The Sutra Of Casket Seal Dharani From The Secrete Whole Bodies' 
Relics Of All Buddhas' hearts

Sutra Dharani Meterai Kotak Sarira Seluruh Tubuh Rahasia Hati Semua 
Buddha

(disebut juga: Sutra Dharani Karandamudra)

Diterjemahkan dari bahasa Mandarin ke bahasa Inggris oleh Jian-shan 
Lin
Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia oleh 
Ivan Taniputera (0816658902)
tanggal 9 Juli 2006

CATATAN: Terjemahan bahasa Inggris akan dibiarkan seperti aslinya, 
tanpa pembetulan bagi kesalahan tulis yang terjadi.

Thus I have heard, at one time, The Buddha was at the Precious 
Bright Pond in the No-dirt Garden in the country of Moqietuo, 
surrounded by an assembly of uncountable high Bodhisattvas, high 
Sound Hearers, Heavenly Dragons, Yaochas, Jiandapos, Asuluoes, 
Jialouluoes, Jinaluoes, Mohouluoqies, Human beings and Non-human 
beings.

DEMIKIANLAH YANG TELAH KUDENGAR, Sang Buddha sedang berdiam di Kolam 
Kegemilangan Berharga di Taman Tanpa Kekotoran, Negeri Magadha. Ia 
dikelilingi oleh kumpulan tak terhitung para Bodhisattva tingkat 
tinggi, suciwan tingkat tinggi, naga surgawi, yaksha, gandharva, 
asura, garuda, kinnara, mahoraga, manusia, dan bukan manusia.

***

At that time, a high Bhraman in this assembly whose name was No-dirt 
and Subtle Light. He was a wise man of profound knowledge. All 
people were delightful to meet him. He took refuge with Triple Gems 
and always did ten good deeds. He was very mercy and wise. He always 
wished all living beings to be completely good and rich.

Pada saat itu terdapat seorang Brahmana mulia dalam kumpulan itu 
yang bernama Tanpa Kekotoran serta Cahaya Mendalam. Ia merupakan 
seorang bijak dan berpengetahuan mendalam. Semua orang senang 
berjumpa dengannya. Ia berlindung pada Tiga Permata dan senantiasa 
melaksanakan sepuluh tindakan bajik. Hatinya selalu diliputi belas 
kasih dan bijaksana. Ia selalu berharap agar semua makhluk berada 
dalam keadaan baik serta berkelimpahan.

***

This Bhraman No-dirt and Subtle light stood from his seat. He walked 
to The Buddha and surrounded Him for seven times. He offered The 
Buddha with many flowers and incense. He put very expensive clothes 
and jewellery on The Buddha. He made obeisance to The Buddha's 
feet , stood by one side and said: " We invite The World Honoured 
One and all of you to accept my offering in my home tomorrow 
morning. Then The Buddha promised.

Brahmanana yang bernama Tanpa Kekotoran dan Cahaya Mendalam itu 
bangkit dari tempat duduknya. Ia berjalan mendekati Buddha serta 
mengelilinginya sebanyak tujuh kali. Dipersembahkannya pada Buddha 
banyak bunga serta dupa. Ia meletakkan jubah-jubah dan perhiasan 
sangat berharga di hadapan Buddha. Dibungkukkannya kepalanya sebagai 
tanda hormat ke kaki Buddha, lalu berdiri pada satu sisi serta 
berkata, "Kami mengundang Yang Dijunjungi Dunia dan kalian semua di 
sini untuk menerima persembahan di rumahku besok pagi." Buddha 
menyetujui hal itu.

***

The Bhraman knew The Buddha accepted his invitation. He returned 
home quickly and prepared one hundred delicious food and drinks at 
night. He cleaned all his halls and rooms. He hanged many banners. 
He brought his relatives with incense, flowers and good music in the 
next morning. They came to The Buddha and said: "It is the right 
time, please come to my home". The Buddha answered the Bhraman No-
dirt Subtle Light kindly and announced to the mass: "All of you 
should go to the Bhraman's home and receive the offering to let them 
receiving big benefit. Then The Buddha stood up from his seat. 
Various colour light from The Buddha shown to ten directions as soon 
as The Buddha stood. All the people saw and started to walk.

Sang brahmana memahami bahwa Buddha menerima undangannya. Ia kembali 
ke rumah cepat-cepat dan mempersiapkan seratus makanan dan minuman 
lezat malam itu. Dibersihkannya seluruh gedung dan ruangan, serta 
digantungkannya banyak panji-panji. Pagi berikutnya, ia membawa 
serta keluagarnya bersama dengan dupa, bunga, dan permainan musik 
yang indah. Mereka menghadap Buddha dan berkata, "Telah tiba 
waktunya, silakan datang ke tempat kediamanku." Buddha menyetujui 
apa yang dikatakan Brahmana Tanpa Kekotoran dan Suara Mendalam dan 
mengumumkan pada semua yang hadir di tempat itu, "Kalian semua 
hendaknya pergi ke rumah brahmana ini guna menerima persembahan 
sehingga ia dapat memperoleh pahala kebajikan besar." Kemudian 
Buddha berdiri dari tempat duduknya. Cahaya aneka warna terpancar ke 
sepuluh penjuru begitu Buddha bangkit dari tempat duduknya. Semua 
orang yang melihatnya mulai berjalan.

***

Then the Bhraman brought with him incense and flowers respectively 
with his relatives and Heavenly Dragons, Eight Departments, the four 
Bhraman Kings walking in front to open and guide the way for The 
Buddha. 

Selanjutnya, sang Brahmana bersama-sama dengan keluarganya membawa 
dupa dan bunga, dan begitu pula dengan naga surgawi, delapan 
kelompok makhluk serta Empat Maharaja Langit. Mereka berjalan di 
depan untuk membuka jalan serta menjadi penunjuk jalan bagi Buddha.

***

At that time The Buddha walked to a small distance and arrived at a 
garden named" RICH"

Tidak berapa lama Buddha berjalan, tibalah ia di sebuah taman yang 
bernama "Kaya."

***

There was an old Stupa which was damaged with brambles and grass. It 
was buried with tiles and rocks. It looked like a mound of mud. The 
Buddha walked to this Stupa. The Stupa shone very brightly. A sound 
from this mound of mud praising:

"Good indeed, Good indeed, Shakyamuni. Your walk today is in a very 
good situation. And Bhranman, you will receive great benefit today." 
Then The Buddha paid respect to the Stupa and walked surrounding 
clockwise to the Stupa. The Buddha took off his gown and put it on 
the mound of mud. He wept seriously. After weeping He smiled again. 
At that time all Buddhas from ten directions saw and wept. They 
emitted bright lights to shine this Stupa. All the people was 
frighten and confused. At that time The Varjrapania Bodhisattva wept 
seriously. He walked to The Buddha in a dignified manner with his 
pestle turning and said to The Buddha:" 

Di sana terdapatlah stupa tua yang rusak dan ditumbuhi oleh alang-
alang dan rumput. Stupa itu terkubur dalam tumpukan ubin serta 
bebatuan. Ia nampak bagaikan seongok lumpur. Buddha berjalan menuju 
stupa tersebut, yang memancarkan sinar gemilang. Terdengar suara 
pujian dari gundukan lumpur itu:

"Bagus sekali, bagus sekali, Shakyamuni. Engkau hari ini berada 
dalam kondisi yang sangat menguntungkan, dan engkau, wahai Brahmana, 
akan menerima pahala kebajikan luar biasa." Kemudian Buddha 
menghaturkan penghormatan pada stupa itu dan berjalan mengelilingnya 
searah dengan jarum jam. Buddha mengambil jubahnya dan meletakkannya 
di atas gundukan lumpur ini. Ia menitikkan air mata dengan derasnya. 
Setelah menangis Buddha tersenyum kembali. Pada saat itu, para 
Buddha dari sepuluh penjuru melihat peristiwa tersebut dan 
menitikkan air mata. Mereka memancarkan sinar terang pada stupa ini. 
Semua orang yang melihatnya menjadi gemetar dan bigung. Bodhisattva 
Vajrapani [juga] menitikkan air mata pada kesempatan tersebut. Ia 
berjalan ke hadapan Buddha dengan sikap hormat sambil membawa 
vajranya dan bertanya:

***

Why is it so bright? Why do you weep? And The Buddhas from ten 
directions are appearing with such a brightness. We wish The Thus 
Come One to explain my question to the mass. 

"Mengapakah cahaya yang dipancarkannya begitu gemilang? Mengapakah 
engkau menangis? Para Buddha dari sepuluh penjuru menampakkan diri 
dengan kecemerlangan yang sama. Kami berharap agar Tathagata 
menjawab pertanyaanku di hadapan yang hadir di tempat ini."

***

Then The Bhagavad told Varjrapania." All Buddhas' uncountable kotis 
heart dharani secrete seal Dharma is in this great whole body relics 
concentration Buddhas' Stupa. This Stupa became overlapping with no 
gap, as many as sesames. Hundreds and thousands of kotis Buddhas 
Bodies are also as many as sesames. Hundreds and thousands of kotis 
Buddhas' whole bodies relics concentration, even the eighty four 
thousand Dharmas are inside this Stupa. 

Sang Bhagava memberitahu Vajrapani, "Tak terhingga Dharma Meterai 
Rahasia Dharani Hati terdapat dalam Stupa Kumpulan Sarira Seluruh 
Tubuh Buddha ini. Stupa ini benar-benar dipenuhi tanpa celah 
sedikitpun, sebanyak biji wijen, dengan ratusan dan ribuan koti 
tubuh Buddha, yang banyaknya juga bagaikan biji wijen. Ratusan dan 
ribuan koti kumpulan sarira seluruh tubuh Buddha, bahkan 84.000 
Dharma berada dalam stupa ini.

***

Ninety nine hundreds of thousands of millions kotis Buddhas' heads' 
form  are also inside. Because of this wonderful reason, no matter 
where this Stupa is, it is very spiritual efficacious. The wonderful 
virtue may satisfy all Earthly good wishes."

Tak terhitung [sarira] yang berbentuk seperti kepala Buddha terdapat 
di dalamnya pula. Karena alasan yang luar biasa, tidak peduli di 
manapan stupa ini berada, ia memiliki daya spiritual yang luar 
biasa. Pahala kebajikannya sanggup mengabulkan seluruh harapan 
duniawi.

***

When the mass heard The Buddha said like that. They left all the 
dirty thoughts, and all the worries were gone. They obtained clean 
Dharma eyes. They obtained one of the result according to their 
different conditions. Their benefit were also different. Some body 
obtained Sakadagamin, Sotapannas, Anagamin, Arhat, Pratyeka Buddhas 
and Boddhisattva, Avarvartyas, Sabuoruo wisdom. Some people were 
certified to obtain the primary stage, the second stage until the 
tenth stage of Boddhisattva position. Some of them obtained 
satisfied six paramita. The Bhraman  left dirty thoughts and 
obtained five spiritual penetrations. 

Ketika hadirin mendengar apa yang dibabarkan Buddha itu. Mereka 
menghapuskan segenap kekotoran batin dan seluruh kekhawatiran juga 
sirna. Mereka merealisasi mata Dharma nan murni. Mereka memperoleh 
buah hasil sesuai dengan kondisi mereka yang berbeda. Pahala 
kebajikan mereka juga berbeda. Beberapa orang mencapai tingkatan 
Sakadagamin, Shrotapanna, Anagamin, Arhat, Pratyeka Buddha, 
Bodhisattva, Avavartyas, serta kebijaksanaan Sabuoruo (?). Ada yang 
mencapai tingkatan Bodhisattva  pertama, sementara yang lainnya 
tingkat kedua hingga kesepuluh. Beberapa di antara mereka 
menyempurnakan enam paramita. Sang brahmana sendiri menghapuskan 
kekotoran batinnya dan merealisasi lima penembusan spiritual.

***

When Varjrapania Bodhisattva saw this strange matter, he said to The 
Buddha: " Good indeed, so strange. We obtain such wonderful merit 
and virtual since we hear about it. If we hear the truth and 
wholeheartedly believe it, how much merit and virtual we can 
obtain?" 

Ketika Bodhisattva Vajrapani menyaksikan hal yang ajaib ini, ia 
berkata pada Buddha, "Bagus sekali, sungguh ajaib. Kami memperoleh 
pahala kebajikan luar biasa setelah mendengarnya. Jika kami 
mendengarkan mengenai kebenaran dan dengan segenap hati meyakininya, 
berapa besarkan jasa serta pahala kebajikan yang akan kami peroleh?"

***

The Buddha said: " Listen Varjrapania. If there are faithful men or 
faithful ladies and the four groups of disciples of mine in the 
future bring forth to write this Sutra, it is equal to write all 
Sutras spoken by ninety nine hundred thousand kotis Buddhas. They 
have planted good roots in front of ninety nine hundred thousand 
kotis Buddhas. All the Buddhas take care of them just like 
protecting their eyes, also like the mercy mothers taking care of 
their sons. If anybody read this one Sutra, it is equal to reading 
all Sutras spoken by all Buddhas from the past, present and the 
future. Because of this reason, ninety nine hundred thousand kotis 
Buddhas, Proper Enlightened Ones as many as sesames come range upon 
range without any gap. They show up day and night to bless this 
people. So all Buddhas as many as uncountable sand grits in the 
Ganges will arrive even when the previous Buddhas range hasn't left. 
They come by turns like the sands revolving in the whirling water. 
They come to and fro without stop. If anybody offers this Sutra with 
incense, flowers, beautiful clothes and wonderful decorations. They 
become Heavenly flowers, beautiful clothes and wonderful decorations 
made from seven gems appearing in front of ninety nine hundred 
thousand kotis Buddhas from the ten directions of the Universe. 
These things piled up like The Sumero Mountain for offerings. The 
good roots they plant are also so many."

Buddha berkata, "Dengarlah wahai Vajrapani. Jika ada pria atau 
wanita serta empat kelompok siswaku yang memiliki keyakinan di masa 
mendatang menuliskan sutra ini, maka tindakan itu dapat disamakan 
dengan menyalin seluruh sutra yang dibarkan sembilan juta sembilan 
ratus ribu koti para Buddha. Semua Buddha akan menjaganya laksana 
melindungi matanya sendiri, atau bagaikan seorang ibu yang merawat 
anaknya. Apabila seseorang membaca sutra ini, maka tindakan itu 
dapat disepadankan dengan membaca semua sutra yang dibabarkan para 
Buddha di masa lampau, sekarang, dan mendatang. Oleh karena itulah, 
sembilan juta sembilan ratus ribu koti Buddha, Yang Tercerahi, 
sebanyak biji sesawi hadir semuanya tanpa celah sedikitpun. Mereka 
menampakkan diri guna melimpahkan berkah baik siang maupun malam 
pada orang ini. Semua buddha yang jumlahnya bagaikan butiran pasir 
di sungai Ganga akan hadir sekalipun Buddha yang telah hadir 
sebelumnya masih belum meninggalkan tempat tersebut. Mereka datang 
bergiliran bagaikan pasir yang bergerak memutar dalam pusaran air. 
Mereka datang dan pergi tanpa henti. Jika seseorang mempersembahkan 
pada sutra ini dengan bunga, jubah yang indah, serta perhiasan yang 
elok dipandang. Maka seluruh persembahan itu akan berubah menjadi 
bunga-bunga surgawi, [sedangkan] jubah serta perhiasannya akan 
berubah menjadi benda-benda yang  terbuat dari tujuh jenis permata 
di hadapan sembilan juta sembilan ratus ribu koti Buddha dari 
sepuluh penjuru tersebut. Benda-benda ini akan bertambah banyak 
hingga setinggi Gunung Sumeru guna dipersembahkan. Benih kebajikan 
yang mereka tanam sungguhlah besar."

CATATAN: Tentu saja yang hadir adalah nirmanakaya para Buddha, 
karena sebagai dharmakaya, seorang Buddha tidaklah "datang" 
ataupun "pergi." Sutra ini ditujukan bagi para siswa Buddha yang 
masih mendambakan hal-hal duniawi. Keinginan duniawi bukanlah 
sesuatu yang tabu dalam Buddhisme. Semua Dharma adalah sama dan 
masing-masing mengandung Dharma-dharma lainnya; oleh karena itu 
menyalin satu sutra sama dengan menyalin sutra lainnya. Tidak ada 
sutra yang lebih penting atau kurang penting. Satu sutra 
mencerminkan atau merefleksikan sutra-sutra lainnya secara sempurna 
tanpa cela sedikitpun. Untuk jelasnya silakan lihat analogi menara 
yang dilihat Sudhana dalam Sutra Avatamsaka.

***

At that time, the Heavenly Dragons, the Eight Departments, Humans 
and Non-humans heard about this. They felt very strange and talked 
to each other:" So strange is this spoiled mound. It has such 
spiritual change because of the Buddhas' blessing." Varjrapani asked 
The Buddha again:

Pada saat itu, para naga surgawi, delapan kelompok makhluk, manusia 
dan bukan manusia mendengar mengenai hal ini. Merasa merasa 
keheranan dan berkata satu sama lain, "Begitu anehnya gundukan 
[lumpur] terbengkalai ini. Ia telah berubah secara spiritual karena 
berkah para Buddha." Vajrapani bertanya pada Buddha kembali,

***

"The World Honored One, why is the seven gems Stupa becomes a mud 
mound now?"  

"Yang Dijunjungi Dunia, mengapa stupa tujuh permata itu menjadi 
gundukan lumpur sekarang?"

***

The Buddha told Varjrapania: " This is not a mound. It is a 
wonderful great Stupa. It does not appear because the mass's bad 
kharma. The Stupa was hidden but the whole bodies of Buddhas are not 
destructive. How can the varjra bodies of Buddhas be destroyed!

Buddha berkata pada Vajrapani, "Ini bukanlah gundukan tanah sama 
sekali. Ia merupakan stupa agung nan ajaib. Stupa itu tidak terlihat 
[keagungannya] karena pengaruh karma buruk orang yang melihatnya. 
Stupa itu tak terlihat tetapi keseluruhan tubuh Buddha [yang 
tersimpan di dalamnya] tidaklah rusak. Bagaimana mungkin tubuh vajra 
seorang Buddha dapat dihancurkan?

CATATAN: Bila Anda mengenakan kacamata merah, semuanya akan tampak 
merah; bila Anda mengenakan kacamata hijau semuanya akan tampak 
hijau; demikian pula stupa yang mulia akan nampak seperti gundukan 
lumpur biasa jika dilihat melalui kacamata "karma buruk." Air akan 
nampak sebagai kobaran api bagi hantu kelaparan, akan nampak seperti 
kolam darah bagi penghuni neraka, namun akan nampak bagaikan amrita 
bagi makhluk-makhluk penghuni surgawi. Inilah yang dinyatakan 
sebagai "dunia bentukan pikiran" oleh aliran Yogacara.

***

When I enter nirvana, in the age of decadence and compelling. If 
anybody who do illegal deeds, They should be punished to the Hell. 
They do not believe the Triple Gems. They do not plant any good 
roots. Buddhism will be hidden because of this reason. But this 
strong and durable Stupa would not be destroyed because  of blessing 
from all Buddhas' spiritual power. The living beings without wisdom 
are covered by kharma. They spoil the gems and do not know to use 
it. Today I weep because of this reason. All Buddhas weep also. 

Setelah aku parinirvana, pada zaman kemerosotan dan kekacauan; umat 
manusia akan melakukan tindakan-tindakan jahat, mereka akan 
terjerumus ke neraka. Mereka tidak meyakini Tiga Permata. Mereka 
tidak menanam benih kebajikan. Buddhadharma akan "lenyap" karenanya. 
Tetapi stupa yang kuat dan kokoh ini tidak akan hancur karena berkah 
kekuatan spiritual semua Buddha. Para makhluk yang diliputi 
pandangan salah diselubungi oleh karma buruk. Mereka menyia-nyiakan 
permata berharga dan tidak tahu bagaimana memanfaatkannya. Itulah 
yang menyebabkan aku menangis hari ini dan begitu pula dengan semua 
Buddha.

***

Moreover, The Buddha told Varjrapania: "If anybody writes this Sutra 
and put it into a Stupa. It will be a Stupa of all Buddhas' Varjra 
Store. It is also a Stupa of all Buddhas' Dharani Heart Secrete 
Blessing. It is a Stupa of ninety nine hundred thousand kotis 
Buddhas. It is also a Stupa of all Buddhas' tops and eyes. It will 
be protected by all Buddhas' spiritual power. If anybody put this 
Sutra into a Stupa or a Buddha statue, This Statue will be made by 
seven gems. It will be very efficacious and will fulfill all wishes. 
The umbrellas, covers, nets, wheels, plates, bells, bases and steps 
will be made by power. The material from mud, wood, stone or brick 
will become seven gems because of the power of this sutra.

Buddha memberitahu lebih jauh pada Vajrapani, "Jika ada orang yang 
menyalin sutra ini dan meletakkannya ke dalam sebuah stupa, maka 
stupa itu akan menjadi Stupa Gudang Vajra semua Buddha. Ia juga 
merupakan Stupa Berkah Rahasia Hati Dharani Semua Buddha. Ia 
merupakan stupa sembilan juta sembilan ratus ribu koti Buddha. Ia 
juga merupakan stupa puncak mahkokta (usnisha) dan mata semua 
Buddha. Stupa ini akan dilindungi oleh kekuatan spiritual semua 
Buddha. Apabila ada orang yang meletakkan sutra ini ke dalam suatu 
stupa atau patung Buddha, patung itu akan menjadi terbuat dari tujuh 
permata. Ia akan memiliki daya kekuatan serta dapat mengabulkan 
segenap dambaan. Payung, tirai, jala, roda, piring, genta, alas, dan 
anak tangga [berharga] akan tercipta dengan kekuatan [berkah 
spiritual] tersebut. Benda-benda yang terbuat dari lumpur, kayu, 
batu, atau bata akan berubah menjadi tujuh permata berharga karena 
kekuatan sutra ini.

CATATAN: Sutra melambangkan Dharma. Dengan menghayati Buddhadharma 
sesuatu yang "biasa-biasa saja" akan menjadi "luar biasa." Hidup 
yang "tidak berarti" akan menjadi "berarti." Analogi hal ini adalah 
sepotong kayu yang nampak "biasa-biasa saja," tetapi apabila kita 
melihat dunia sub atomik di dalamnya, kayu itu akan menjadi sesuatu 
yang "luar biasa" bagaikan terbuat dari tujuh permata berharga. 
Inilah makna bait sutra di atas.

***

All Buddhas will add their powerful force and continuousely bless 
this Sutra by honest speech.

Semua Buddha akan menambahkan daya kekuatannya dan tanpa henti 
memberkahi sutra ini dengan sabda-sabda murni.

***

If any sentient being prostrates himself before and offers an 
incense and a flower to this Stupa. Serious sin of eight billion 
kalpas of this sentient being will be deleted. His disaster will be 
avoided when he is alive. He will reborn in a Buddhist family after 
he dies. If anybody should be punished to Abi Hell, when he 
prostrates himself before this Stupa one time or walks around this 
Stupa one time clockwise. The door of the Hell would be closed and 
the road of Bhodi will be opened. 

Jika ada orang yang menghaturkan hormat di hadapan stupa ini serta 
mempersembahkan dupa serta bunga, kesalahan berat selama delapan 
juta kalpa akan dihapuskan. Ia akan terhindar dari segenap bencana 
dalam kehidupannya. Ia akan terlahir dalam keluarga Buddhis setelah 
wafatnya. Seseorang yang seharusnya terjerumus ke dalam neraka 
Avici, namun apabila ia menghaturkan hormat ke hadapan stupa ini 
[walau] sekali saja atau berjalan mengelilinginya searah jaruh jam, 
maka gerbang neraka akan tertutup baginya dan jalan menuju Bodhi 
(pencerahan) akan terbuka [lebar].

CATATAN: Apa yang diungkapkan di atas nampak bertentangan dengan 
hukum karma; namun tentu saja mustahil terdapat kontradiksi dalam 
ajaran Buddha. Setelah merenungkan maknanya sekian lama, saya 
menyimpulkan bahwa apa yang baru saja dibabarkan oleh sutra ini 
tidaklah bertentangan dengan hukum karma. Ada beberapa pertimbangan 
yang perlu kita renungkan. Pertama, untuk dapat meyakini atau 
berjumpa dengan sutra ini juga diperlukan karma bajik pula, jadi 
masalahnya tidaklah sesedarhana itu. Anda mungkin sempat membaca 
sutra ini dan setelah itu membuangnya seraya berkata, "Omong 
kosong!" Orang mungkin tidak meyakini ajaran sutra ini karena tidak 
cukup memiliki timbunan kebajikan, sehingga tetap saja ia akan 
terlahir dalam neraka Avici. Kedua, kita mengenal adanya karma 
pemotong, yang dapat "membatalkan" berbuahnya suatu karma. Para 
Buddha, yang telah tercerahi, sanggup memancarkan berkah yang luar 
biasa, sehingga dapat berfungsi sebagai karma pemotong bagi buah 
karma buruk yang akan muncul. Tetapi tentu saja, seseorang yang 
harus memiliki keyakinan dan ketulusan terhadap Dharma. Untuk 
penjelasan lebih lanjut silakan merujuk pada dialog antara Bhikkhu 
Nagasena dengan Raja Milinda dalam Milindapanha, khususnya bagian 
mengenai manfaat pelafalan paritta.

***

All Buddhas will bless by spiritual power to any place where the 
Stupa or the image locates. No tornado, thunderstorm, lightning will 
do harm. No poisonous snake, poisonous worm and poisonous beast may 
hurt. No lion, mad elephant, tiger, wolf, wild bees may hurt. No 
panic from Yaocha, Luocha, Buduo, Nakunshe, Zheli demons, monsters, 
epilepsy. No sick from cold or hot, lilou, tanzhu, sore and scabies. 

Semua Buddha akan memberkahi dengan kekuatan spiritualnya tempat-
tempat di mana terdapat stupa-stupa atau gambar Buddha [semacam 
itu]. Tidak ada angin topan, badai, dan halilintar yang membahayakan 
akan menimpa. Tidak ada ular berbisa, cacing berbahaya, serta hewan 
beracun lainnya akan dapat melukai. Tidak ada singa, gajah gila, 
harimau, serigala, dan lebah liar akan membahayakan orang yang hidup 
di sana. Tidak ada kepanikan yang disebabkan oleh makhluk halus 
yaksha, raksasa, buta, nakunshe (?), zheli (?), makhluk-makhluk 
menakutkan, atau penyakit ayan. Tidak akan ada penyakit baik karena 
serangan hawa dingin atau panas, tidak pula berjangkit penyakit 
lilou, tanzhu, borok, atau skabies.

***

Anybody will avoid all disasters if he just has a look at this Stupa.

Seseorang akan terhindar dari bencana hanya dengan semata-mata 
memandang pada stupa itu.

***

No plague will hapen from human, horses, animals, boys and girls. He 
will not suffer from unnatural death. He will not be wounded by 
knife, water and fire. He will not be invaded by robbers, thieves or 
enemies. He will not suffer from hunger and poor. No incantation 
from ghosts and monsters may do harm. 

Tidak ada wabah penyakit yang akan menimpa orang, kuda, hewan, anak 
laki-laki dan perempuan. Mereka tak akan mengalami kematian tak 
wajar. Mareka tak akan terluka oleh senjata tajam, air, maupun api. 
Mereka tidak akan dicelakai oleh para perampok, pencuri, ataupun 
musuh. Mereka tak akan menderita karena kelaparan atau kemiskinan. 
Tidak ada serangan gaib dan makhluk halus jahat serta mengerikan 
akan membahayakan mereka.

***

The Four Heavenly Kings and their relatives will protect him day and 
night. Great Yaocha Generals from the  Twenty Eight Departments, and 
the sun, moon, five stars banners cloud and comets will protect him 
day and night. All the Dragon Kings will reinforce their air to 
create rain on time. All the Heavenly beings,  Trayastrimsha Heaven 
will come down three times for offering. 

Empat Maharaja Langit beserta pengikutnya akan melindungi mereka. 
Para Jenderal Yaksha dari keduapuluh delapan divisi beserta 
matahari, rembulan, panji lima bintang, dan bintang-bintang berekor 
akan melindungi mereka siang dan malam. Seluruh naga surgawi akan 
mengumpulkan uap air sehingga hujan dapat turun pada waktunya. 
Seluruh makhluk surgawi, [termasuk] dari Surga Trayastrimsha akan 
datang tiga kali guna menghaturkan persembahan.

***

All Celestial beings come three times for praising, surrounding and 
salute to this place. Sakya King and all Heavenly girls come down to 
do offering three times day and night. This place is blessed by all 
Buddhas. This Stupa is like that because the Sutra is inside. 

Seluruh makhluk surgawi akan hadir tiga kali demi melantunkan 
pujian, mengelilingi serta menghaturkan sembah sujud bagi tempat 
tersebut. Maharaja Sakra beserta gadis-gadis surgawi akan turun 
menghaturkan persembahan tiga kali baik siang maupun malam. Tempat 
ini diberkahi oleh semua Buddha. Stupa ini akan menjadi seperti itu 
karena terdapat sutra di dalamnya.

***

If anybody establishes a Stupa with mud, stone, wood, gold, silver, 
cupper and lead, and he writes this spiritual Dharani and put it 
inside. The Stupa become seven gems as soon as the Dharani is put. 
The steps, plates, umbrellas, covers, bells and wheels become all 
seven gems. The Buddha forms around the four sides of this Stupa 
stay and protect day and night because of the Dharma.

Jika ada orang yang mendirikan sebuah stupa dengan tanah liat, batu, 
kayu, emas, perak, tembaga, atau timah hitam, lalu menuliskan 
dharani ini serta meletakkan di dalamnya, stupa ini akan menjadi 
terbuat dari tujuh permata mulia begitu dharani ini diletakkan di 
dalamnya. Anak tangga, piring, payung, tirai, genta, dan roda 
semuanya berubah menjadi tujuh pertama mulia. Tubuh-tubuh Buddha 
yang berada di empat penjuru stupa ini akan melindungi siang malam 
karena [kekuatan] Dharma.

***

The seven gems Stupa with whole bodies relics wonderful precious 
store grows by the power of this Dharani to Ajianiza Heaven. All 
Heavenly beings pay respects to, protect, pay offering to this Stupa 
day and night when it rises to the Heaven.

Stupa tujuh permata dengan dengan sarira seluruh tubuh yang ajaib 
dan berharga akan bertumbuh dengan kekuatan dharani ini hingga 
mencapai Surga Akanistha. Seluruh makhluk surgawi akan menghaturkan 
hormatnya, melindungi, serta memberikan persembahan pada stupa ini, 
baik siang maupun malam, saat ia [bertambah tinggi dan] mencapai 
Surga.

***

Varjrapani asked: "Why is this dharma so wonderfully virtuous?" The 
Buddha said:" Because of the spiritual power of this Casket Seal 
Dharani." 

Vajrapani bertama, "Mengapakah dharma ini adalah begitu luar 
biasanya?" Sang Buddha menjawab, "Dikarenakan kekuatan spiritual 
Dharani Meterai Kotak ini."

***

Varjrapani said:" We wish The Buddha take pity on us and speak this 
Dharani." 

Vajrapani berkata, "Kami berharap agar Buddha berbelas kasih pada 
kami dan sudi mengucapkan dharani tersebut."

