Gaji di Bawah UMP
Guru Honorer Jadi Pemulung


(Kompas) Sebagai guru honorer, gaji Mahmud (48) hanya
Rp 400.000/bulan. Jauh di bawah UMP Jakarta  2006 Rp
819.100. Uang itu tak mampu mencukupi kebutuhan hidup
keluarganya. Agar ia, istri, dan anak-anaknya bisa
bertahan hidup, sang pahlawan tanpa tanda jasa ini
sekarang terjun ke velbak (tempat sampah), menjadi
seorang pemulung.

Sehari-hari, Mahmud mengajar di Madrasah Tsanawiyah
Safinatul Husna di  Cengkareng Barat, Jakarta Barat.
Setiap bulan ia harus mengirim Rp500.000 ke anaknya
yang masih nyantri di Sukabumi. "Mau nggak mau saya
harus cari tabahan. Mau kerja lain nggak ada. Jadi
pilihan paling gampang ya mulung," katanya.

Jumiati, istri Mahmud, menambahkan, dulu beras
sekarung (25 kg) Rp160.000. Sekarang naik menjadi Rp
270.000. Beras sebanyak ini bisa untuk hidup dua
bulan. "Kalau lauk, ya  seadanya. Terkadang makan nasi
pakai garam. Untungnya anak-anak  nauin. Mereka cuma
minta jajan Rp 2.000 sehari," kata ibu tiga anak ini.

Kalau sudah begini, rasanya wajar saja jika warga
Jalan Bambu Larangan RT 03/05 Kelurahan Cengkareng
Barat, Kecamatan Cengkareng, ini terpaksa mulung. Ini
lantaran terbatasnya lapangan kerja yang bisa
dimanfaatkan. Selain itu, halaman belakang rumah
Mahmud adalah tempat pembuangan sampah.

Yang bikin miris, gaji Mahmud untuk dua bulan terakhir
ternyata hingga kini belum turun juga. Alasannya,
bayaran murid tidak lancar. Konsekuensinya, Mahmud
harus kerja di belakang rumahnya lebih giat. Plastik,
botol minuman bekas, kardus, ia kumpulkan.
"Alhamdulillah biar susah hidup kami damai saja.
Kadang ada juga pihak-pihak yang mau membantu saya.
Rezeki sih ada saja. Yang penting anak saya yang di
Sukabumi jangan sampai telat kirimannya. Kalau telat,
bisa nggak makan," kata Mahmud.

Sebelum menjadikan pemulung sebagai pekerjaan
sampingan, dia pernah beternak ikan hias dan gurame.
Usaha ini berjalan selama tiga tahun. Dalam kurun
waktu yang sama ia juga membuat pemancingan umum.
Usahanya ini terpaksa tutup gara-gara perumahan Taman
Palem, Cengkareng, dibangun. "Air jadi terbendung
proyek Taman Palem. Akibatnya pemancingan gagal. Ikan
hias uga gagal dan tanah akhirnya diuruk semua,"
katanya.

Sekitar tahun 2000 seiring pembangunan  Taman Palem,
area belakang rumahnya disulap menjadi velbak.
Mula-mula Mahmud dan istrinya tidak tahan dengan
keadaan ini. Bau busuk yang menyengat ditambah 
pemandangan yang tidak sedap, menjadi "santapan"
sehari-hari. Namun, lama-kelamaan Mahmud dan keluarga
terbiasa juga. Dari sinilah timbul niat untuk
menjadikan pemulung sebagai profesi sambilan. "Kalau
ngandelin gaji, anak-anak bisa nggak makan," katanya.

Mahmud mulai mencari sampah seusai shalat Subuh,
sekitar pukul 06.00-09.00 WIB. Setelah itu ia datang
ke sekolah untuk mengajar sampai pukul 14.30. Setelah
beristrirahat sejenak di rumah dan menunaikan shalat
Ashar, Mahmud kembali berkutat dengan sampah mulai
pukul 15.30 WIB hingga Maghrib. Rutinitas inilah yang
sehari-hari dijalani Mahmud selama kurang lebih enam
tahun.

"Sejak BBM naik, apa-apa mahal. Dulu Rp 10.000 bisa
beli lauk pauk tambah obat-obatan buat si Bapak.
Sekarang mana cukup. Paling nggak butuh Rp 30.000. Si
Bapak kan suka beli Pil Kita, Ekstra Joss, Bodrex,
Promag. Belum bayar listrik dan segala macam," tambah
Jumiati sambil melihat suami. (M10)


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke