Wow jadi rame. " Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh ",
Mempertahankan pendapat/ Beda pendapat itu wajar banget deh, asal setelah itu yah jangan dimasukkan ke dalam hati (mis klo ketemu lagi lalu diam seperti ada yg nganjel, atau tegang di hati, atawa menghindar). Marah juga wajar banget, yang penting cara mengungkapkan marah itu harus wise dan mendidik. Semua masih bisa dibicarakan.(Muaf, aku baru baca dari buku teori) Mengenai segelintir umat yang kurang sopan dalam bertutur kata he he he, harusnya di giring dalam satu ruangan, suruh duduk didepan Sangha dan Sanghanya kasih dhammadesana ttg sila ke 3, tdk berbohong, bicara tdk sopan/ kasar, dll, sampai mereka ngerti. Nah waktu dhammadesana Sangha harus banyak tersenyum. Setelah umat itu ngerti, meeting berlanjut lagi d . ( he he he bercanda habis pada tegang). Kira kira kaya gini ok tidak ya??????? Peace peace d, topik berikutnya Abhayadana ( Memaafkan ). w/ Metta, --- henry gunawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Dear all.. > > Saya atas nama pribadi, juga menyanyangkan posting > email ini.. > Memang seharusnya ini adalah konsumsi internal > MBI.. Bukan di milis ini.. > Walau saya juga berkeyakinan bahwa Sdr.momink > sendiri memposting ini dengan itikad yang baik.. > > Karena memang diluar berkembang berita miring yang > malah menyudutkan MBI.. > Dikatakan MBI tidak mau bersatu.. > MBI mau menang sendiri.. > Mau memaksakan kehendak.. > Mau menguasai kepanitiaan.. > Dan yang paling lucu isyu terakhir.. > MBI keluar karena memaksakan acara di SPSH masuk > ke waisak.. > hehe.. apa coba hubungannya.. > > Tapi yach.. mau dibilang apa.. > Sudah diposting.. > Biar rekan2 semua yang menilai saja.. > Dengan bijaksana dan tanpa prasangka tentunya.. > > Kejadiannya memang seperti yang postingkan itu,.. > Kronologis peristiwanya.. > Hingga masuknya Walubi, dll.. > Karena saya masuk ke kepanitiaan, > dan mengikuti rapat dari pertama hingga terakhir.. > Kecuali malam ini, mestinya ada rapat lagi.. > > Permasalahannya bukan soal waktu pelaksanaan.. > Tetapi apakah umat menjunjung sangha atau > tidak..?? > Sangha membuat keputusan itu tentu bukan tanpa > alasan.. > Tentu bukan hanya karena gengsi.. atau apapun > namanya.. > Dan itu bukan dibuat oleh 1-2 orang.. > Tapi atas nama KASI, ditandatangani oleh ketiga > sangha.. > Hitam diatas putih.. > > Kalo mendengar isyu2 yang ada.. > Coba tolong ditanyakan kebenarannya.. > Adakah tertulis hitam diatas putihnya.. > Atau hanya isyu tanpa arah.. > Siapa saja bisa membuat isyu macem2.. > > Satu yang juga membuat kita semakin tidak habis > mengerti.. > Kepanitiaan ini malah sangat bangga dengan > masuknya orang2 walubi.. > Dengan alasan yang juga lucu.. > Orang Walubi aja mau bantu, orang kita sendiri > malah keluar.. > hehe.. > Entahlah.. memang mungkin pola pikirnya berbeda.. > > Yah sudahlah.. > Memang seperti kata bro zugheliang.. > Masalah ini memang belum akan berakhir sampai > disini.. > Masih terbuka peluang2 lain2nya.. > Intinya kita tidak merasa pas berada di kelompok > orang2 yang seperti itu.. > Dan kita juga tidak ingin mengganggu kepanitian.. > Karena waktu juga sudah sangat terbatas.. > Daripada kita yang, secara konsisten membela > kepentingan sangha, > harus terus menerus menjadi batu sandungan > panitia.. > Yach lebih baik kita diluar.. > > Mungkin itu info sari saya.. > Mudah2an tidak dianggap sebagai pembelaan diri > tanpa dasar.. > Silakan menggunakan hati nurani masing2.. > > Dan sekali lagi, mohon maaf.. > kalo urusan yang mestinya tidak diekspos ini.. > Terekspos sedemikian rupa.. > Dan itu bukan dengan kesengajaan kami.. > > Terima kasih, > henry gunawan > > > > > TheHiddenDragon <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Deaer all, > > setelah mendapat penjelasan dari salah satu teman > yg ikut rapat dari awal hingga keputusan bahwa MBI > menarik diri dari kepanitiaan, seharusnya masih ada > kelanjutan yang belum final, jadi kita tidak perlu > cepat2 berpikir atau berprasangka 'buruk'. > > terus, saya juga menyayangkan bro momink yg buru2 > posting email detail kronologis ini, maaf bukan > menyalahkan yah, karena ini masalah internal MBI yg > lebih bersifat intern organisasi sebaiknya > diselesaikan terlebih dahulu, then setelah itu jika > pihak MBI merasa perlu melakukan klarifikasi, yah > tentu saja monggo2 saja. > > secara pribadi, saya melihat adanya ketidak > sepahaman antara panitia (sangha) dan panitia (umat > biasa), dan juga seharusnya ada tata krama yg baik > dlm diskusi juga harus dijunjung tinggi, masa ada > umat biasa yg berani menggunakan bahasa yg tidak > hormat dlm diskusi dgn sangha, ini juga kurang > tepat, bukan membela ke-AKU-an sangha yg hadir pd > saat itu, tapi menunjukkan rasa hormat itu perlu. > > ini pelajaran bagi kita semua, walau tdk ikut lsg > dlm rapat panitia. > > saya malah takut ada tunggangang politis dari > orang2 tertentu yg mau meng-GOAL kan ambisi > tersendiri demi agenda politik dgn memanfaatkan > moment perayaan waisak, ini baru dugaan saja, semoga > saja bukan demikian yg terjadi sesungguhnya. > > entah itu benar atau tidak, dgn keluarnya MBI > memang memberi efek yg cukup besar, karena mengingat > waisak sudah dekat (Sekarang akhir maret, dan waisak > jatuh pd bulan mei) CMIIW > > menurut saya, win win solution perlu ada, namun > umat tetap sebagai pendukung sangha, dan sangha dlm > hal ini sudah sangat arif dan bijaksana utk > mengadakan peringatan waisak dgn khusyuk dan > sederhana, hal ini juga melihat kondisi negara dan > ekonomi yg masih belum pulih total, jadi baik dari > segi pengeluaran keuangan maupun pelaksanaan acara > dilakukan dgn sederhana. > > sebetulnya perbedaan waktu pelaksanaan juga bisa > didiskusikan bareng lagi, namun itu bukanlah titik > permasalahn (menurut saya lhoo), tapi ada hal2 lain > yg belum terungkap secara totalitas, sehingga ada > informasi yg tidak ditampilkan di email bro momink, > oleh karena itu secara pribadi saya berpendapat, > email spt ini jgn sampai menjadi debat kusir > panjang, karena saya dan sebagian besar teman2 tidak > hadir dlm rapat panitia. > > saya pikir, masih ada informasi kelanjutan yg > harus diklarifikasi oleh mereka yg ikut serta dlm > rapat, sehingga tidak menimbulkan kontroversi, > berhubungan bola sudah dilempar ke milist, jangan > sampai ada berpikiran buruk lebih jauh, karena entah > apa pemicu dari bbrapa teman yg selalu berpendapat, > bahwa MBI memang 'biang' masalah sejak jaman ribut2 > dulu, dan jangan sampai opini demikian bergulir > tanpa ada klarifikasi yg jelas. > > dan kita yg membaca email ttg mundurnya MBI dari > kepanitian waisak tidak perlu tergesa-gesa utk > menanggapi, tunggulah hasil final dari pihak > kepanitiaan dan mereka yg bersangkutan utk > menyelesaikan terlebih dahulu semua perbedaan. > > beda pendapat adalah lumrah, 'AKU' memang masih > bersemayam dlm setiap pribadi panitia, bahkan sangha > bhiksu atau bhiksuni sekalipun. mari kita lebih > waspada dan bijak melihat semua ini. > > cukup sudah urusan begini yg mengusik kita, sudah > saatnya kita kembali menumbuhkan perhaian murni utk > melihat dan membantu mereka yg ada disekeliling > kita, studi, berlatih, dan berbagi. > > mohon maaf karena balasan email ini terlalu > panjang. > > salam dari kota kembang, > > --- In [email protected], "Bachtiar > Ismail" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Kalau melihat dari kronologis maka ada dua hal > yang saya dapatkan yaitu: > > > > 1. Tidak maunya ketua pelaksana melaksanakan > jadwal yang telah > > ditetapkan oleh KASI, perbedaan krusial ada di jam > acara Dharmasanti > > yang akan dihadiri oleh Presiden > > > > 2. Adanya perwakilan WALUBI yang diundang ketua > pelaksana untuk > > menghadiri rapat > > deleted...... > > > J u n a i d y A n w a r > === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
