Karma buruk dari memakan daging?
Itu sudah jelas kan....
Malahan akibat langsungnya dapat dirasakan di kehidupan kita sekarang.
Diantaranya banyak penyakit yang diakibatkan dari makan makanan yang berasal dari daging hewan, dari yang ringan sampai yang berat.
Dengan menghindari memakan daging maka setidaknya kita terhindar dari karma(akibat) yang ditimbulkan dari mengkonsumsi daging hewan tersebut.
Terlebih lagi apabila kita ingin meningkatkan cinta kasih kita kepada semua mahluk akan sangat membantu jika kita berusaha menghindari untuk mengkonsumsi daging hewan.
Rasanya sungguh munafik jika kita selalu berkata bahwa kita mengasihi semua mahluk tanpa kecuali, namun kita masih doyan untuk makan daging dan beralasan bahwa hewan tersebut bukan kita yang bunuh, jadi tidak melanggar sila.
Tapi kalo gak ada yang bunuh, gimana daging tersebut bisa tersedia untuk dimakan? Tidak mungkin kan hewan tersebut secara sukarela bunuh diri agar dagingnya dimakan oleh manusia?
Jika anda sempat melihat hewan yang akan dijagal, maka anda dapat lihat bahwa tidak ada hewan yang gembira dan senang, sebaliknya suasananya mencekam penuh dengan jerit histeris dan tangis hewan yang akan dijagal tersebut. Dan semua itu terjadi demi sepotong daging di menu makanan kita.
Dengan mengkonsumsi daging secara rutin, maka secara "Langsung" kita telah menyuruh orang lain (penjagal) membunuh mahluk hidup untuk diambil dagingnya.
Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di www.peta.org, disana kita khususnya umat Buddhis bisa belajar banyak mengenai cinta kasih kepada hewan-hewan yang menjadi konsumsi manusia.
With Metta.
Mulyadi
| "Sleeping Dragon"
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent by: [email protected] 06/01/2006 01:56 PM
|
|
Saya ingin bertanya pada teman2 sekalian.
Apabila orang menerima sumbangan berupa uang dari seorang perampok
dari hasil merampok dan yang menerima dana tersebut mengetahuinya.
Apakah si penerima dana tersebut menerima kamma buruk jika ia menerima
dan menggunakan uang tersebut.
Jika iya
seharusnya orang juga menerima kamma buruk dari memakan daging
karena mengetahuinya berasal dari pembunuhan.
Karena pandangan saya kedua kasus itu sama
Bagaimana tanggapan rekan semua ???
Mohon petunjuk dan penjelasannya
Salam
Wei
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
| Beyond belief | Religion and spirituality | Woman and spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala"
on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email
to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
--------------------------------------------------------------------
This message contains confidential information and is intended only for the addressee named. If you are not the named addressee (or authorised to receive for the addressee), you must not disseminate, distribute or copy this email.Please notify the sender immediately by e-mail if you have received this e-mail by mistake and delete this e-mail from your system
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
| Beyond belief | Religion and spirituality | Woman and spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
