--- In [email protected], [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> Hi Bro Junaidi,
>
> Definisi Buddha itu bukankah sudah ada dipelajaran sekolah, internet,
> ensiklopedia dan buku2x lainnya ?
> Singkat kata, Ada 3 jenis Buddha:
> Samma Sambuddha adalah mahluk yang mencapai nibbana dengan usaha sendiri
> dan bisa mengajarkan kepada mahluk lain.

usaha sendiri dan juga belajar menyempurnakan diri dengan mengakumulasi berbagai kebajikan, belajar dengan berbagai guru, belajar dengan berbagai sammasambuddha sebelumnya dll

jadi itu masih bisa dikategorikan usaha sendiri? ingat bro, bodhisatwa hadir karena adanya makhluk lain, Buddha hadir juga karena ada makhluk lain, dan bahkan Buddha Gautama hadir juga karena berkat jasa kebajikan dan kebaikan hati Sammasambuddha jaman entah kapan, bukankah Buddha gautama juga bertekad di depan seorang Sammasambuddha utk mencapai pencerahan sempurna?

apakah masih bisa disebut dengan usaha sendiri? semua orang juga berusaha sendiri kok, tapi tetap ada relasi dengan makhluk lain, apakah itu level tingkat kesuciannya.

bagaimana pangeran sidharta bisa mencapai kelahiran sebagai anak raja? dengan berbagai tanda orang suci? pelajaran apa yg beliau bawa dari kehidupan sebelumnya? sehingga ia pada kehidupan sebagai pangeran sidharta bisa mencapai penerangan sempurna....apakah itu tidak ada proses? apakah itu bukan hasil dari pembelajaran sebelumnya? bukankah semua itu adalah serangkaian proses pembelajaran yg tiada henti dengan berbagai kalangan, sehingga beliau bisa mencapai kesempurnaan?

ini hanya sistem berpikir logika saja, saya tidak mengacu pada kitab suci atau apapun.....

mari kit telaah lagi hasil terjemahan jaman dulu, dengan struktur kata, kalimat, dan kelengkapan kalimat...apakah itu sudah benar atau belum? apakah membawa kearah ke-salah pahaman atau ambiguitas, ini perlu kita renungkan bersama.



> Savaka Buddha adalah mahluk yang mencapai nibbana dengan belajar dari
> pembabaran Dhamma seorang Samma Sambuddha. Dikenal juga dengan arahat.
> Pacekka Buddha adalah mahluk yang mencapai nibbana lewat usahanya sendiri
> tetapi tidak dapat mengajarkan kepada mahluk lain.
>
> Jika seseorang mencapai nibbana lewat belajar dari ajaran samma sambuddha,
> yah namanya savaka Buddha a.k.a. Arahat.

ingat devadatta? ia juga akan mencapai pacekka buddha seperti diramakan oleh Buddha gautama, walaupun ia harus terjeblos ke neraka avici untuk membersihkan semua karma buruknya. lantas bagaiamana logisasi bahwa ia mencapai Buddha dengan usaha sendiri? devadatta jelas-jelas berguru pada Buddha gautama, belajar banyak......kebajikan yg dikumpulkan juga banyak, namun karma buruk yg dikumpulkan dia juga sangat tak kalah banyak.

kalau nanti ia juga mencapai sammasambuddha suatu hari nanti gimana dung?

boleh bertanya nih, apakah arhat akan berhenti sampai disitu saja? mungkinka h arhat akan menempuh jalan bodhisatva menuju pencerahan sempurna? please advise.......

> Kalau belajar dari Samma Sambuddha tetapi tidak mencapai tingkat2x
> kesucian, yah lain cerita lagi.
> Kalau sampai periode Buddha Sasana nya sudah lewat dan tidak ada Dhamma
> ajaran Samma SamBuddha lagi, dia harus mengembangkan dasa-parami nya utk
> menjadi Samma SamBuddha berikutnya atau menjadi Pacekka Buddha agar
> mencapai nibbana, which is a long way to go.
> Meaning, pada kehidupan yg lampau Sang Buddha Gotama, beliau pernah
> belajar tetapi tidak mencapai tingkat2x kesucian (bukan berarti tidak ada
> potensi).

jadi definisi yg anda berikan di atas sudahkah tepat? kita kaitkan dengan definisi yg diberikan dengan contoh yg diberikan, menurut saya itu kesalahan turun-temurun yg harus ada perbaikan (menurut opini pribadi lhoooo.....)


> Contohnya pada jaman Buddha Kassapa (Kashyapa), sang bodhisatva (Buddha
> Gotama) adalah seorang Brahmin dengan nama jotipala. Beliau adalah murid
> Buddha Kassapa. Beliau pada saat itu tidak mencapai tingkat2x kesucian.

ya ini contohnya, tidak mencapai kesucian, tapi blum tentu tidak mencapai apapun, kemajuan batin setahap demi setahap adalah menjadi faktor pendukun mencapai kesempurnaan seorang sammasambuddha.

entah ini struktur bahasa yg kuran benar atau tingkat penguasaan bahasa yg rendah, atau kesalahan penerjemahan, jadi apakah betul dengan usaha sendiri mencapai tingkat buddha? empat peristiwa yg dilihat oleh pangeran Sidharta juga merupakan perwujudan dari para makhluk suci, bukankah itu pelajaran berharga bagi pangeran?

melihat orang yg main tali kecapi juga demikian, bukankan itu pelajaran berharga yg menunjang teracapainya sammasambuddha?

o...welll, silakan renungkan lagi......

once again, ini belum tentu valid, silakan renungkan keabsahannya dan validitasnya....sapa tau memang saya yg keliru.....

stand point saya cuman sederhana, Sammasambuddha belajar dengan semua makhluk, semua fenomena, semua keadaan, semua orang yg ia ketemu, semua guru spiritual yg ia kenal, semua Buddha yg pernah beliau ketemu....jadi apakah itu atas usaha sendiri?

so, definisi yg kita terima mentah2 selama ini apakah betul.....???

please advise.....


>
> With Metta
> Sumedho Benny
>
>


maitri

J u n a i d i
Dept. of Information Technology

PT. Tiara Gaya Arga Kencana
Paint, Road Marking, Epoxy Manufacturer
Jl. Cimareme No. 185 A Padalarang, Bandung, West Java - Indonesia

Phone.: +62 22 665 1515 [ hunting ]
Fax.: +62 22 665 6555
Mobile.: +62 856 219 8835 / +62 22 911 808 55

"May I become at all times, both now and forever; a protector for those without protection; a guide for those who have lost their way; a ship for those with oceans to cross; a bridge for those with rivers to cross; a sanctuary for those in danger; a lamp for those without light; a place of refuge for those who lack of shelter; and a servant to all in need"---Bodhicharyavatara~ Shantideva


Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1ยข/min. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Beyond belief Woman and spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke