Kronologis Keluarnya MBI dari Kepanitian Waisak KASI 2550 / 2006
Rabu, 15 Pebruari 2006 : rapat awal.
Rapat hanya dihadiri Biku Dharmawimala (SAGIN), Biksu Vidyasasana
(Sekjen KASI), Ibu Lilian Halim, Bpk. Liues Sungkharisma, Bpk. Amin
Untario & Henry Gunawan (mewakili MBI).
Disepakati bahwa tahun ini, Waisak KASI dikoordinir oleh Sangha
Agung Indonesia, sesuai kebiasaan KASI yang bergiliran setiap
tahunnya di antara ketiga sangha yang ada. Dari Sangha Agung
Indonesia menunjuk Biksu Aryamaitri Mahasthavira selaku Ketua Umum.
Disepakati juga Ibu Lilian Halim, selaku Ketua Panitia Pelaksana.
Rapat hanya membahas persoalan Waisak yang diadakan kembali di
Borobudur, setelah 8 tahun lamanya, tidak dilaksanakan lagi oleh
KASI.
Selasa, 21 Pebruari 2006, rapat resmi pertama panitia.
Mengundang para umat dari perwakilan 4 majelis. Dihadiri juga biku
dari tiga sangha.
Awalnya masih ada perbedaan pendapat, mengenai kegiatan Pujabakti
dan
Dharmasanti yang terpisah, di Borobudur dan JCC, Jakarta.
Diputuskan oleh Sangha bahwa Acara dipusatkan di Candi Borobudur,
dengan
perincian sbb.:
13.30 14.00 : Meditasi detik2 Waisak di Borobudur
14.00 15.00 : Pradaksina keliling Candi Borobudur
15.00 16.30 : Ritual Pujabakti Waisak
16.30 17.00 : Persiapan Penyambutan Presiden RI.
17.00 18.00 : Dharmasanti bersama Presiden.
Rabu, 01 Maret 2006, rapat kedua panitia.
Dihadiri oleh biku Aryamaitri selaku Ketua Umum dan Biku Dhammasubho
selaku Wakil Ketua Umum.
Mulai terjadi perbedaan pendapat lagi,mengenai waktu pelaksanaan
Dharmasanti, panitia dharmasanti memaksa acara dharmasanti harus
diadakan malam hari, mulai pukul 19.00 wib. Sementara panitia
Pujabakti keberatan, dengan alasan waktu yang sangat panjang, akan
menyebabkan umat yang hadir sangat kelelahan dan besar kemungkinan
bubar pada saat acara dharmasanti yang dihadiri Presiden
dilaksanakan.
Hingga malam itu, belum ada keputusan mengenai waktu pelaksanaan.
Rabu, 08 Maret 2006, rapat ketiga panitia.
Sangha selaku Panitia pengarah mengeluarkan keputusan bahwa
dharmasanti tetap diadakan pada sore hari, seperti kesepakatan
Sangha pada rapat sebelumnya.
Keputusan ini langsung direspon dengan keras oleh panitia pelaksana,
dan terjadilah perdebatan yang berkepanjangan. Suasana berlangsung
panas, karena ada beberapa person / individu yang menegur sangha
dengan keras dan sangat tidak pantas, kemudian dibalas dengan
kelompok (umat) lain yang tidak senang dengan perlakuan tersebut.
Karena suasana yang tidak kondusif, rapat ditutup tanpa adanya suatu
kesepakatan.
Selasa, 14 Maret 2006, Malam Dana Waisak
Dalam suasana yang masih kurang kondusif, malam dana tetap
dilaksanakan, dengan persiapan seadanya. Malam dana yang
direncanakan akan dihadiri 100 orang donatur, hanya terisi tidak
lebih dari separuhnya dan dengan perolehan dana yang minimal.
Rabu, 15 Maret 2006, rapat keempat panitia.
Rapat tidak mengambil keputusan apapun, karena menunggu rapat sangha
keesokan harinya di Pondok Labu, Wisma STI. Rapat hanya mengevaluasi
hasil malam dana sehari sebelumnya.
Kamis, 16 Maret 2006, rapat ketiga sangha.
Biku sangha yang diwakilkan oleh ketiga sangha mengadakan rapat di
Wisma STI Pondok Labu, untuk mencari jalan keluar permasalahan.
Rapat ini dirasakan perlu karena adanya isyu-isyu yang berkembang
bahwa beberapa sangha seolah-olah sudah mendukung Dharmasanti waisak
di malam hari.
Hasil rapat ternyata memutuskan sebagai berikut:
13.30 14.00 : Menyambut detik-detik waisak di Candi Borobudur &
Mendut.
14.00 14.30 : Prosesi membawa sarana puja dari Candi Mendut ke
Borobudur
Dengan sarana kendaraan hias. Di Candi Borobudur
persiapan
prosesi.
14.30 15.30 : Prosesi di Candi Borobudur
15.30 16.30 : Pujabakti Waisak
16.30 17.30 : Pesan Waisak & Amanat Presiden RI
(keputusan rapat terlampir)
Senin, 20 Maret 2006, rapat DPP MBI dengan SAGIN
Pimpinan MBI, yang dihadiri oleh Sudhamek AWS (Ketua Umum), Daud
Dharsono (Ketua), Amin Untario (Ketua), Januar Kwan (Ketua), Budiman
(Sekretaris Umum), Hendwi Wijaya (Ketua Lembaga Mitra), Henry
Gunawan (Kepala Kantor) dan Vera (Wakil Kepala Kantor), mengadakan
pertemuan dengan Maha Lekhanadikari SAGIN untuk menentukan sikap
mengenai perkembangan kepanitiaan Waisak.
Pertemuan ini diambil mengingat ada isyu yang berkembang bahwa
Panitia Pelaksana Waisak KASI akan mementang keputusan bersama
ketiga sangha di Wisma STI Pondok Labu tersebut di atas.
Hasil Rapat memutuskan bahwa MBI memilih 2 opsi:
MBI akan tetap mendukung Panitia Waisak KASI 2550 ini apabila
panitia pelaksana melaksanakan apa yang sudah disepakati oleh Sangha
dalam rapat di Wisma STI, Pondok Labu tanggal 16 Maret 2006 tersebut
di atas.
MBI akan menarik diri dari kepanitiaan, apabila panitia pelaksana
tetap menentang keputusan Sangha tersebut di atas karena
bagaimanapun ini adalah Waisak KASI dan umat sesungguhnya hanya
sebagai pelaksana segala kebijakan yang ditetapkan oleh ketiga
Sangha tersebut di atas.
Rabu, 22 Maret 2006, rapat kelima panitia waisak.
Dalam rapat Sekjen KASI Biksu Vidyasasana menyampaikan, bahwa Sangha
menyatakan mengundurkan diri dari kepanitiaan dan menyerahkan
pelaksanaan kepanitiaan ini sepenuhnya kepada umat.
Dikarenakan tidak adanya kesepahaman lagi dengan anggota panitia
pelaksana lainnya dalam hal pelaksaan kebijakan sangha, di mana
keputusan sangha di Wisma STI, Pondok Labu dianulir atau tidak
dijalankan, maka sesuai keputusan rapat pimpinan MBI, MBI malam itu
juga menyatakan menarik diri dari kepanitiaan.
Demikian sekilas kronologis keluarnya MBI dari kepanitiaan Waisak
KASI 2550 / 2006.
Kronologis ini penting untuk kami sampaikan, untuk menghindari
pemberitaan yang miring dan tidak pada tempatnya.
Jakarta, 23 Maret 2006.
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/