Bro Siwu,
Thanks atas informasinya, nanti akan saya forward ke forum itu agar si Pak Jusuf itu bisa lebih mikir. Saya memang tidak terlalu memperhatikan point itu pada awalnya karena saya bukan pakar tentang Tao dan juga saya lebih melihat pemikirannya dan mengarahkan diskusi ke pemahamannya, walaupun setelah membaca lagi saya jadi tergelitik, kok Tao itu mendukung Ch'an yang saya tahu malah ada debat eh, perang ilmu waktu Buddhisme masuk ke Tiongkok antara Bhikku dengan pendeta Tao, yang dimenangkan - klo nggak salah ingat- oleh si Bhikku, walaupun memang belakangan ada pembauran dan terbentuklah vihara yang ada tiga ajaran atau Tri Dharma (mohon koreksi dan tambahannya).
jadi, sori dan terimakasih atas inputnya, ini memang bo ceng li taihiapnya suka kelayapan dan bikin ribut di rumah orang, jadi agak heboh hehehehehe.
salam
irwan
--- In [EMAIL PROTECTED], siwu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Namo Buddhaya,
>
> Saya tidak bermaksud diskusi, pun tidak mengerti asal mula pembahasan topik
> ini, hanya ada 2-3 hal yang ingin saya utarakan.
>
> "Taoisme, sudah ada lebih dari 5000 tahun lalu semenjak Kitab I Ching, dan
> karenannya tidak berkompetisi dengan spiritualitas yang muncul sesudahnya,
> bahkan seperti terbukti, bisa membantu pemeluknya supaya menemukan intisari
> ajarannya masing-masing.
>   Contohnya Buddhisme setelah bertemu dengan Taoisme, muncul hybrid baru
> Ch'an lalu Zen."
>
> Kalau berbicara tentang Taoisme, lebih cocok membicarakan Tao Te Cing, bukan
> I Cing. Menurut yg saya tahu, memang I CIng adalah kitab kuno, tetapi bukan
> merupakan satu kitab yg langsung jadi, melainkan seiring zaman mengalami
> penambahan dan pengembangan. I Cing yg paling awal boleh dibilang sudah
> tidak ditemukan lagi. I Cing pada mulanya semacam ilmu statistik yang
> mencatat kondisi perubahan alam, yang kemudian hari berkembang menjadi ilmu
> meramal nasib. Yang kemudian mengembangkan filsafat yang terkandung dalam I
> Cing adalah Konfusius (Konghucu) dan para murid, bukan tokoh Taoisme.
>
> Sedang kitab yang dipandang mewakili Tao adalah Tao Te Cing karya Lao Tze,
> meski sebenarnya Lao Tze sendiri tidak ada hubungan sama sekali dengan
> Taoismne yang sekarang ini. Ada yang mengatakan bahwa sebelum Buddhisme
> masuk ke Tiongkok, tidak ada yang bisa memahami arti Kitab Tao Te Cing.
> Sastrawan dan filosof Tiongkok baru bisa memahami makna Tao Te Cing setelah
> memahami ajaran Buddha. Tidak benar bila dikatakan "Buddhisme setelah
> bertemu dengan Taoisme, muncul hybrid baru Ch'an lalu Zen". Pun Ch'an dan
> Zen adalah satu, Ch'an diambil dari lafal Mandarin, sedang Zen adalah lafal
> Jepang. Jadi bukan "Ch'an lalu Zen", tetapi Ch'an adalah Zen, Zen
> adalah Ch'an.
>
> Salam, siwu
>
> On 4/25/06, BCL T <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Diskusi ini terjadi di milis psikologi transformatif atas postingan Bro
> > Agus di milis mahayana yang saya forward ke sana.
> >
> > Seperti biasa lalu ada saja orang pintar dan intelektual yang lalu
> > membahas dan mengeluarkan kepintarannya, mungkin agar kelihatan pakar dan
> > lalu menjadi eksis dalam urusan (konsultasi) management, yah saya tidak
> > tahulah, namun tetap saja saya selalu berharap agar para peminat Zen pada
> > akhirnya atau mestilah mengikuti pelatihan Zen atau meditasi Vipassana atau
> > yang mirip dengan itu agar tidak lalu kembali menjadi burug beo atau tape
> > recorder rusak.
> >
> > Dan secara pribadi saya tetap menganggap Zen /Ch'an itu tidak untuk
> > strategi management atau politik dan sejenisnya dan tetaplah untuk
> > memperbaiki pribadi manusia-manusia yang berkecimpung dalam dunia sosial itu
> > sebagaimana dia adanya, ekonom, manager, Direktur, Presiden direktur dll,
> > dan dengan demikian tentunya kita bisa mengharapkan agar tidak terjadi
> > politisasi Ch'an/Zen dan lalu bisa diharapkan tumbuhnya pelatihan Zen di
> > Indonesia yang semoga bisa memberikan kontribusi bagi perbaikan moral bangsa
> > ini secara umum, Semoga.....
> >
> > dari yang bodoh.....
>


New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save big.

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke