Gempa Bumi
Dana Bencana Sudah Habis, Pemerintah Cari Talangan
Dana Bencana Sudah Habis, Pemerintah Cari Talangan
Jakarta, Kompas - Anggaran dana penanggulangan bencana alam yang ditetapkan dalam APBN 2006 sebesar Rp 500 miliar kini tersisa kurang dari Rp 100 miliar. Dengan demikian, pemerintah telah kehabisan anggaran untuk menanggulangi bencana alam gempa dan tsunami di Pantai Pangandaran dan daerah sekitarnya.
"Dana yang tersisa masih ada beberapa puluh miliar, tetapi kurang dari Rp 100 miliar. Namun, dana itu sudah dialokasikan, artinya sudah ada daerah yang membutuhkannya," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, di Jakarta, Selasa (18/7).
Menurut Sri Mulyani, setelah menetapkan dana talangan, pihaknya akan membahas kekurangan dana itu ke Panitia Anggaran DPR. Kekurangan tersebut diusulkan melalui mekanisme APBN Perubahan (APBN-P).
Hal serupa juga diungkapkan oleh Wakil Ketua Panitia Anggaran Hafiz Zawawi dan anggota DPR Aria Bima (Fraksi PDI Perjuangan, Jateng V). Aria Bima bahkan meminta pemerintah segera mengusulkan anggaran bantuan dalam APBN-P. Menurut dia, pemerintah terlalu banyak berjanji kepada rakyat, namun kurang mampu memenuhinya.
Wakil Presiden M Jusuf Kalla selaku Ketua Badan Koordinasi Nasional (Bakornas) Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Kalla, di Istana Wapres mengemukakan, Bakornas melalui Menko Kesra Aburizal Bakrie telah menyalurkan dana tanggap darurat sebesar Rp 1 miliar kepada Satkorlak daerah untuk penanganan korban.
Perkuat doa
Sementara itu, Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla meminta agar para ulama memberikan kekuatan melalui doa kepada Allah SWT bagi bangsa dan negara terkait berbagai bencana alam yang terjadi beruntun seperti gempa bumi di Jabar dan Jateng, Senin lalu.
Pernyataan Wapres itu disampaikan Ketua Pengurus Pusat Majelis Ulama Indonesia KH Ichwan Syam, seusai bersama PP MUI lainnya bertemu dengan Jusuf
Kalla, di Istana Wapres, Jakarta, kemarin.
Menurut Wakil Ketua PP MUI Din Syamsuddin, MUI menyatakan rasa duka cita dan keprihatinan mendalam berkaitan berbagai bencana yang terjadi beruntun di sejumlah wilayah di Indonesia. "Kejadian itu sungguh membuat kita prihatin. MUI menganggap, peristiwa gempa itu sebagai ujian dan cobaan Allah SWT. Gempa dan tsunami itu bukan azab, siksa dan hukuman, apalagi laknat," tambah Din. (OIN/JOS/HAR)
Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free. __._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
