wrote:
> Date: Tue, 23 May 2006 06:41:15 -0700 (PDT)
> From: Bhikkhu Sudhammacaro
> <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: dari Bhante
> To: [EMAIL PROTECTED]
>
> FENOMENA DHAMMA
> (UNTUK KALANGAN SENDIRI)
>
>
> JAWABAN & TERIMA KASIH ATAS TANGGAPANNYA
>
> Pertama-tama saya ucapkan banyak
> terima kasih kepada semua teman seperjalanan dalam
> Dhamma, atas tangapannya dan dukungan
> moril-pengertian Dhammanya, juga yang menolak maupun
> yang menghalangi aksi damai secara Dhamma dengan
> dedikasih ini semoga semua pihak akan lebih terbuka
> dan bertambah maju pengertian Dhammanya, dengan
> alasan bahwa Dhamma ajaran Buddha tidak ada yang
> dirahasiakan, ingatlah baik-baik hal ini! Semoga
> anda semua makin maju dan bertambah kuat
> keyakinannya kepada Buddha, Dhamma dan Arya Sanggha.
>
> Uraian klarifikasi tentang Kronologis Pengunduran
> diri Bhikkhu Sudhammacaro (saya) sudah jelas sekali
> isinya dan semua ada buktinya, juga semua umat
> Buddha bisa membuktikannya kalau belum tahu, jika
> mau tahu buktinya, tinggal datang, tanyakan, lihat
> dan buktikan, sangat mudah.
> Dan uraian klarifikasi tersebut sudah
> dikirim ke para pemimpin organisasi Buddhis di
> Indonesia dan Direktur Urusan Agama Buddha
> Bpk.Cornelis Wowor M.A.(beliau tahu tentang winaya
> sebab mantan bhikkhu), saya (bhikkhu Sudhamacaro)
> tinggal menunggu reaksi tindakan mereka yang
> berkepentingan apa?
> Mengapa baru sekarang saya membongkar
> kebusukkan STI?
> Alasannya ialah, setiap tindakan
> apapun harus pakai pertimbangan dan menunggu ada
> bukti-bukti kejadiannya, karena hal itu untuk bahan
> dasar winaya sebagai senjata Penakluk. Selain
> itu, kalau dibiarkan berarti saya tidak bertanggung
> jawab secara moral terhadap Dhamma Winaya, juga
> tidak ada rasa cinta-kasih kepada umat Buddha yang
> telah berbakti dengan keyakinannya kepada Buddha,
> Dhamma, dan Sanggha, sungguh kasihan nanti mereka
> bisa kecewa berat, jika suatu saat tahu kebusukkan
> STI akhirnya bisa menyalahkan Dhamma ajaran Buddha
> Gotama itu sendiri, kemudian mereka yang tidak tahan
> bisa pindah agama atau paling tidak meninggalkan
> agama Buddha alias tidak beragama, seperti buktinya
> bapak Lo Willy Prang dari Denpasar (lihat di bawah),
> lalu siapakah yang mau bertanggung jawab kelak?
> Suatu kejahatan kalau dibiarkan pasti akan semakin
> merajalela di kemudian hari, selanjutnya malah akan
> semakin tidak bisa diperbaiki, justru yang
> dikhawatirkan akan semakin gila, efeknya lebih
> berbahaya.
> Contoh yang sangat jelas dan nyata yang dapat kita
> saksikan bersama saat ini, ialah Negara dan Bangsa
> kita Indonesia, sumber daya alam yang melimpah ruah,
> tapi rakyatnya miskin, kelaparan, gizi buruk, busung
> lapar baik di kota sampai di desa, gedung sekolah
> banyak rusak berat dan yang ambruk tidak sedikit
> tapi dibiarkan, buta huruf, akibatnya kejahatan
> merajalela, hukum tidak berjalan dengan baik
> bagaikan lawakan segar Srimulat saja, banyak jalan
> raya rusak parah semua dibiarkan, mengapa demikian?
> Pasti anda semua tahu penyebabnya, ialah kelalaian
> dan Pembiaran, bermasa bodoh, tak mau tahu, cuci
> tangan, lempar tanggung jawab, cari kambing hitam
> dst...
> Akibat dari semua itu akhirnya di TV Indosiar tiap
> senin jam 22.00. ada acara Presiden Republik BBM
> (Benar-benar Mabok), masyarakat sudah benar-benar
> mabok tapi tidak dapat bertindak apa-apa menyaksikan
> ulah para pemimpinnya, kecuali pelampiasannya
> melalui Kritikan yang tujuannya tak lain agar segera
> diperbaiki dan menghentikan praktik kotor dan hina
> itu. Tapi rupanya STI juga ketularan jadi STI-BBM
> artinya "STI Benar-benar Mabok
> betul kan.
> Presiden kita dan wakilnya saja dikritik begitu
> keras dan tajamnya tidak marah, masa sudah digundul
> pakai jubah bhikkhu palsu/gadungan dikritik sedikit
> saja, sudah ngamuk kebakaran jenggot semua, lho
> kalau begitu apa gunanya belajar dan praktik Dhamma
> selama ini hingga berani kepala digundul dan pakai
> jubah segala, apa tak punya nyali? Eh.. tak punya
> malu atau ngdableg?
>
> DAMPAK PENYELEWENGAN/PELANGGARAN BERAT
> BHIKKHU
> Coba pikirkan dengan baik dan benar
> secara Dhamma, andaikata ada orang/teman mu berbuat
> kesalahan/kejahatan dan kebetulan kita tahu, lalu
> apa yang akan anda lakukan?
> Jika anda membiarkannya terus dia berbuat jahat,
> berarti anda tidak kasihan padanya, juga membiarkan
> dia akan lebih panjang waktunya menerima hukuman
> penderitaannya di neraka, peta, asura, hewan sesuai
> hukum karmanya.
> Selain itu, pihak yang dirugikan/umat akan
> buta/gelap batinnya selama hidupnya karena tidak ada
> yang memberitahukan, dan jika nanti setelah waktunya
> dia tahu sendiri, pasti umat yang dirugikan itu akan
> menyimpan dendam-benci, kesal, kecewa, marah,
> trauma, baik kepada yang bersangkutan maupun kepada
> seluruh komunitas agama Buddha, boleh jadi umat
> tersebut akan berpindah agama secara serentak atau
> perlahan.
> Yang terakhir nama baik Sanggha dan agama Buddha
> akan rusak dan hancur secara keseluruhan, lalu
> maukah anda yang akan menanggung beban karma
> buruknya kelak di kemudian hari yang sangat berat
> ini? Karena beralasan dengan Pembiaran berlalu
> begitu saja atau cuci tangan.
>
> SALAH SATU BUKTI UMAT BUDDHA DENPASAR
> Bpk. Lo Willy Prang adalah umat Buddha
> denpasar salah satu korban konspirasi kejahatan yang
> ungkapannya ditulis di bawah, anda bisa membacanya
> bukan?
> Sungguh tragis dan Ironis, berbuat baik berdana
> makanan kepada bhikkhu kelompok lain (2 orang
> bhikkhu Thailand), padahal memberi makannya di
> wihara Buddha Sakyamuni, tapi akhirnya di bantai dan
> diperkosa hak-haknya, bahkan di kirim/didatangi para
> Preman (tukang pukul) oleh pengurus dan umat dari
> wihara Buddha Sakyamuni Denpasar, dst...
> Beliau jadi Trauma lalu perlahan meninggalkan
> semua yang berbau agama Buddha, mengapa demikian?
> Padahal kita tahu agama Buddha
> (Dhamma) tidak salah dan tidak ada kaitannya sama
> sekali dengan akibat kejahatan oknum Pengurus wihara
> Buddha Sakyamuni denpasar, umat Buddha dst ...
> Menurut Bpk.Lo Willy Prang dibalik
> tindakan oknum pengurus dan umat Buddha wihara
> Buddha Sakyamuni denpasar itu adalah didalangi oleh
> "OKNUM" STI. Inilah yang
> namanya korban konspirasi, sangat tidak
ber-prikemanusiaan.
> Sebenarnya, hal ini umum/wajar yaitu yang disebut
> dampak, akibat dan pengaruh dari kejahatan akan
> menjadi sangat luas efeknya, saya justru tidak rela
> kalau terus tiap hari ada korban kejahatan berkedok
> agama Buddha ("OKNUM" STI),
> lebih baik segera Hentikan!.
>
> CONTOH Y.M. ANGULIMALA SEBAGAI BUKTI
> Y.M. Angulimala adalah salah satu
> bukti contoh di zaman Buddha Gotama masih hidup, dan
> menjadi sejarah cerita yang sangat menarik di setiap
> wihara sejak dulu hingga kini, saya bisa mengambil
> contohnya ialah, bahwa Buddha Gotama bertindak tepat
> waktunya ketika Angulimala menjadi Pembunuh yang
> kejam dan sadis, membantai 999 orang yang jarinya
> dipotong dan dibuatkan kalung, tinggal menunggu satu
> lagi dan akhirnya Ibunya datang untuk menyadarkan,
> tiba-tiba Buddha muncul ditengah diantaranya yang
> tujuannya untuk memancing Angulimala mengejar Nya.
> Ketika Angulimala mengejar Buddha
> untuk menangkap dan membunuh Nya, ternyata tidak
> semudah yang dibayangkan, sebab Buddha menggunakan
> kemampuan spiritual yang luhur, meskipun kelihatan
> dekat dan Angulimala lari dengan kecepatan seekor
> kijang, tapi tetap tidak terkejar, yang akhirnya
> Angulimala menyerah sambil berteriak: Hai Petapa
> Gundul, berhenti kau. Kata-katanya berulangkali
> diucapkan, namun Buddha menjawab: Aku sudah
> berhenti sejak dulu, justru engkau yang belum
> Berhenti. Sabda Buddha dengan kemampuan batin yang
> luhur disertai rasa Belas Kasih Nya yang mendalam
> masuk kerelung hati Angulimala hingga bisa
> mencerahkan batin Angulimala, dapat menyadarkan
> kelalaian, kegelapan batin dan kebodohan batinnya,
> akhirnya Angulimala baru sadar sesadar-sadarnya.
> Lalu Angulimala mengakui kejahatannya dan mohon
> ditahbiskan menjadi bhikkhu, tidak lama kemudian
> Angulimala setelah menjadi bhikkhu dapat
> menyelesaikan tugasnya menjadi manusia yang bebas
> dan suci.
> Betapa manusia Buddha memiliki kesempurnaan yang
> tak tertandingi dan kesaktian yang luar biasa, tapi
> digunakan sesuai dengan Dhamma demi keselamatan,
> kebahagiaan dan kesejahteraan bagi semua makhluk.
> Buddha sangat tahu bahwa membunuh seeorang Ibu
> adalah Anantariyakamma bisa masuk Neraka Awici
> tersiksa sangat lama dan panjang berjuta tahun, juga
> suatu Kejahatan yang sudah sangat parah, keji,
> biadab, kejam, sadis memang harus Dihentikan.
> Jika tidak, berarti manusia akan sia-sia berbuat
> kebaikkan, secara hukum berarti Dhamma tidak ada
> gunanya, itulah sebabnya dimanapun Kejahatan berada
> jika sudah sampai klimaksnya, pasti harus Berhenti
> atau dihentikan.
>
> BERMIMPI MAIN LAWAK SRIMULAT
> Mungkin kejahatan yang dilakukan oleh "OKNUM" STI
itu mereka anggap mimpi
> bermain-main seperti halnya bermain lawak
> Srimulat, padahal mereka tidak ingat kepala sudah
> gundul dan pakai jubah.
> Memang, di Indonesia pengadilan juga dibuat mirip
> sandiwara lawak Srimulat, barangkali karakter Petruk
> itu melekat/membatin sampai mati hingga lupa diri
> siapa sebenarnya mereka saat ini.
> Anda tahu bahwa Bangsa Jawa punya moto yang unik
> dan lucu mirip lawakan Srimulat yakni: Mangan Ora
> Mangan Asal kumpul, artinya Makan atau tidak makan
> asal Kumpul, karena motonya itulah yang sangat kuat
> bagaikan Tekad/Adhitthana maka akhirnya jadi
> Kenyataan, yaitu bangsa indonesia kebanyakan
> kekurangan makan/miskin/kelaparan (lihat Yahukimo),
> tapi asal kumpul.
> Begitu pula kelompok "OKNUM" STI tersebut
asal/hanya kumpul saja tapi tak tahu
> kerja/tujuan untuk apa?, dan seolah tak tahu apa
> yang sebenarnya sedang mereka kerjakan/jalani dalam
> tujuan hidupnya, meskipun digundul pakai jubah
> seolah tak tahu dan gelap batinnya, alangkah lucunya
> mirip dagelan si Jojon dan si Abah Bolot saja.
>
> PEMIMPIN ADALAH CONTOH BAGI ANAK BUAHNYA
> Seorang Pemimpin segala tindak-tanduknya pasti
> akan ditiru oleh murid/anak buahnya ini sudah hukum
> alam sejak zaman purba hingga kini, maka jangan
> heran kalau seorang bhikkhu yang jadi pemimpin
> memberi contoh tindakan seperti misalnya ada bhikkhu
> senior suka mengejar Gelar kehormatan dengan cara
> apapun, maka muridnya/anak buahnya ikut-ikutan.
> Contohnya, jika bhikkhu seniornya sekolah/kuliah
> untuk mencari Gelar di Universitas Umum maka anak
> buahnya/muridnya pasti beramai-ramai ikut.
> Jadi kalau dinilai secara Dhamma apa sih tujuannya
> mereka menjadi bhikkhu? Apa tidak tahu atau tak
> mengerti, atau berlagak bodoh tapi sebenarnya untuk
> batu loncatan? Sudah gundul pakai jubah jadi bhikkhu
> malah sekolah umum mencari gelar untuk bekal cari
> kerja? Aduh lucunya...
> Ada lagi bhikkhu seniornya pacaran maka anak
> buah/muridnya ikut-ikutan sebab mereka mengira boleh
> dan dibolehkan dalam winaya, kebetulan asyik
> yah...keterusan maka bagi muridnya yang tidak tahan
> akhirnya lepas jubah dan kaw....in, jika bisa atau
> disetujui oleh orang tua wanitanya, tapi kalau orang
> tuanya alot yah..bersabar saja menunggu mati dulu
> orang tuanya.
> Ada juga yang kemungkinan kawinnya nanti di alam
> selanjutnya karena ditunggu saking setianya, dan
> mungkin sudah janji setianya sampai mati di
> kehidupan selanjutnya, namun sayangnya kita pasti,
> jadi kita tidak bisa menyaksikan pestanya, kita
> hanya cukup doanya saja semoga mereka bisa bertemu
> lagi dan jangan kesasar jalan.
>
> MENCEGAH LEBIH BAIK DARIPADA PEMBIARAN
> Saya hanya manusia Puthujana belum memiliki
> kebajikan yang luhur, tidak punya kemampuan batin
> luar biasa seperti Buddha dan saya bukan Buddha,
> saya adalah manusia bodoh dan apa adanya, namun
> semangat membela kebenaran Dhamma amat tinggi dan
> muluk, idealis, saya hanya berbekal belas kasih
> kepada semua umat Buddha dengan harapan tindakan
> saya ini sedikitnya akan dapat mencegah eksodus umat
> pergi ke tempat lain, juga mencegah orang lain masuk
> Neraka, Peta, Asura dan Hewan yang sangat menderita
> tersiksa dan cukup lama waktunya sampai berjuta-juta
> tahun.
>
>
> Tangerang, 23 Mei 2006
>
>
> Salam damai dan bahagia.
>
> Bhikkhu Sudhammacaro
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
| Beyond belief | Religion and spirituality | Woman and spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
