
> >   Bahkan jika meditasinya bener sekalipun, samma samadhi hanyalah 
> satu dari 8 ruas. 
> > 
> >   Jika mencuci piring bisa menjadi "meditasi"; segala upacara, 
> ritual, dan doa juga bisa jadi "meditasi" kan? Jika demikian 
bukankah 
> itu Jalan Pencerahan?
> > 
> >   salam dharma,
> >   Harryson
> > 
> >   julie_comic <julie_comic@> wrote:
> >     Dear Bro Haryyson,
> >     Sekuntum teratai untuk Anda, sekuntum teratai untuk Anda 
> seorang 
> >     calon Buddha.
> > 
> >     Hmmm....Meditasi ditinggalkan...?
> >     Hehehe....Gimana yaah...Dulu ! aku berpikir meditasi itu 
> identik dengan 
> >     duduk diam& dlm posisi bersila. 
> >     Trus belakangan saya baru tau ada juga meditasi jalan.
> > 
> >     Trus bahwa ternyata lewat meditasi kita diajak untuk lebih 
> masuk ke 
> >     dalam diri, mengenal semua kebiasaan diri, termasuk emosi, 
> reaksi, 
> >     persepsi, dll.Yg lebih penting adalah kita benar2 diajak 
untuk 
> hidup 
> >     di saat ini.(sadar)
> > 
> >     Dan ternyata kita bisa bermeditasi setiap saat.Yaitu kita 
> mengawasi 
> >     pikiran kita, gejolak perasaan, kebiasaan yg muncul,gerak 
tubuh 
> kita, 
> >     suara kita, mendengarkan orang lain saat mereka bicara......
> > 
> >     Itu meditasi non-formal..Benar, seperti yg Anda bilang, 
bahkan 
> >     mencuci piring pun bisa jadi faktor pencerahan. Itu juga 
> meditasi 
> >     kan....Kita memeditasikan begitu banyak ketergantungan dalam 
> semua 
> >     aspek kehidupan.
> >     Pasti ketika mencuci piring itu, dicuci dengan penuh 
kesadaran 
> >     kan....hehehehe....... 
> > 
> >     mohon koreksi jika ada yg salah.....  :)  :)
> > 
> >     ! 
> >     with metta,
> >     Julie
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> >     --- In [email protected], harryson huang 
> >     <harryson_huang@> wrote:
> >     >
> >     > Demikian pula dengan meditasi, toh seiring dengan 
pengertian 
> >     seseorang
> >     > terhadap dhamma dan hukum karma, meditasi cepat atau lambat 
> pasti 
> >     akan ditinggalkan!!
> >     >    
> >     >   Mencapai kebebasan bukan karena duduk mengamati nafas 
atau 
> >     membaca mantra. Orang yang mengerti bisa mencapai kebuddhaan 
> saat 
> >     mencuci piring sesudah makan, apalagi kalau melakukan ritual 
> dan 
> >     doa!! Bukan begitu?
> >     >    
> >     >   Persoalannya bukan meditasi versus ritual. Persoalannya 
ada 
> di 
> >     pikiran, segala yang membantu pikiran ini menjadi tercerahkan 
> adalah 
> >     Jalan Buddha!! Toh tujuan mantra adalah membantu pikiran 
> mencapai 
> >     samadhi. Termasuk Nienfo dan ritual-ritual lain. 
> >     >    
> >     >   salam,
> >     >   Harryson
> >     > !   
> >     > 
> >     >    
> >     >   
> >     > 
> >     > PIJ <pij-buttons@> wrote:
> >     >   saudara chik ik yg baik,
> >     >     sy setuju dengan anda bahwa tingkat batin setiap org 
> adalah 
> >     berbeda2. sy 
> >     > tidak tahu pasti apakah ritual dan doa adalah ajaran buddha 
> >     langsung atau 
> >     > tidak walaupun sy cenderung mengatakan sang buddha tidak 
> pernah 
> >     mengajarkan 
> >     > ritual dan doa, namun yg pasti buddha tidak pernah melarang 
> umatnya 
> >     > melaksanakan ritual dan doa, toh seiring dengan pengertian 
> >     seseorang 
> >     > terhadap dhamma dan hukum karma, ritual dan doa cepat atau 
> lambat 
> >     pasti akan 
> >     > ditinggalkan.
> >     > 
> >     > 
> >     > ----- Original Message ----- 
> >     > From: "ching ik/ djoni" <chingik2003@>
> >     > To: <[email protected]>
> >     > Sent: Saturday, March 04, 2006 10:25 PM
> >     > Subject: [Dharmajala] Re: Capai pembebasan melalui Upacara, 
> R! itual 
> >     dan Doa ?
> >     > 
> >     > 
> >     > >
> >     > >
> >     > >  Dalam Pembicaraan antara Yang Arya Maha Kassapa dan 
Hyang 
> Buddha
> >     > > mengenai doa dan mantra ini, mungkin ada yang menjadi 
> bertanya-
> >     > > bertanya bahwa jika doa tidak dapat membuat seseorang 
> terbebas 
> >     dari
> >     > > Samsara, lalu mengapa ada ritual doa/mantra dalam agama 
> Buddha?
> >     > > Sesungguhnya ajaran Buddha tidaklah menolak terhadap 
ritual 
> doa 
> >     dan
> >     > > mantra. Mengenai pembicaraan antara Y.A Kassapa dan Hyang 
> Buddha,
> >     > > yang perlu kita diperhatikan adalah konteks 
pembicaraannya 
> dan
> >     > > kepada siapa (orang dengan tingkatan batin apa) Hyang 
Buddha
> >     > > membicarakannya. Ajaran Buddha adalah ajaran yang 
bersifat 
> >     tahapan.
> >     > > Pembicaraan antara Y.A Kassapa dan Hyang Buddha ini  
boleh 
> >     dikatakan
> >     > > sebagai ajaran tahapan tinggi, sehingga tanpa perlu 
> menjelaskan
> >     > > secara panjang lebar, dengan mengetahui kemantapan batin 
Y.A
> >     > > MahaKassapa maka Hyang Buddha to the point aja. Jadi 
harus 
> tahu
> >     > > bahwa ajaran itu diberikan kepada siapa , kepada orang 
> jenis apa.
> >     > > Adalah memang benar bahwa doa dan ritual tidaklah dapat 
> >     membebaskan
> >     > > orang dari Samsara dalam arti sesungguhnya. Tetapi tidak 
> berarti 
> >     dia
> >     > > itu ditolak dalam ajaran Buddha. Seperti halnya bahwa 
> selama masih
> >     > > ada nafsu sex, kita tidak akan dapat terbebas dari 
samsara, 
> tetapi
> >     > > sang Buddha tidak menolak/melarang adanya kehidupan sex 
> bagi 
> >     perumah
> >     > > tangga. Tetapi saat membicarakan tentang jalan 
pembebasan, 
> maka
> >     > > Hyang Buddha akan katakan Tidak ada tempat untuk sex.  
Jadi
> >     > > tergantung pada kepada siapa dan orang dengan tahapan 
batin 
> apa
> >     > > dalam menerima ajaran itu.   Adanya berbagai doa ritual/ 
> mantra
> >     > > agama Buddha, hal itu memang bukan untuk digunakan ! 
dengan 
> alasan
> >     > > bahwa akan dapat membebaskan orang dari Samsara. Namun 
ada 
> >     sebagian
> >     > > orang telah menganggap bahwa doa atau bahkan melafal nama 
> Buddha
> >     > > adalah ritual yang telah melenceng dari garis batas 
kerangka
> >     > > pelatihan yang benar dalam ajaran Buddha. Sehingga mereka 
> menjadi
> >     > > berpaling atau merasa tidak nyaman dengan doa atau ritual 
> melafal
> >     > > nama Buddha, karena beranggapan bahwa ajaran Buddha 
adalah 
> ajaran
> >     > > yang rasional. Namun mereka tidak sadar bahwa 
rasionalitas 
> mereka
> >     > > hanya dapat menampung hal-hal yang sebatas keterbatasan 
> mereka. 
> >     Ini
> >     > > tentu akan menghambat mereka untuk masuk ke pintu ajaran 
> Buddha 
> >     yang
> >     > > lebih tinggi dan halus.
> >     > > Perlu dipahami bahwa ritual doa/mantara  dalam agama 
Buddha 
> >     hanyalah
> >     > > merupakan salah satu dari sekian banyak upaya
> >     > > kausalya/sarana/alat/cara bijaksana yang digunakan oleh 
para
> >     > > Bodhisattva/para Buddha/para Ariya di dalam membimbing 
> semua 
> >     makhluk
> >     > > hidup. Ada makhluk hidup yang lebih cocok dibimbing 
dengan 
> sarana
> >     > > pengendalian sila yang ketat, maka para Buddha akan 
> menggunakan 
> >     cara
> >     > > itu untuk membimbingnya dan saat sampai pada tahapan yang
> >     > > tinggi/matang, sarana pengendalian sila yang ketat tidak 
> >     diperlukan
> >     > > lagi dalam arti bahwa batin telah digodok menjadi matang, 
> tanpa
> >     > > mengendalikan pun akan terkendali secara alami. Ada 
makhluk 
> hidupa
> >     > > yang lebih cocok dibimbing dengan sarana meditasi 
intensif, 
> maka
> >     > > para Buddha akan menggunakan cara itu untuk membimbingnya 
> dan saat
> >     > > sampai pada tahapan yang matang, sarana meditasi intensif 
> tidak
> >     > > diperlukan lagi karena tanpa meditasipun batin telah 
> terlatih 
> >     dalam
> >     > > tingkatan meditative. Demikian juga dengan doa, 
> ritual .Semua ini
> >     > > merupak! an sarana/upaya kausalya dari pada Buddha. Kita 
> belum 
> >     sehebat
> >     > > Y.A MahaKassapa, jadi lebih baik kita sering sering 
> mengingat 
> >     Buddha
> >     > > dan berlatih sambil membaca mantra/nama Buddha agar kita 
> dapat 
> >     maju
> >     > > secara bertahap hingga pada tingkatan seperti Y.A Maha 
> Kassapa 
> >     maka
> >     > > baru dapat melepaskan itu semua. Setuju? Jika sanggup 
yang 
> nggak 
> >     apa
> >     > > apa kok.
> >     > >
> >     > > Kira-kira begitulah.., mohon koreksinya kalo salah.. 
hhihii
> >     > >
> >     > > Cg ik
> >     > >
> >     > >
> >     > >
> >     > >
> >     > >
> >     > >
> >     > >
> >     > >
> >     > >
> >     > >
> >     > >
> >     > >
> >     > > ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT 
INI 
> di 
> >     dalam diri 
> >     > > saya maupun di luar diri saya **
> >     > >
> >     > > ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang 
menakjubkan; 
> tuk 
> >     menanami 
> >     > > taman hati kami benih-benih kebaji! kan; serta membuat 
> fondasi 
> >     pengertian 
> >     > > dan cinta kasih yang kokoh **
> >     > >
> >     > > ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk 
> melihat dan 
> >     memahami 
> >     > > secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala 
sesuatu, 
> >     sehingga 
> >     > > terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
> >     > >
> >     > > ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, 
> menjadi 
> >     penuh 
> >     > > welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain 
> pagi 
> >     ataupun sore 
> >     > > hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, 
> membantu 
> >     sesama 
> >     > > melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh 
rasa 
> syukur 
> >     > > kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat 
kami 
> **
> >     > > Yahoo! Groups Links
> >     > >
> >     > >
> >     > >
> >     > >
> >     > >
> >     > > 
> >     > 
> >     > 
> >     > 
> >     > 
> >     > 
> >     > 
> >     > ** Menyadari apa yang sesungguhnya seda! ng terjadi SAAT 
INI 
> di dalam 
> >     diri saya maupun di luar diri saya **
> >     > 
> >     > ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; 
> tuk 
> >     menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat 
> fondasi 
> >     pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
> >     > 
> >     > ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk 
melihat 
> dan 
> >     memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala 
> sesuatu, 
> >     sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
> >     > 
> >     > ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, 
> menjadi 
> >     penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain 
> pagi 
> >     ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak 
> tempat, 
> >     membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi 
dengan 
> penuh 
> >     rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-
> sahabat 
> >     kami ** 
> >     > 
> >     > 
> >     > 
> >     >   SPONSORED LINKS 
> >     >         ! Religion and spirituality   Spirituality 
> >     >     
> >     > ---------------------------------
> >     >   YAHOO! GROUPS LINKS 
> >     > 
> >     >     
> >     >     Visit your group "Dharmajala" on the web.
> >     >     
> >     >     To unsubscribe from this group, send an email to:
> >     >  [EMAIL PROTECTED]
> >     >     
> >     >     Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! 
Terms 
> of 
> >     Service. 
> >     > 
> >     >     
> >     > ---------------------------------
> >     >   
> >     > 
> >     > 
> >     > 
> >     >             
> >     > ---------------------------------
> >     > Brings words and photos together (easily) with
> >     >  PhotoMail  - it's free and works with Yahoo! Mail.
> >     >
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> >     ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di 
> dalam diri saya maupun di luar diri saya **
> > 
> >     ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; 
tuk 
> menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat 
fondasi 
> pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
> > 
> >     ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat 
> dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala 
> sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
> > 
> >     ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, 
> menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak 
lain 
> pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak 
> tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi 
> dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
> sahabat-sahabat kami ** 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > ------------------------------------------------------------------
--
> ----------
> >   Yahoo! Mail
> >   Bring photos to life! New PhotoMail makes sharing a breeze. 
> > 
> >   ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di 
> dalam diri saya maupun di luar diri saya **
> > 
> >   ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk 
> menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat 
fondasi 
> pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
> > 
> >   ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat 
dan 
> memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, 
> sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
> > 
> >   ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, 
menjadi 
> penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi 
> ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, 
> membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan 
penuh 
> rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat 
> kami ** 
> > 
> > 
> > 
> >   SPONSORED LINKS Religion and spirituality  Spirituality  
> > 
> > 
> > ------------------------------------------------------------------
--
> ----------
> >   YAHOO! GROUPS LINKS 
> > 
> >     a..  Visit your group "Dharmajala" on the web.
> >       
> >     b..  To unsubscribe from this group, send an email to:
> >      [EMAIL PROTECTED]
> >       
> >     c..  Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms 
> of Service. 
> > 
> > 
> > ------------------------------------------------------------------
--
> ----------
> >
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam 
diri saya maupun di luar diri saya **
> 
> ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk 
menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi 
pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
> 
> ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan 
memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, 
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
> 
> ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi 
penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi 
ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, 
membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh 
rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat 
kami ** 
> 
> 
> 
>   SPONSORED LINKS 
>         Religion and spirituality   Spirituality 
>     
> ---------------------------------
>   YAHOO! GROUPS LINKS 
> 
>     
>     Visit your group "Dharmajala" on the web.
>     
>     To unsubscribe from this group, send an email to:
>  [EMAIL PROTECTED]
>     
>     Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service. 
> 
>     
> ---------------------------------
>   
> 
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com
>







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke