Manfaat Menjadi Biksu dan Biskuni
Bagian 4
Oleh:
Lama Thubten Zopa Rinpoche
Jika umat biasa merasa sangha tidak
memiliki kualitas baik, maka tidak perlu memberikan persembahan, tidak perlu memberikan dukungan kepada sangha, sangha sendiri saja tidak mau menciptakan karma baik untuk dirinya sendiri, para umat biasa seharusnya bisa melihat dengan cara demikian.
Tanpa melindungi batin, tanpa moralitas, anda tidak mampu memberikan pelayanan sempurna kepada semua makhluk, bahkan sebagai seorang umat biasa sekalipun. Ketika anda ingin membantu orang lain, masalah dan kesulitan selalu muncul dikarenakan oleh ego anda sendiri, dikarenakan oleh tiga racun dalam batin anda. Cepat atau lambat masalah akan muncul dalam pekerjaan anda, apakah anda seorang yang memegang kendali suatu negara atau melakukan aktifitas pelayanan sosial, bahkan dalam kehidupan sehari-hari, beginilah yang selalu terjadi. Tanpa moralitas, tanpa melindungi batin,
tanpa kedisiplinan, anda tidak bisa merasa puas, damai dan kebahagiaan dalam hati, anda tidak bisa memuaskan keinginan hatimu.
Bahka Hindu mencapai sembilan tingkat samatha, suatu meditasi umum yang bisa di capai tanpa harus berlindung pada Buddha, Dharma, dan Sangha. Bahkan mereka mampu mencapai ketidakmelekatan pada batin, menolak alam nafsu keinginan, mereka merasa bercukupan. Ini berarti mereka melaksanakan moralitas dan disiplin dalam sepanjang latihan, kemudian mereka menjadi tidak melekat pada alam bentuk karena menyadari kerugian-kerugian alam bentuk tersebut. Bahkan ketika mereka mencapai alam tanpa bentuk yang hanya memiliki empat keadaan mental, mereka terbebas dari tiga alam sebelumnya dengan menyadari kerugian-kerugian alam-alam tersebut.
Jadi, bahkan hindu juga mempraktikkan penolakan terhadap samsara, mereka bisa mencapai tingkat tersebut. Bukan berarti menolak seluruh samsara; hal ini tidak disebutkan dalam Hinduisme. Untuk mencapai penbebasan akhir juga tidak disebutkan, juga tidak menyebutkan lima jalan (marga) dan kekosongan. Seseorang tidak akan bisa mencapai pembebasan akhir tanpa mengerti kekosongan, tanpa mengetahui pandangan prasangika tentang kekosongan, yang merupakan salah satu dari empat sekolah filosopi buddhis.
Jika pentahbisan tidak memberikan manfaat besar, jika itu tidak penting, lantas untuk alasan apa Buddha sendiri mengikuti jejak hidup biksu, mencukup habis rambutnya di tepi sungai Neranajan? (alkasih dari Mahayana, Buddha mencapai
pencerahan sempurna di Bodhgaya bukan hal yang pertama kali; beliau telah tercerahkan sejak waktu yang lama sebelum ini).
Semua aktifitas Buddha yang berjumlah dua belas itu, empat kebenaran mulia, mengajarkan kita bagaimana mempraktikkan dharma. Banyak permasalahan dan penderitaan, hanya ada satu cara untuk melepaskannya selamanya dan tidak mengalamai penderitaan itu lagi, yaitu dengan cara mengatasi penyebabnya: dengan cara membebaskan batin dari kekotoran batin dan karma. Dengan demikian anda bisa mencapai pembebasan total dan tidak akan mengalami penderitaan lagi. Hal ini bisa tercapai karena terdapat jalan dan metode yang bisa dipraktikkan. Jadi, pada dasarnya dua belas aktifitas dan empat kebenaran mulia menunjukkan kepada kita bagaimana mempraktikkan dharma.
Membuat suatu generalisasi bahwa yang terbaik adalah semua orang meninggalkan kehidupan sangha dan hidup sebagai praktisi umat biasa adalah cara berpikir yang salah. Masalahnya adalah: pertama: seseorang kurang mengerti dharma sejati, terutama karma, dan yang kedua: hal yang paling penting hilang dalam proses pengalaman meditasi, penolakan samsara dengan menyadari penderitaan alam rendah, menyadari ketidakkekalan dan kematian; namun tidak memiliki pengalaman yang kuat atas hal itu, maka tidak ada realiasasi di meditasi itu.
Bahkan, apabila ada seseorang yang mengerti dharma dengan baik, namun itu hanyalah bersifat intelektual, batin masih seperti semula atau malah bertambah buruk: atau bahkan semakin belajar dharma
lebih banyak justru memupuk kekotoran batin, mengikuti arus hidup dengan penuh pencemaran, hal ini tergantung pada orang tersebut. Dengan demikian seseorang yang telah berlindung dalam triratna adalah tercemar, teman juga tercemar, guru dan triratna juga tercemar, apabila ada orang lain yang mengikuti jejak dia juga menjadi tercemar batinnya.
Kehidupan demikian bisa mempersulit, bahkan menjadi sangat sulit sekali, bahkan sangat membingungkan; ia adalah seorang sangha dengan jubah, kepala dicukur, tapi hati didalamnya bertolak belakang sama sekali. Tentu saja tidak ada orang yang mau membuat kehidupannya bertambah sulit, seseorang membuat hidupnya bertambah sulit karena dia berada dalam penjara samsara disertai dengan kekotoran batin. Hal ini disebabkan oleh pengalaman pribadi karena tidak mempraktikkan dharma dengan
rajin, kemudian anda memberitahu orang lain bahwa jadi seorang biksu atau biskuni tidak baik dan lebih baik menjadi seorang umat biasa dan mempraktikkan dharma.
Di Tibet ada sebuah praktik kebajikan yang disebut Tsa-tsa: rupang Buddha yang di buat dari cetakan, umumnya di buat dalam jumlah yang banyak sekali, jadi membuat semua orang menjadi seperti anda, jika anda bersifat buruk, maka ini bisa jadi cara untuk membuat tsa-tsa buruk.
Hal apa yang membuat sulit kehidupan para biksu dan biksuni, dalam hati mereka, tujuannya adalah Nirvana, maka tujuan ini menjadi sangat mudah, tidak ada masalah, bahkan anda mengalamai hal pelik, kesenangan juga tidak menjadi masalah
berat bagi batin. Namun, apabila dalam hatimu bertujuan mencari kesenangan samsara, bahkan jika orang lain tidak membuatnya menjadi suatu hal yang pelik, anda sendiri bisa mengacaukan kondisi ini. Walaupun orang lain merasa boleh-boleh saja bertujuan mencari kesenangan samsara, dalam batin anda sebagai seorang biarawan akan menjadi bertolak belakang. Jadi hidup sebagai biarawan itu tergantung pada tujuan yang anda emban apa, jika anda merubah tujuan anda dari 'mencari kesenangan samsara' menjadi 'pembebasan dan pencerahan', maka jagalah tujuan itu 24 jam, bahkan setiap saat, maka masalah akan semakin sedikit, dan akan menjadi jelas sekali dalam hatimu.
J u n a i d y A n w a r
Dept. of Information Technology
PT. Tiara Gaya Arga Kencana
Paint, Road Marking, Epoxy Manufacturer
Jl. Cimareme No. 185 A Padalarang, West Java - Indonesia
Phone.: +62 22 665 1515 [ hunting ]
Fax.: +62 22 665 6555
Mobile.: +62 856 219 8835 / +62 22 911 80 855 / +62 22 707 87 555
----------------------------------------------------------
May I become at all times, both now and forever; a protector for those without protection; a guide for those who have lost their way; a ship for those with oceans to cross; a bridge for those with rivers to cross; a sanctuary for those in danger; a lamp for those without light; a place of refuge for those who lack of shelter; and a servant to all in need---Bodhisattvacharyavatara ~ Shantideva
----------------------------------------------------------
Dept. of Information Technology
PT. Tiara Gaya Arga Kencana
Paint, Road Marking, Epoxy Manufacturer
Jl. Cimareme No. 185 A Padalarang, West Java - Indonesia
Phone.: +62 22 665 1515 [ hunting ]
Fax.: +62 22 665 6555
Mobile.: +62 856 219 8835 / +62 22 911 80 855 / +62 22 707 87 555
----------------------------------------------------------
May I become at all times, both now and forever; a protector for those without protection; a guide for those who have lost their way; a ship for those with oceans to cross; a bridge for those with rivers to cross; a sanctuary for those in danger; a lamp for those without light; a place of refuge for those who lack of shelter; and a servant to all in need---Bodhisattvacharyavatara ~ Shantideva
----------------------------------------------------------
Love cheap thrills? Enjoy PC-to-Phone calls to 30+ countries for just 2ยข/min with Yahoo! Messenger with Voice.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
