Munafik adalah orang yang mencoba menunjukkan seolah-olah ia telah mencapai keadaan yang lebih tinggi dari manusia biasa

 

Agar mendapat pujian – pengakuan status sebagai orang yg telah mencapai tahap bathin yg mantap / luar biasa, Ia berbicara tentang kesucian, didepan umum Ia memakai bentuk tingkah laku layaknya orang yang menjalan sila dengan sempurna, 

Ia mengeluarkan perkataaan yang mendalam yang penuh rahasia yang mengaburkan/samar-samar dan hal-hal yang ajaib, memberi kesan tentang kekosongan. Ia menyakinkan dan membuat orang lain berpikir bahwa ia adalah pembimbing / guru yg bijaksana.

 

Era millenium ini, banyak terdapat orang munafik dan tidak terkecuali dalam organisasi Buddhist.

 

Ada beberapa umat Buddhist sangat antipati ketika didatangi oleh para penjaja ajaran lain yang berusaha mendiskriditkan Buddha dhamma karena ketidaktahuan mereka …. Umat buddhist ini lantas bertingkah seolah-olah bijaksana dan berdalih bahwa semua ajaran adalah sama.. menganggap tabu dengan alasan dialog tidak memberi manfaat bathin dan dengan segala alasan menghindari dialog untuk menunjukkan dirinya adalah bijaksana.

 

Buddha sendiri pada masanya terkenal sebagai seorang yang pandai berdebat atau kata lainnya adalah memberikan pandangan yang benar tentang dhamma. Banyak para pertapa yang berpandangan lain justru menerima ti-ratana sebagai pelindung setelah mendengarkan penjelasan dan kotbah dari Beliau.

 

Namun ironisnya jaman sekarang umatnya lebih banyak memilih berdiam diri seolah2 sudah melebihi Buddha, lucunya lagi mereka justru mengajar para yuniornya mengikuti jejak mereka.

 

Kita belajar Buddha Dhamma dasarnya adalah teori, dan praktek sebagai perwujudan nyata dalam kehidupan sehari-hari… Dari Praktek dhamma yg membuahkan kebahagian tentunya ingin membagi, namun dhamma itu bukan barang yg diperdagangan dari rumah kerumah …Dhamma diberikan kepada mereka yang memang mendambakannya.

 

Debat agama tidak semuanya buruk, tergantung dari sisi mana orang memandang, seyogjanya umat Buddha yg mengerti dhamma tidaklah mencari menang dan kalah dalam dialog, tidaklah mencari dan berusaha mendiskriditkan kelemahan ajaran lain, namun menjelaskan dan memberikan pandangan yang benar kepada pihak lain…  dalam hal mereka menerima atau tidak adalah hak masing-masing, karena dalam Buddha dhamma tidak ada pemaksaan atau istilah membuddhiskan umat lain.

 

 

Orang yang menghindar ketika menghadapi pihak yg mendiskriditkan ajaran dhamma adalah ‘kemungkinan’ karena memang tidak pernah mempraktekkan dan merasakan manfaat Buddha dhamma sehingga apa yg akan diutarakan bertentangan dengan bathinnya… Ada pula karena tidak mengerti dan hanya bermodal kepercayaan buta.

 

Tdak mengerti masih dapat belajar, mengerti tetapi menghindar dan bertingkah bijaksana itulah disebut munafik…

 



** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke