oleh Y.A. Thich Nhat Hanh
Bagian (1)
Ketika kita membuka mata kita, kita dapat melihat
langit yg biru, awan-awan
putih, cuaca yg cerah, bunga-bunga yg bagus dan
anak-anak yg cantik. Tapi
apakah kita bahagia dengan diri kita sendiri?
Aku ingin berbagi dengan kamu sebuah puisi, yang
ditulis oleh seorang teman yang meninggal saat berusia
duapuluh delapan tahun di Saigon, sekitar tigapuluh
tahun yang lalu. Setelah ia meninggal, banyak orang
yang menemukan puisi-puisi indah yg telah Ia tulis,
dan aku sangat terkejut ketika aku membaca
puisi istimewa ini.
Kedudukan yang tenang oleh karena pagar,
dan kau tersenyum dengan senyummu yg menakjubkan.
Aku terdiam tak bicara, dan pikiran sehatku terasa
penuh
oleh suara suara yg mengalun dari nyanyian indahmu.
Tak ada awal dan tak ada akhir
Aku sangat dalam menunduk padamu.
"Kau" mengacu pada suatu bunga, sekuntum dahlia. Pagi
itu ketika ia sedang
melewati sebuah padang, ia melihat sekuntum bunga yg
kecil, dan merasa
sangat terpesona oleh penglihatan tentangnya. Dan pada
saat itu juga Ia
berhenti dan langsung menulis puisi ini.
Aku sangat menikmati sekali puisi ini. Kamu pasti
mengira bahwa sang penyair adalah seorang Ahli tentang
Zen, sebab caranya melihat berbagai hal sangat dalam.
Tetapi ia hanya orang biasa. Bagaimana cara ia melihat
bunga itu justru adalah cara untuk kita dalam
mempraktekkan meditasi kesadaran. Kita mencoba untuk
dapat bersentuhan dengan kehidupan di masa sekarang
dan
melihat dalam-dalam berbagai hal yang terjadi pada
kita di masa sekarang ini. Dan kita dapat melakukan
itu selagi kita sedang minum teh, berjalan, duduk, dan
seterusnya.
Rahasia sebuah kesuksesan adalah menjadi dirimu
sendiri, yang benar-benar dirimu sendiri, sebab ketika
kamu benar-benar menjadi dirimu sendiri, kamu dapat
menghadapi kehidupan di masa sekarang.
Pada saat makan malam terakhirnya, Yesus dari
Nazareth berkata kepada murid-muridnya: "Sepotong roti
ini adalah dagingKu. Makanlah." Itu adalah suatu
pernyataan yg radikal.
Ia harus memberi maklumat untuk keduabelas temannya yg
pada saat itu sedang dalam keadaan tak terbangun, dan
dengan demikian ia ingin mengatakan suatu ucapan yang
kuat yang dapat membangunkan mereka, untuk membuat
mereka hidup secara penuh di masa sekarang.
Ini adalah sebuah cerita lain tentang bunga, yang
terkenal dalam lingkaran Zen. Suatu hari Sang Buddha
menggenggam sekuntum bunga di hadapan para pendengar
yg terdiri dari 1,250 biarawan. Ia tidak mengatakan
apapun selama beberapa waktu. Tiba-tiba, ia tersenyum.
Ia tersenyum sebab ada se seseorang di antara
pendengar yg tersenyum padanya dan pada bunga yang
sedang Ia genggam. Nama biarawan itu adalah
Mahakashyapa. Dan Ia adalah satu-satunya orang yang
tersenyum, dan Sang Buddha tersenyum kembali dan
berkata, "Aku mempunyai sebuah pengertian mendalam
yang berharga dan aku
sudah mengirimkannya ke Mahakashyapa." Cerita itu
telah dibahas oleh berbagai generasi umat Buddha dan
orang-orang terus mencari apa arti dari semua itu.
Untukku artinya sungguh sederhana. Saat seseorang
menggenggam sekuntum bunga dan menunjukkannya padamu,
ia ingin agar kamu melihatnya. Dan apabila kamu terus
berpikir tentang itu, kamu akan kehilangan bunga itu.
Seseorang yang tidak memikirkan itu, tetapi hanya
menjadi dirinya sendiri, akan mampu untuk menemukan
bunga itu dalam kedalamannya.
Itulah masalah tentang kehidupan. Jika kita tidak
tinggal di masa sekarang, kita akan kehilangan
segalanya. Ketika anakmu menghadiahkan dirinya
kepadamu dengan sebuah senyuman tetapi kamu malah
berpikir tentang masa depan atau masa lalu atau
menyibukkan diri dengan masalah lain sebagai
gantinya, maka anakmu tidak benar-benar ada disana
untuk kamu. Teknik untuk menjalani hidup adalah
menjadi dirimu yg sebenarnya. Lalu kamu akan dapat
melihat senyumannya dan memeluknya.
Hidup dalam kedamaian adalah sesuatu yang kita semua
inginkan. Tetapi aku bermaksud untuk bertanya: Apakah
kita mempunyai suatu kapasitas untuk
menikmati kedamaian? Jika kedamaian ada disini apakah
kamu akan mampu menikmatinya, melihat kecantikannya,
atau apa kamu malah akan menemukan
sesuatu yg membosankan? Buatku, kedamaian,
kebahagiaan, kegembiraan dan kehidupan semuanya
berkaitan, dan kita dapat mengalami semuanya tepat di
masa sekarang ini. Ini semua selalu tersedia untuk
kita tetapi jika kita tidak mampu untuk mengalaminya,
bagaimana mungkin kita bisa membuat kedamaian itu
tumbuh?
Sumber :
How To Develop Happiness In Daily Living
Bagaimana Cara Mengembangkan Kebahagiaan Dalam
Kehidupan Sehari-hari
B. Liow, Kota Kemuning, Shah Alam, Selangor, MALAYSIA
22 Mei, 2005
Diterjemahkan oleh :
FKUB DKI Jakarta dan Yayasan Avalokitesvara
Forum Komunikasi Umat Buddha FKUB DKI Jakarta
Jalan Sili 3 No. 47, Jakarta Utara 14450
Website : www.forumbuddha.com Email. [EMAIL PROTECTED]
Yayasan Avalokitesvara
Jalan Muara Karang Blok D1 Utara No. 55, Jakarta Utara
Telp. (021) 66696070 Email. [EMAIL PROTECTED]
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
| Religion and spirituality | Seb | Spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
