Title: Message
 
-----Original Message-----
From: Gita Wina
Sent: Tuesday, April 25, 2006 2:44 PM

 

 
HATI-HATI BUAT YANG SUDAH PUNYA ANAK

> Subject: Kisah nyata nan memilukan
>
>
> Ini adalah kisah  nyata yang terjadi dikota Pekan baru, tetangga
> propinsi Sumatera barat. Beberapa saat yang lalu seorang ibu yang
> merupakan Istri seorang dosen di Kota Pekan baru telah kehilangan anak

> laki-lakinya
berusia
> belia. Kira-kira umurnya 8 hingga 9 tahun ( kelas  2 SD) Anak itu
> berparas cukup ideal sehat dan pintar.
>
> Setelah seminggu hilang dengan segala upaya dicari tetapi tidak
> membuahkan hasil.
Lima belas hari Kemudian salah seorang dosen lain
> yang merupakan teman dari suaminya melihat seorang anak dengan pakaian

> lusuh compang camping dan telah menjadi pengemis yang Fakir dan papa.
> Teman dosen itu melihat anak yang dimaksud di salah satu
kota besar di

> Jepang. Dia kaget dan mengira-ngira rasanya dia pernah lihat anak itu.

> Akhir kata dia ingat, itu adalah putra teman yang seprofesi dengan nya

> di Pekan baru.
>
> Kemudian dengan segera dia menelpon ke Pekan baru dari Jepang.
> Ternyata benar anak itu adalah anak temannya. Singkat cerita anak itu
> akhirnya diboyong kembali ke
Indonesia. Alangkah gembiranya si Ibu
> ketika tahu anaknya akan kembali. Tapi apa yang terjadi???  Anak itu
> memang bisa
pulang
> dan bertemu dengan kedua orang tuanya tetapi tidak bisa lagi bicara
> karena telah kehilangan lidahnya yang sengaja dipotong supaya tidak
> bisa memberikan informasi. Apa yang terjadi dengan anak itu?? setelah
> diperiksakan ke dokter ternyata salah satu ginjalnya telah diambil
> secara paksa melalui operasi untuk di jual kepada yang membutuhkan.
>
> Alangkah malangnya nasib anak itu, setelah ginjalnya di ambil dia
> harus kehilangan lidahnya agar tidak bisa dikorek informasi darinya.
> Dan ibu si anak sangat stress dengan kejadian ini. Dimana hati nurani
> orang yang
telah
> berbuat zalim ini. Dia dapat keuntungan dari menjual dan mencuri
> ginjal tetapi balasanya dia menuntut untuk memotong lidah anak yang
> telah diambil ginjalnya tadi. Ini pelajaran buat kita semua untuk
> hati-hati terhadap anak-anak kita.
>
> jangan sekali-kali lepas dari perhatian kita. Apalagi ketika membawa
mereka
> ketempat keramaian seperti pasar dan mall serta tempat wisata lainnya.
>
> Kemudian kalau anak-anak tersebut pergi ke sekolah sebaiknya ada kakak
atau
> temannya yang menemani kalau orang tuannya tak bisa.
>
> Semoga kisah pilu ini  tidak terjadi lagi dengan senantiasa waspada..... 



** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke