> sindhu wahyudi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Semua agama menyebutkan adanya roh, kenapa hanya di theravada > tidak menyebutkan roh kekal atau tidak ada roh? > > Seperti di kaum nasrani jelas-jelas menyebut Roh Kudus ini > menunjukkan adanya roh, > Di kaum muslim juga disebut Nur Ilahi artinya juga roh, > Di Mahayana disebut roh suci atau badan bodhi artinya juga roh, > Di Hindu juga menyebut roh agung, > Di taoisme disebut tao ini menunjuk pada roh, > Kenapa hanya di theravada saja, tidak ada roh yang kekal padahal > sama-sama satu guru yaitu buddha? > > Kalau tidak ada roh yang kekal atau tidak ada roh, lalu yang > tumimbal lahir ke alam lain itu apanya?, karena badan jasmaninya > tentu mati / lenyap, lalu yang terlahir ke alam lain itu apanya > kalau roh itu tidak ada?
=========================== HUDOYO: Di lingkungan agama-agama HANYALAH dalam Agama Buddha saja--baik Theravada maupun Mahayana--diajarkan konsep 'anatta' (tanpa aku/diri/roh yang kekal). Yang dimaksud ialah tidak adanya 'roh individual' yang abadi, tidak ada roh si A, roh si B dsb yang kekal yang tumimbal lahir dari satu kehidupan ke kehidupan berikutnya. 'Bodhicitta' dalam Mahayana bukanlah 'roh individual' milik si A, si B dsb; 'bodhicitta' tidak pula tumimbal lahir. Tidak betul kalau dikatakan bahwa 'bodhicitta' itu roh milik pribadi dan tumimbal lahir. Dalam Theravada diajarkan "ada sesuatu yang tidak terlahir, tidak terbentuk, bukan makhluk, tidak tersusun" (Udana 8.3). Ini pun bukan 'roh individual' yang tumimbal lahir. Tapi kalau Sdr Sindhu mau jujur dan tidak berat sebelah, ia harus mengakui bahwa itu pun "roh" juga. Dalam Hinduisme ada Atman yang identik dengan Brahman; ini pun bukan 'roh individual' yang tumimbal lahir. Yang tumimbal lahir dan individual adalah rasa aku (ahamkara), batin (manas, buddhi dsb), yang pada akhirnya pun harus lenyap untuk merealisasikan Atman-Brahman yang bukan individual. Dalam Taoisme prinsip dasarnya adalah Tao, namun agak kelewatan kalau Tao ditafsirkan sebagai roh individual yang timimbal lahir. Tao bukan milik siapa-siapa dan tidak tumimbal lahir. Setahu saya, hanya dalam agama-agama monoteistik (Yahudi, Kristen & Islam) ada ajaran tentang roh individual yang kekal. Namun saya duga itu pun merupakan lapisan ajaran populer, karena baik dalam Islam maupun Kristen ada ayat-ayat esoteris yang menyatakan bahwa 'roh-roh individual' itu tidak kekal dan harus lenyap agar yang Illahi bisa direalisasikan. Nur Illahi dan Roh Kudus bukanlah 'roh individual' dari si A, si B dsb, dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan tumimbal lahir. Tentang apa yang tumimbal lahir dalam ajaran Buddhisme, jawabannya ialah 'arus badan & batin yang tidak kekal & tidak memuaskan' ini, didorong oleh kegelapan/ketidaktahuan (avijja) yang terwujud sebagai diri/aku/anggapan tentang roh individual yg kekal (atta-ditthi). Dengan kata lain, yang tumimbal lahir adalah "roh" yang tidak kekal (yakni kata lain untuk 'nama' atau 'batin' yang tidak kekal beserta landasan badan jasmaninya). Ini tidak menimbulkan kesulitan sama sekali untuk dipahami begitu orang membuang anggapan tentang 'roh pribadi yang kekal'. Selama orang tidak dapat membuang anggapan tentang roh pribadi yang kekal, justru ia tidak dapat melepaskan diri dari tumimbal lahir. Bahwa Sdr Sindhu tetap berkeras mengatakan bahwa "HANYA dalam Theravada SAJA diajarkan tidak adanya roh yang kekal" sekalipun telah mendapat jawaban dari beberapa rekan di milis ini, menunjukkan ketidakmatangannya untuk berdiskusi secara lintas-iman (interfaith) dengan orang-orang yang tidak seiman dengannya. Jelas ia bukan penganut Theravada, tetapi ketika dijelaskan oleh pihak Theravada, ia tetap kukuh dengan pandangannya sendiri tentang ajaran Theravada dengan membandingkannya dengan Mahayana. Dalam hal ini ia tidak perlu dilayani lagi. hudoyo PS: Saya tidak tahu dari mana thread ini berasal, mungkin dari milis-milis yang tidak saya langgani. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Something is new at Yahoo! Groups. Check out the enhanced email design. http://us.click.yahoo.com/SISQkA/gOaOAA/yQLSAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
