At 04:16 PM 7/1/2006, Brianz Liu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Salam,

Tolong kasih pencerahan mengenai anilasis ngaco dibawah ini... hehehehe

Pencerahan total dari Gotama karena atas usahanya sendiri, oleh sebab
itu disebut Samma Sambuddha.
gelar Buddha dikarenakan menemukan dhamma atas usahanya sendiri.

Seorang gotama yang memilki kesempurnaan dalam hal waskita, pada saat
belajar dengan ke dua gurunya diceritakan mencapai Jhanna ke 8 [cmiiw]
dengan pencapaian tersebut seharusnya beliau dapat menginggat kehidupan
masa lampaunya.

Seperti yang tertulis dalam sutta atau jataka, Siddharta beberapa kali
bertemu dan mendengarkan dhamma buddha pada masa kehidupan lampaunya.
apakah ada kemungkinan beliau mencapai kebuddhaan setelah melihat -
merenung dan menjalankan apa yang pernah ia alami pada masa lampau??

Seperti kasus Mogallana yang terbang sejauh mungkin dan tiba di dunia
saha yg makhluknya besar, dimana buddha lain sedang membabarkan dhamma,
mungkinkah Gotama juga pernah kesana mendapat bimbingan dari buddha di
dunia sana?

kasus lain

Konsep Boddhisatva Vow....
Tidak akan jadi Buddha,  parinibbana sebelum semua makhluk terselamatkan...
Bodhisatva mahasatva yang dikatakan dalam sutta telah memahami 100%
ajaran Buddha [avalokitevara-manjusri dll], tentu masih exist mengingat
makhluk dunia ini banyak sekali yg belum di seberangkan...ketika
maitreya muncul, apakah dhamma tersebut diperoleh dari hasil jerih
payahnya atau tinggal mendapat translete dari para boddhisata? atau juga
tinggal mengingat kembali kotbah gotama pada masa lampau? [dalam
beberapa sutta diceritakan maitreya hadir mendengarkan kotbah gotama buddha]

Kesimpulan dan pertanyaanya adalah : Benarkah seorang Buddha menemukan
Dhamma / mencapai pencerahan Total dan mengajar atas usaha Nya sendiri?

Salam
Bz
===================================
HUDOYO:

Renungan-renungan tentang hal-hal yang bersifat ULTIMATE, 
TRANSENDENTAL selalu bersifat SPEKULATIF, dan spekulasi bukanlah kebenaran.

Di sini spekulasi itu dibangun di atas dogma-dogma (asumsi) tertentu 
(apa itu Buddha, apa itu Bodhisattva dsb), yang kita-kita ini tidak 
tahu bagaimana keadaan sebenarnya (yathabhutam). Dogma Bodhisattva 
dalam Theravada jelas berbeda dengan dogma Bodhisattva dalam 
Mahayana; dogma mana yang benar di antara keduanya? Dengan demikian 
bisa dibangun spekulasi apa pun, tergantung pada dogma dasarnya. 
Dogma bukanlah kebenaran.

Spekulasi ini mengingatkan kita tentang "debat" tentang Tuhan yang 
juga dibangun di atas asumsi-asumsi tertentu: "Bisakah Tuhan 
menciptakan sebuah batu yang begitu berat sehingga Ia sendiri tidak 
kuasa mengangkatnya?" Jawaban apa pun yang diberikan (ya atau tidak) 
adalah absurd.

Tentang bagaimana seluk-beluk batin seorang Buddha/arahat, jangan 
dipikir-pikir, karena pikiran tidak mampu menyelaminya. Hasilnya cuma 
spekulasi yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Sang Buddha 
bersabda, ada 4 hal yang tidak bisa dipahami oleh pikiran dan oleh 
karena itu jangan dipikir-pikir (acinteyya): 1. hakekat seorang 
Buddha, 2. asal mula alam semesta, 3. hakekat jhana, 4. buah karma.

Salam,
Hudoyo




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke