Hari Antinarkoba Internasional
Remaja Kian Akrab
Mayoritas remaja mencicipi obat terlarang karena sekadar ingin tahu.
Organisasi Buruh Internasional (ILO) melansir studi yang mengejutkan pecan lalu. Melalui penelitian di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat pada Agustus tahun lalu, organisasi tersebut menyimpulkan 92 persen anak berusia di bawah 18 tahun di dua wilayah tersebut bersentuhan dengan obat-obat terlarang. Lebih mengagetkan lagi, Kepala Penasihat Teknis Proyek Penanggulangan Pekerja Anak ILO Patrick Quinn menegaskan keterlibatan anak-anak itu dalam pembuatan dan peredaran narkoba dimulai saat mereka berusia 13-15 tahun.
Anda, termasuk orang yang menggeleng-gelengkan kepala? Barangkali Anda teringat berita-berita yang menuturkan anak-anak sekolah dasar pun telah menjadi sasaran untuk penjualan obat haram tersebut. Bahkan salah satunya menyebutkan
yang menjadi pengedar adalah seorang ibu. Jangan hanya mengusap dada. Ketika anak telah berkenalan dengan rokok, kemudian belajar untuk mencicipi minuman beralkohol, pengawasan Anda harus ditingkatkan. Sebab, menurut penelitian tersebut, sebelum memakai barang-barang haram itu, mereka sebelumnya berkenalan dengan rokok, minuman alkohol, dan mengisap lem.
Pada usia 15-16 tahun, kegiatan remaja ini mulai meningkat dengan mengisap ganja, heroin, ekstasi, dan sabu-sabu. Alasan mereka untuk menjadi pecandu beragam. Mulai sekadar ingin tahu (72 persen), tekanan teman (67 persen), dan untuk memperoleh teman (66,1 persen). Jenis yang paling populer di kalangan remaja ini adalah heroin dan ganja.
Sejumlah remaja awalnya bergerak sebgai pengedar. Uang yang mulanya menjerat mereka. Maklum,
bagi mereka, perolehan sebesar Rp 40-200 ribu per bulan cukup menggiurkan. Itulah yang dialami Asep, mantan pecandu. Godaan lembaran kertas bergambar Sudirman yang membuat Asep, 14 tahun, beralih dari pengamen menjadi pengedar obat terlarang. Remaja asal Garut yang menggelandang sejak berusia 4 tahun ini menyebutkan semula ia hanya menjadi penjual. Suatu ketika ia mendapat tawaran gratis hingga ia ketagihan dan terjerumus sebagai pemakai narkoba selama delapan tahun.
Soal akrabnya remaja kota metropolitan dengan narkoba tampaknya sebuah rahasia umum. Komisaris Jenderal I Made Mangku Pastika, Ketua Badan Narkotika Nasional, pun menyatakan, dari 4 juta pengguna narkoba di seluruh Indonesia, sebanyak 20 persen adalah remaja. Pastika pun ikut cemas karena hal itu mengarah pada ancaman masa depan bangsa.
Pastika mengungkap tiga hal strategis yang harus dilakukan oleh masyarakat dan aparat penegak hukum, yakni mengurangi permintaan, ketersediaan, dan dampak bahaya narkoba. �Anak dan remaja aset masa depan bangsa. Jangan biarkan mereka terjerat barang ini,� ujarnya serius.
Maklum, dampak narkoba memang melebar. Veronica Colondam, Ketua Umum Yayasan Cinta Anak Bangsa, salah satu lembaga swadaya masyarakat yang peduli dan aktif memerangi soal narkoba, mengungkapkan terdapat 130 ribu kasus HIV/AIDS yang terdeteksi di Indonesia, yang sebagian besar diantaranya terinfeksi dari pengguna narkoba suntik. Ia mengutip data tersebut dari Departemen Kesehatan. �Angka ini jelas menjadi ancaman serius bangsa. Apalagi sasarannya mulai merecoki dunia anak dan remaja, baik melalui lingkungan pergaulan maupun di sekolah,� kata perempuan berkulit putih
itu.
Menurut psikolog anak Seto Mulyadi, bahaya narkoba yang mengintai dunia anak dan remaja mesti disikapi dengan ketat. Ia setuju kampanye pencegahan narkoba harus menyeluruh dan tidak bisa jalan lewat satu pintu saja. �Pemerintah, sekolah, orang tua, lingkungan, dan sebagainya mesti kompak memeranginya,� katanya.
Dede Shinta Sudono, koordinator proyek nasional untuk anak yang terlibat dalam peredaran narkoba ILO Indonesia, menyatakan penelitian di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat � dua wilayah yang dikenal sebagai sarang peredaran barang terlarang itu � menunjukkan, diantara 500 responden anak pengguna ataupun mantan pengguna narkoba, ditemukan 464 anak terlibat dalam peredaran narkoba. Padahal jelas-jelas obat terlarang bukanlah mainan anak-anak! * HADRIANI P
Orang Tua, Lingkungan, dan Guru
Pada saat anak menginjak usia remaja, orang tua benar-benar perlu melakukan pengawasan lebih ketat. Veronica Colondam, Ketua Umum Yayasan Cinta Anak Bangsa, menyatakan pengawasan ketat sebenarnya perlu dilakukan orang tua, lingkungan, dan guru. Dari berbagai kasus yang pernah ditangani, biasanya remaja dan anak-anak terjerat narkoba bermula dari coba-coba atau pengaruh lingkungan pergaulan.
�Yang efektif pengawasan orang tua dari rumah, itu benteng utama. Jangan berdalih sibuk kerja, anak jadi terlantar, sampai tidak mengerti anaknya terjerat barang tersebut. Bagi orang tua yang tidak bekerja pun mesti ketat melakukan pengawasan. Sebab, korban anak dan remaja sering juga terjadi pada orang tua yang sebetulnya punya waktu luang banyak atau tidak bekerja, toh kecolongan juga,� katanya.
Dia juga mengingatkan pentingnya sekolah melakukan pengawasan ketat di lingkungan belajar. Beberapa kasus menunjukkan ada kantin atau warung jajan yang menawarkan permen atau jajanan lain yang bercampur barang membahayakan ini. �Pokoknya untuk memerangi narkoba tidak ada kata kompromi dan mesti dilakukan sinergi oleh semua pihak. Apa jadinya kalau warung atau kantin sekolah pun sudah dimasuki jaringan
kelompok jahanam tersebut,�ujarnya. * HADRIANI
KORAN TEMPO
Senin, 26 Juni 2006
J u n a i d i
Dept. of Information Technology
PT. Tiara Gaya Arga Kencana
Paint, Road Marking, Epoxy Manufacturer
Jl. Cimareme No. 185 A Padalarang, Bandung, West Java - Indonesia
Phone.: +62 22 665 1515 [ hunting ]
Fax.: +62 22 665 6555
Mobile.: +62 856 219 8835 / +62 22 911 808 55
"May I become at all times, both now and forever; a protector for those without protection; a guide for those who have lost their way; a ship for those with oceans to cross; a bridge for those with rivers to cross; a sanctuary for those in danger; a lamp for those without light; a place of refuge for those who lack of shelter; and a servant to all in need"---Bodhicharyavatara~ Shantideva
Dept. of Information Technology
PT. Tiara Gaya Arga Kencana
Paint, Road Marking, Epoxy Manufacturer
Jl. Cimareme No. 185 A Padalarang, Bandung, West Java - Indonesia
Phone.: +62 22 665 1515 [ hunting ]
Fax.: +62 22 665 6555
Mobile.: +62 856 219 8835 / +62 22 911 808 55
"May I become at all times, both now and forever; a protector for those without protection; a guide for those who have lost their way; a ship for those with oceans to cross; a bridge for those with rivers to cross; a sanctuary for those in danger; a lamp for those without light; a place of refuge for those who lack of shelter; and a servant to all in need"---Bodhicharyavatara~ Shantideva
Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail Beta. __._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
| Religion and spirituality | Beyond belief | Woman and spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