***

The Buddha said:" Listen and think, do not forget. The bright 
appearance of branch bodies of all Buddhas of the present and the 
future. The whole body relics of all Buddhas in the past are in 
this  Casket Seal Dharani. All the Buddhas' three bodies are also 
inside." Then The Buddha spoke the Dharani:

Buddha berkata, "Dengarlah dan hafalkan, jangan sampai lupa. 
Penampilan gemilang tubuh semua Buddha dari zaman sekarang dan akan 
datang. Sarira seluruh tubuh Buddha masa lampau terdapat dalam 
Dharani Meterai Kotak ini. Ketiga tubuh Buddha juga berada di 
dalamnya." Kemudian Buddha melafalkan dharani itu:

***

Namad sedeliya divi kanam,  sava tathagatanam, Om bhuvibha 
vadhavari, vachari vachatai, suru suru dhara dhara, sarva tathagata 
dhatudhari, padmabhavati jayavari mudri smara. Tathagata dharma 
chakra, pravartana vajri bodhi pana, Rumkara rumkriti,
Sava tathagata dhistite, Bodhaya bodhaya bodhi bodhi, Buddhya 
buddhya, Samboddhani samboddhaya, Chala chala chalamtu,
Sarva varanani, Sarva papavigate, Huru huru sarva sukhavigati, Sarva 
tathagata haridaya vajrani,
Sambhara sambhara, Sarva tathagata suhaya dharani mudri, Buddhi 
subuddhi, Sarva tathagata dhistita, dhatu garbhe svaha samaya 
dhistite svaha, sarva tathagata haridaya, dhatu mudri svaha, supra 
tisthita stubhe  tathagata dhistite, huru huru hum hum svaha,
Om sarva tathagata usnisa, Dhatu mudrani, Sarva tathagatam sadha 
tuvibhusita, Dhistite hum hum svaha.

***

When The Buddha finished speaking this Dharani, All Buddhas spoke 
from the mound to praise:"Good indeed, good indeed, Shakyamuni, you 
come to this turbid world and speak this profound Dharma for the 
benefit of those living beings who have nobody to rely on. This 
important Dharma will stay for the benefit, serene and happiness of 
the world for a long time." 

Ketika Buddha selesai mengucapkan dharani ini, semua Buddha 
mengucapkan pujian dari dalam gundukan itu, "Baik sekali! Baik 
sekali! Sakyamuni, engkau hadir di tengah kekeruhan dunia ini serta 
melafalkan Dharma mendalam ini demi kepentingan para makhluk yang 
tak memiliki sandaran hidup. Dharma penting ini akan bertahan demi 
kebajikan, kedamaian, serta kebahagiaan dunia ini dalam kurun waktu 
yang lama."

***

At that time, The Buddha told Varjrapani: " Listen, listen, this 
important Dharma has immeasurable spiritual power and uncountable 
benefit. It is like the precious gratified pearls on the banner. It 
spread gems to fulfil all wishes.

Pada saat itu, Sang Buddha memberitahu Vajrapani, "Dengarlah, 
dengarlah, Dharma yang penting ini memiliki kekuatan spiritual tak 
teukur serta tak terhingga kebajikan. Ini bagaikan mutiara berharga 
penghias pada sebuah panji. Ia menyebarkan batu-batu permata 
berharga demi memenuhi segenap dambaan.

***

I just tell you one ten thousandth of this dharma. You should 
remember for the benefit for all. 

Yang kubabarkan ini barulah sepersepuluh ribu bagian dari 
keseluruhan Dharma ini. Engkau hendaknya senantiasa mengingatnya 
demi kebajikan semua makhluk.

***

If any bad person felt into the Hell. He suffered seriously and did 
not know when he could be relieved. If his son or grandson calls the 
dead person's name and read this Dharani for seven times. The 
melting copper and hot iron becomes suddenly a pond with eight 
virtual water. A lotus flower carries him with a precious cover upon 
his head. The door of Hell will be broken and the road of Bodhi 
opens. The lotus flower flies to the World of Ultimate Bliss. All 
the wisdom appears naturally. He is happy to speak and stay at a 
position of supplement of a Buddha. 

Jika ada pelaku kejahatan besar yang terjatuh ke dalam neraka. Ia 
sangat menderita dan tidak mengetahui pada siapa ia seharusnya 
berlindung. Bila putera atau cucu orang ini menyebutkan nama orang 
yang meninggal itu dan melafapkan dharani ini sebanyak tujuh kali. 
Tembaga panas cair dan besi membara dengan sekejap akan menjadi 
kolam dengan airnya yang memiliki delapan sifat menyenangkan. Sebuah 
bunga teratai akan membawanya dengan tudung mulia di atas kepalanya. 
Pintu neraka akan pecah berantakan dan jalan menuju Bodhi akan 
terbuka lebar. Bunga teratai itu akan terbang ke Tanah Buddha 
Sukhavati. Seluruh kebijaksanaan akan muncul dengan sendirinya. Ia 
akan gembira berkata-kata serta berdiam bersama seorang Buddha.

CATATAN: Seolah-olah masalahnya nampak sangat sederhana. Orang dapat 
berbuat kejahatan sesukanya dan sesudah itu meminta anak cucunya 
untuk menyebutkan namanya serta melafalkan dharani ini setelah ia 
wafat. Tetapi kalau direnungkan tidaklah semudah itu. Jika seseorang 
tidak memiliki karma kebajikan yang cukup memadai, mungkin pula anak 
cucunya lupa atau lalai melafalkan dharani tersebut setelah ia 
meninggal. Mungkin pula anak cucunya bukan penganut Buddhisme. 
Mungkin pula mereka tidak sanggup menemukan kembali dharani ini... 
dan serangkaian kemungkinan lainnya. Seseorang harus tetap memiliki 
timbunan kebajikan agar ini dapat terjadi. Dharani ini sungguh sulit 
dijumpai. Saya telah hidup selama lebih dari tigapuluh tahun, tetapi 
baru sekarang menjumpainya. Beberapa dari Anda bahkan ada yang telah 
berusia empatpuluh, limapuluh, atau bahkan delapanpuluh tahun baru 
dapat menjumpai dharani ini. Jadi biar bagaimanapun juga tetap lebih 
baik atau aman bagi kita untuk menghindarkan diri dari kejahatan-
kejahatan besar dan senantiasa melakukan kebajikan.

***

If any person suffers many diseases and is suffering acute pain 
because of his cause of serious sin. If he reads this spiritual 
Dharani for twenty one times. All the diseases and worries will 
disappear. He will enjoy uncountable blessings and long life.

