Rekan2 se-Dhamma/para Dharmaduta

Waisak telah dekat, mari kita jadi moment yang baik untuk merenungkan
kembali segala jasa kebajikan yang telah diberikan oleh Guru Agung
Sang Buddha Gotama, namun kita jangan lupa dengan teman-teman kita se-
Dharma yang konon terlupakan seperti teman2 kita yang tinggal dibalik
jeruji, yang berada di panti asuhan, ataupun panti jompo.

Harapan besar, apa yang telah kami lakukan di pulau Batam, bisa
menjadi contoh bagi teman2 se-Dhamma/para Dharmaduta, di mana kami
telah beberapa kali mengadakan puja-bakti bersama di Lembaga
Kemasyarakatan Kelas II A Batam mulai dari bulan November 2005 hingga
sekarang, ada pun puja bakti ini diisi Dhammadesana oleh beberapa
bhikkhu yang dijadwalkan hadir di pulau Batam, seperti:
1. YM. Saddhaviro Thera (Nov'05)
2. YM. Cittagutto (Jan'06)
3. YM. Atimedho Thera (Feb'06, Apr'06)
4. YM. Dhammiko (Mar'06)
5. YM. Dhammadiro Thera (Apr'06)
6. YM. Santamano (27 Apr'06)
Respon dari teman2 di lapas, mereka sangat senang, dan merasa
membutuhkan sekali perhatian kita2... sy kerap mendengar keluhan2
dari mereka, bahwa kehidupan di balik jeruji sangat membuat pikiran
mereka kalut, stress, kacau, bahkan sampai kesehatan bisa menurun,
apalagi ditambah dengan keadaan fasilitas lapas yang kurang bersih.
Di lapas wanita kerap terjadi kekerasan, dan pemaksaan hak asasi,
seperti adanya napi wanita senior memaksa yang yunior untuk saling
memukul temannya. Kebetulan ini terjadi pada napi wanita Buddhis, dan
bertanya kepada kami bagaimana solusi hal ini...

Ternyata dengan mengikuti Puja Bakti ini.. mereka banyak mendapat
manfaat, memberi kesempatan mereka berbuat bajik, menumbuhkan ikrar
untuk berlindung kepada Triratna, dan tekad latihan diri menjalankan
Sila. Mereka sungguh mengikuti dengan khidmat dan perhatian, walaupun
duduk beralaskan plastik, dan sempit, mereka tetap khidmat mengikuti
puja bakti...

Oleh karenanya sy coba mengetuk hati teman2 Para Dharmaduta, untuk
tidak melupakan teman kita yang selama ini tidak nampak dari
pandangan mata kita.

Semoga Waisak kali ini, kita coba share kebahagiaan berkah Waisak
bersama mereka...

Salam metta,
Suwarno







** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke