Salam,

Bro Brianz,

Maksudnya apakah Sang Buddha sebenarnya itu sebelum menjadi Buddha, melihat pada pada zaman dimana ada Buddha sebelumnya dan belajar dari sana ?
IMHO sih tidak demikian. Setahu saya seseorang yang telah mencapai tingkatan Jhana, tidak serta merta memiliki kekuatan abinna. Itu perlu dilatih lagi agar bisa memiliki abinna.
Bahkan konsep kata Buddha sendiri itu tidak dikenal pada saat sebelum Pangeran Siddharta itu mencapai penerangan sempurna (pada waktu dan kehidupan itu). Karena pada waktu itu sudah sangat lama dan terlupakan tentang Dhamma / Ajaran Buddha sebelumnya. Untuk melihat pada kehidupan lampau tentu akan sangat jauh mundur, beberapa maha kalpa utk melihat buddha sasana yang terdahulu. Jadi kemungkinan Sang Buddha pada saat itu memeriksa mundur kehidupan lampaunya satu persatu sampai ketemu pada saat beliau belajar Dhamma dari Buddha sebelumnya adalah sangat kecil kemungkinannya.
Jika memang Sang Buddha itu ternyata belajar dari Buddha yang terdahulu, maka beliau bukanlah Samma SamBuddha, tetapi Savaka Buddha (arahat) / Buddha yang dicapai lewat belajar dari samma sambuddha.

Tentang kasus mogalana, saya belum pernah dengar tuh. Bisa diberikan referensinya ?

Tentang Bodhisatva vow,
Samma SamBuddha berikutnya (Maitreya) akan muncul ketika sudah tidak ada Dhamma / Ajaran Buddha lagi sama sekali. Ada apa dengan para bodhisatva itu ? Pilihannya adalah mereka telah menjadi Savaka Buddha atau arahat, atau mereka mengalami kemunduran bathin dan mereka tidak lagi mengenal dan menjalankan Dhamma, lalu mereka akan mengembangkan parami / paramita utk menjadi Samma SamBuddha yang akan datang.

Ini semua hanya konsep pemikiran saya sendiri berdasarkan Dhamma yang saya ketahui.

with Metta
Sumedho Benny

On 7/1/06, Brianz Liu < [EMAIL PROTECTED] > wrote:

Salam,

Tolong kasih pencerahan mengenai anilasis ngaco dibawah ini... hehehehe

Pencerahan total dari Gotama karena atas usahanya sendiri, oleh sebab
itu disebut Samma Sambuddha.
gelar Buddha dikarenakan menemukan dhamma atas usahanya sendiri.

Seorang gotama yang memilki kesempurnaan dalam hal waskita, pada saat
belajar dengan ke dua gurunya diceritakan mencapai Jhanna ke 8 [cmiiw]
dengan pencapaian tersebut seharusnya beliau dapat menginggat kehidupan
masa lampaunya.

Seperti yang tertulis dalam sutta atau jataka, Siddharta beberapa kali
bertemu dan mendengarkan dhamma buddha pada masa kehidupan lampaunya.
apakah ada kemungkinan beliau mencapai kebuddhaan setelah melihat -
merenung dan menjalankan apa yang pernah ia alami pada masa lampau??

Seperti kasus Mogallana yang terbang sejauh mungkin dan tiba di dunia
saha yg makhluknya besar, dimana buddha lain sedang membabarkan dhamma,
mungkinkah Gotama juga pernah kesana mendapat bimbingan dari buddha di
dunia sana?

kasus lain

Konsep Boddhisatva Vow....
Tidak akan jadi Buddha, parinibbana sebelum semua makhluk terselamatkan...
Bodhisatva mahasatva yang dikatakan dalam sutta telah memahami 100%
ajaran Buddha [avalokitevara-manjusri dll], tentu masih exist mengingat
makhluk dunia ini banyak sekali yg belum di seberangkan...ketika
maitreya muncul, apakah dhamma tersebut diperoleh dari hasil jerih
payahnya atau tinggal mendapat translete dari para boddhisata? atau juga
tinggal mengingat kembali kotbah gotama pada masa lampau? [dalam
beberapa sutta diceritakan maitreya hadir mendengarkan kotbah gotama buddha]

Kesimpulan dan pertanyaanya adalah : Benarkah seorang Buddha menemukan
Dhamma / mencapai pencerahan Total dan mengajar atas usaha Nya sendiri?

Salam
Bz


__._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Beyond belief Woman and spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke