Saya punya beberapa tokoh Islam yang amat saya kagumi, Saladin, Khalifah Harun Al Rashid, dan Soekarno. Saladdin, sebagai orang yang saleh dan taat dalam beragama juga mahir dalam seni perang. Dia, walaupun laskar perang, tapi lebih beradab, berwibawa, dan jauh lebih intelek daripada orang2 yang mengaku memeluk dan membela agama Islam yang hidup 1000 tahun setelahnya.
Saladin, karir militernya dimulai ketika pasukan salib Eropa tiba di Tanah Suci, yang dipimpin oleh pangeran Phillip dari Prancis dan Richard si hati singa dari Inggris. Berhadapan dengan orang-orang yang berlainan agama, Saladdin tidak memperlakukan atau beranggapan bahwa mereka seperti binatang haram, melainkan beradu "gentleman" dengan lawannya. Misalnya, saling menunjukan sifat ksatria ketika lawannya sudah kalah. Saladin sempat mengirimkan Raja Richard buah-buahan ketika mendengar bahwa lawan tangguhnya itu sedang sakit.
Orang Eropa menggambarkan bahwa orang2 Saracen (pasukan Muslim yang mempertahankan Tanah Suci) itu buas dan mirip binatang pemakan manusia. Namun, Saladdin sangat jauh dari kesan itu. Singkat kata, orangnya berwibawa. Kalau anda ngeliat sosok menyeramkan Saladin di film Kingdom of Heaven, film itu cuma propaganda dari gereja2 fanatik yang sudah marak di Amerika sejak 1960-an. Banyak tentara2 Salib terkesan oleh kejantanan dan kesopanan Saladin terhadap musuhnya.
Khalifah Harun al Rashid, hidup sebelum Saladin adalah seorang khalifah dari Turki yang terkenal. Ia menaklukan banyak daerah, termasuk Byzantium, kekaisaran Romawi Timur. Ketika ia berhasil mengalahkan Byzantium, ia melepaskan kerajaan tersebut dan meminta upeti dari mereka, sebagaimana dilakukan oleh para penakluk dari Eropa dahulu (Alexander Agung/Iskandar Zulkarnain). Ia meninggal ketika dalam perjalanan untuk menundukan kerajaan Romawi Timur yang memberontak dan menolak membayarkan upeti mereka.
Mereka semua orang-orang Turki. Orang2 Kurdi yang moderat dan toleransinya tinggi. Mustapha Kemal Attaturk menjadikan Turki bangsa yang maju di antara bangsa lainnya. Iran, Irak, adalah sebagian bangsa Kurdi yang ulet lainnya. Arab Saudi? Wah, negara ini sepenuhnya bergantung sama kekayaan alamnya. Intinya susah kalau disuruh berjuang sedikit. Intinya males-males lah. Sementara orang2 Iran, Turki, dan Irak adalah yang rajin2 dan pandai2. Di Irak, ketika Saddam berkuasa, banyak orang Kurdi dibantai untuk pemurnian ras Arab di Irak. Banyak orang dari suku Kurdi yang dendam terhadap Saddam dan Arab karena hal tersebut.
Di Turki, masih ada yang menari perut. Mereka juga menerapkan batasan2 tertentu (yang gak kayak Indonesia ini). Batasan2nya bahkan kalau boleh dibilang lebih longgar daripada negara tetangga kita, Singapura. Namun, karena pemikiran orang2nya matang dan modern, maka mereka gak butuh yang namanya RUU APP dan semacamnya. Mereka dengan mudah dapat bergaul dengan masyarakat Eropa yang mayoritas Kristen. Kenapa tidak? Pikiran mereka yang terbuka, modern, telah memajukan bangsanya sendiri.
Terakhir, Soekarno, tokoh besar negara ini, seorang yang rasional, berwibawa, tampan, dan pandai berbicara. Singkat kata... hebat tenan! Mahatir cuma "Soekarno kecil" kata Amerika.
Kita bisa ngeliat dari sisi positif... jangan selalu stereotypekan sesuatu karena lebih sering ketemu yang begitu... jangan menutup pikiran. Ambil tindakan tegas itu perlu, tapi cara2nya gak usah radikal.
Yahoo! Mail
Use Photomail to share photos without annoying attachments.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