Jika ada orang yang menderita banyak penyakit dan diserang oleh rasa 
sakit yang hebat karena telah melakukan kesalahan berat. Apabila ia 
melafalkan dharani ini sebanyak duapuluh satu kali, seluruh penyakit 
dan kekhawatirannya akan lenyap. Ia akan menikmati tak terhitung 
berkah serta usia panjang.

***

If any body lives in a poor family because he was miserly, his 
clothes can not cover his body. His food can not keep him survival. 
He appears to be very week and thin, people don't like to see him. 
This person feels ashamed. He goes to a mountain taking some wild 
flowers. He grinds some wood to make incense. He goes to the front 
of this Stupa to prostrate and make offerings. He walks around the 
Stupa seven times clockwise. He weeps and repents. The poor effect 
is deleted and wealth comes suddenly. Seven gems come like raining. 
Nothing is in shortage. But at this time he should offer to The 
Buddha and The Dharma; and donate to the poor. If he is miserly, the 
wealth will disappear suddenly. 

Jika seseorang terlahir di keluarga miskin karena kekikirannya [pada 
kehidupan lampau], pakaiannya tidak sanggup menutup seluruh 
tubuhnya. Selalu kekurangan makanan untuk mempertahankan hidupnya. 
Penampilannya menjadi lemah dan kurus. Orang lain tidak suka 
berjumpa dengannya. Apabila orang ini merasa malu dan pergi ke 
sebuah gunung guna memetik beberapa bunga liar, menggiling [beberapa 
batang kayu] guna dijadikan dupa. Setelah itu, ia pergi ke hadapan 
stupa ini untuk menghaturkan hormat serta persembahan, berjalan 
mengelilinginya tujuh kali searah dengan jarum jam; meneteskan air 
mata dan menyesali kesalahannya. Kemiskinan orang itu akan sirna 
dengan segera dan kemakmuran akan diperoleh. Tujuh permata berharga 
akan tercurah dengan derasnya. Tidak ada kekurangan lagi. Tetapi 
mulai saat itu, ia harus menghaturkan persembahan pada Buddha dan 
Dharma, serta beramal pada orang miskin. Jika ia menjadi kikir, 
kemakmuran yang telah diperoleh akan lenyap dengan segera.

***

If anybody establishes a Stupa with a height of four fingers for 
planting good roots. He uses mud or bricks according to his ability. 
He writes this spiritual Dharani and puts it into this Stupa. He 
prostrates himself before this Stupa with fragrant flowers. 
Frangrant cloud comes out from the small Stupa because of the power 
of the Dharani and his  faith. The fragrance and cloudy light spread 
all over the Dharma Realm.  This fragrance and brightness will do 
Buddhist deeds. The merit and virtual are as the same as 
abovementioned. That is to say no any wishes are not satisfying. 

Jika seseorang mendirikan sebuah stupa dengan tinggi empat jari demi 
menanam benih kebajikan. Entah ia menggunakan tanah liat atau batu 
bata sesuai dengan kemampuannya, lalu menuliskan dharani ini dan 
meletakkannya di dalam stupa. Kemudian ia bernamaskara di hadapan 
stupa itu sambil membawa bunga-bunga harum; maka awan harum akan 
keluar dari stupa itu dikarenakan kekuatan dharani serta 
keyakinannya. Cahaya harum dan berwujud awan akan membumbung menuju 
seluruh alam dharma (dharmadatu). Keharuman dan kegemilangan ini 
akan memanifestasikan aneka kebajikan. Pahala dan kebajikannya sama 
dengan yang telah disebutkan di atas. Tidak ada harapan yang tak 
akan terpenuhi.

***

In the age of decadence, if noble men and noble women of the four 
families of believers, strive to build this Stupas and  settle the 
miraculous Dharani in it, the resulting virtue and merits will be 
immeasurable. 

Pada zaman kemerosotan, jika ada pria atau wanita berbudi dari 
kalangan empat kelompok umat Buddha, berusaha keras untuk membangun 
stupa-stupa semacam ini dan meletakkan dharani ajaib ini di 
dalamnya, jasa dan pahala kebajikannya yang dihasilkannya tak 
terukur.

***

If some one who comes to the Stupa begging for blessing, he offers a 
flower or an incense, prostrates himself before and makes offerings 
to the Stupa, and circumanbulates the Stupa clockwise. Because of 
such merits, the person will automatically gain happiness, high 
position and fame without striving; obtain longevity and richness 
without asking; defeat enemies and thieves without fighting; 
diminish hatreds and curses without expelling; avoid diseases and 
plagues without curing: get a noble husband or a lovely wife without 
searching: bear smart sons and pretty daughters without praying; and 
all wishes will be fulfilled.

Jika ada orang yang mengharapkan berkah dengan mengunjungi stupa 
ini, dimana ia mempersembahkan setangkai bunga atau dupa, 
bernamaskara di hadapan stupa tersebut, menghaturkan persembahan 
serta mengelilinginya searah jarum jam; dikarenakan kebajikan 
semacam itu, orang tersebut dengan sendirinya akan memperoleh 
kebahagiaan, kedudukan tinggi, dan kemakmuran tanpa perlu bersusah 
payah. Umur panjang dan kekayaan akan dimilikinya tanpa meminta; 
musuh dan penjuru akan dikalahkan tanpa perlu bertarung; kebencian 
dan kutukan akan sirna tanpa usaha apapun; penyakit dan wabah 
menyakit akan menghindar dengan sendirinya; suami yang mulia atau 
istri yang baik akan diperoleh tanpa mencari; putera cerdas serta 
puteri cantik akan diperoleh; dan seluruh dambaan akan terpenuhi.

***

If there are birds, pigeons, dogs, wolves, mosquitoes and ants, 
coming to the shadow of this Stupa or stepping on the grassland, 
they will destroy the obstruct and understand from ignorance. They 
will enter a Buddhist's home and receive the Dharma wealth.

Jika terdapat burung, burung dara, anjing, serigala, nyamuk, dan 
semut, terkena bayangan stupa ini atau menginjak rerumputan di 
sekitarnya, halangan karma mereka akan sirna serta terbebas dari 
kebodohan. Mereka akan menerima kekayaan Dharma.

***

If any person sees the form of the Stupa, or he hears the sound from 
the bells, or hears the name of this Stupa, or he is at the shadow 
of this Stupa. His criminal obstruction will be demolished. His 
wishes will be fulfilled. He will enjoy a serene life and will 
reborn in the World of Ultimate Bliss after he dies. If anybody uses 
a little mud to repair the spoiled wall of the Stupa, or uses a 
small stone to prop up the leaning Stupa. His blessing and lifespan 
will be raised. He will become a  Wheel Turning King after this 
life. 

Jika ada orang melihat wujud stupa ini, mendengar suara genta-
gentanya, mendengar nama stupa ini, atau berada di bawah 
bayangannya; seluruh hambatan akibat karma buruknya akan 
dilenyapkan. Dambaan-dambaan hatinya akan terpenuhi. Ia akan 
menikmati hidup yang damai serta terlahir di Tanah Buddha Sukhavati 
setelah kematiannya. Apabila ada orang yang menggunakan sedikit 
tanah untuk memperbaiki dinding stupa yang rusak atau menggunakan 
sebongkah batu kecil untuk menyangga stupa itu; berkah dan usianya 
akan meningkat. Ia akan terlahir sebagai Raja Pemutar Roda Dharma 
setelah kehidupan ini.

***

After my nirvana, if anybody in the four families of my believers 
offers incense and flowers, sincerely vows to read this Dharani in 
front of the Stupa aiming to relieve the suffering of those in evil 
patterns, every sentence will eliminate great light to shine the 
three evil patterns. All suffering will be gone. The living beings 
will be relieved from pain and the seed of Buddha will sprout. They 
will reborn in any pure lands as they wish

Setelah aku parinirvana, jika ada salah seorang di antara empat 
kelompok penganut ajarannya mempersembahkan dupa dan bunga, dengan 
tulus berikrar melafalkan dharani ini di depan stupa demi 
membebaskan para makhluk yang berada di alam penderitaan; maka 
setiap kalimat yang diucapkannya akan memancarkan cahaya gemilang 
hingga menyinari tiga alam sengsara. Seluruh penderitaan akan 
berakhir. Para makhluk akan terbebas dari penderitaan dan benih 
Buddha akan bertunas.  Mereka akan terlahir di Tanah Buddha manapun 
sesuai kehendak mereka.

***

If anybody standing on a mount and read this Dharani sincerely. All 
living beings with hair, feather, scales and shells that are staying 
in the mountains, forest, rivers and seas within the sight of this 
man, will break the obstruction and understand from the ignorance. 
The original three natures of the Buddha will appear. They will stay 
in the serene place of great nirvana. If anybody walks with this 
person on the same road. Or anybody touches his clothes or steping 
on the footprint of this person. Or anybody meets him and has a talk 
with this person. The serious sin of this person will be demolished 
and he will fulfill a success.

Jika ada orang yang berdiri di puncak gunung dan melantunkan dharani 
ini dengan tulus, semua makhluk berambut, berbulu, hidup di dalam 
tempurung, dan bercangkang , yang tinggal di gunung, hutan, sungai, 
serta lautan di dalam jangkauan pandangan orang itu, akan terbebas 
dari belenggu dan kebodohan. Tiga hakekat asali Buddha akan 
menampakkan dirinya. Mereka akan bernaung dalam kedamaian nirvana. 
Jika ada orang yang berjalan dengan orang ini di jalan yang sama, 
menyentuh bajunya, menapaki jejak kaki orang ini, atau berbicara 
dengannya; kejahatan berat mereka akan dimusnahkan dan selain itu 
mereka akan mencapai kesuksesan.

***

At that time, The Buddha told Varjrapania: " Now I enjoin this 
secret mysterious Dhrani Sutra to you. You should pay respect and 
protect it. Let this Dhrani Sutra be spread all over the world. 
Don't let the living beings stop learning  it.

Saat itu Buddha memberitahu Vajrapani, "Kini aku menyerahkan sutra 
dharani yang penuh misteri ini padamu. Engkau hendaknya menghormati 
dan melindunginya. Semoga sutra dharani ini dapat tersebar ke 
seluruh dunia. Jangan biarkan para makhluk berhenti mempelajarinya.

***

Varjrapania  said: " Now I am so lucky to be enjoined by The 
Hounable One. We wish to protect and spread this Sutra day and night 
to the world for paying a debt of gratitude to The Buddha.  If 
anybody writes ,up holds and remind continuously this Sutra. We will 
urge the Shakra Emperor and the four Kings of the Heaven, all 
Dragons and the Eight Departments on the Heaven to protect this 
person day and night and do not leave him.

Vajrapani berkata, "Aku sangat beruntung dapat berjumpa dengan Yang 
Dijunjungi. Kami berikrar untuk melindungi dan menyebarkan sutra ini 
siang dan malam demi membalas budi kami pada Sang Buddha. Jika ada 
orang yang menyalin, mempertahankan, dan merenungkan terus menerus 
sutra ini, kami akan meminta Mahadewa Sakra, Empat Maharaja Langit, 
seluruh naga, dan delapan kelompok makhluk surgawi untuk melindungi 
orang ini siang dan malam tanpa pernah meninggalkannya."

***

The Buddha said: " Good indeed, Varjrapania. You protect this Dharma 
and do not let it stop for the great benefit of all living beings in 
the future.

Buddha berkata, "Baik sekali, Vajrapani. Engkau melindungi Dharma 
ini dan jangan hentikan curahan kebajikannya bagi semua makhluk di 
masa mendatang."

***

At that time, The Hounable One spoke The Casket Seal Dharani and 
spread the Buddhis deeds. After that they went to the Bhraman's home 
and accepted offerings. They made great benefits to all Heavenly 
beings and Human beings and returned to their residence.

Pada saat itu, Yang Dijunjungi Dunia telah mengucapkan Dharani 
Meterai Kotak dan membabarkan Dharma. Setelah itu mereka pergi 
mengunjungi rumah sang brahmana dan menerima persembahannya. Seluruh 
makhluk surgawi dan umat manusia menerima manfaat yang sungguh 
besar. Mereka lalu pulang ke kediamannya masing-masing.

***

At that time, all the Bhishus, Bhishunis, laymen, laywomen, Heavenly 
Dragons, Yechas, Jiandapoes,Axiuluoes, Jialouluoes, Jinaluoes, 
Mohouluoqies, Human beings and Non-human beings were all happy. They 
believed, accepted, up held and practised this Dharma.

Seluruh bhikshu, bhikshuni, umat awam pria, umat awam wanita, naga 
surgawi, yaksha, gandharva, asura, garuda, kinnara, mahoraga, 
manusia, dan bukan manusia bergembira. Mereka meyakini, menerima, 
mempertahankan, dan mempraktekkan Dharma ini.
(Selesai 10 Juli 2006 – pukul 21.05) .Edisi ke-1. Revisi ke-0








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke