Sharing Daily INEB Training (9)
 
Tgl 1 Juni 2006
Hari ini kita sudah sampai di tempat baru, Wongsanit Ashram. Tempatnya bagus, masih sangat asri sekali. Begitu juga dengan hewan2 hutannya, seperti nyamuk, tokek, dll.

Selama kita disini, akan dibimbing oleh Ajahn Pracha, beliau seorang meditator yang serius, dan bijaksana, sekaligus seorang ajahn (guru) yang baik & mengagumkan..
Pertanyaan pertama adalah apa yang sudah kita pelajari selama 2 minggu ini dan apa yang kita harapkan dari training ini, serta apa latar belakang kita menjadi Buddhis.

Hari ini kami cuma belajar setengah hari. Kelas dimulai langsung dengan game, "Crossing Wire". Mendebarkan dehh....sampai ada yang luka lecet....dan kakinya keseleo.....Mau tau gimana gamenya? Ikutin acara Lazy Day kita..Hehe...
Game ini memakan waktu sekitar 2 jam gitu deh. Setelah kita berhasil, kita diminta untuk meng-observe pelajaran apa yang bisa kita dapatkan dari sini, dan kemudian menghubungkannya dengan ajaran Buddha. Dan bagaimana kita membuatnya lebih baik lagi jika kita diberikan kesempatan untuk mengulanginya lagi.

Mulai malam ini, kami akan belajar meditasi dengan bimbingan dari Ajahn Pracha. Malam ini kami mulai dari dasar-dasar bagi meditator. Kita belajar untuk menyadari bagian badan kita. contoh: kita menyadari kaki kita, betis kita, paha, pangkal paha,perut,pinggang,punggung belakang bagian bawah, punggung belakang bagian atas,lengan bagian atas, lengan bagian bawah, tangan, jari, dada, leher, dagu, pipi, hidung, telinga, mata, mulut, lidah, dan kepala. Serta dilakukan scan badan secara menyeluruh. Kami mengulangi sebanyak 3 kali.

Dan Ajahn Pracha adalah seorang yang santai, beliau memberikan kita kebebasan untuk menentukan jam berapa kelas dimulai, dan jam berapa kelas akan selesai, serta waktu istirahat juga.

Demikianlah hari pertama kami di Wongsanit Ashram.
Kami belajar banyak dan gembira...Haha...Menarik...Menarik...
======================================================================
Tgl 2 Juni 2006
Hari ini kita belajar mengenai bagaimana menyikapi penderitaan yang kita rasakan...Bukan dengan melarikan diri, tapi menghadapinya langsung.
Ada 3 perasaan yaitu: perasaan tidak menyenangkan, perasaan menyenangkan, dan keadaan alami dari segala sesuatu (tidak kekal).

Setelah itu kita juga belajar lebih mendalam lagi tentang 4 Kebenaran Arya dan Jalan Mulia Berunsur 8.
Kemudian kita ditanya; jika kita adalah komunitas Buddhis, apa yang menjadi tujuan hidup kita?
Masyarakat saat ini malah meningkatkan sebab-sebab penderitaan (seperti kekayaan, popularitas, kekuasaan, kenyamanan,dll). Tapi dalam masyarakat Buddhis, kita mencoba untuk meningkatkan hal-hal yang menciptakan kedamaian, dan menurunkan penyebab penderitaan.

Coba sekarang bayangkan jika kita benar-benar hidup di sebuah komunitas Buddhis (seperti Ratchatani Asoke) apa kira-kira yang menjadi tujuan hidup kita? Bayangkan sejelas-jelasnya...

Malam harinya kita juga tetap melakukan meditasi. Dengan beberapa tambahan baru. Seperti mengamati tangan yang berat, kaki yang berat.
Dan dilanjutkan dengan meditasi tanpa berkonsentrasi pada apa-apa selama 10 menit.
======================================================================
Tgl 3 Juni 2006
Tema kita hari ini adalah "CINTA". Topik ini benar-benar mengundang perhatian kita semua. Sebagai makhluk kita mempunyai "kekuatan alami" yang artinya kekuatan tsb akan muncul secara alami begitu saja saat bertemu dengan kondisi yang cocok. Terkandung salah satu diantaranya adalah insting seksual. Bagaimana cara kerja insting ini dalam hidup kita? Ketika badan ini merasakan adanya kebutuhan biologis, walaupun tak pernah melakukannya, tapi kita bisa merasakannya.Kita mulai merasa tertarik dengan seseorang (tidak menutup kemungkinan terjadi pada sesama jenis), ingin mendengar suaranya, mencium harum tubuhnya, melihat fisiknya,dan kita merasa bahagia. Ini disebut dengan kebahagiaan sensual (Kama Sukkha). Kemudian pada akhirnya sampai pada orgasme. Ini disebut dengan nafsu sensual (Kama Tanha), yang membuat kita merasa dan berpikir kita membutuhkan sex.
Kita mesti berusaha untuk mengembangkan kebahagiaan jenis lain, jika tidak kita akan selalu merasa bahwa kita membutuhkan sex.

Dewasa ini jika kita berbicara tentang sex, tak luput dari tindakan sex yang menyimpang. Contohnya hubungan sesama jenis, antara manusia dan hewan, dan hubungan melalui anal,dll. Kemudian apa sih sebenarnya arti dari penyimpangan seksual? Di jaman seperti ini, kita tidak bisa dengan sangat tegas memberikan  arti dari penyimpangan seksual. Jika kita memang mau membahasnya, kita perlu tahu dulu, dari sudut pandang mana? Karena ada sebagian orang yang berpandangan bahwa hubungan sesama jenis bukanlah termasuk penyimpangan, itu adalah hak asasi. Tetapi jika kita melihat dari sudut pandang Buddhis, dapat dilihat dengan jelas. Berikut Ajahn Pracha mengutip dari karya tulis Mahabhikshu Thich Nath Hanh (point ke 14 dari 14 Latihan Perhatian Penuh):
"Sadar bahwa hubungan-hubungan seksual yang dimotivasi nafsu rendah tidak dapat menghilangkan perasaan kesepian melainkan akan menciptakan lebih banyak penderitaan, frustasi, dan isolasi, kami bertekad untuk tidak terlibat dalam hubungan-hubungan seksual tanpa saling pengertian, cinta kasih, dan komitmen jangka panjang. Dalam hubungan seksual, kami harus menyadari bahwa penderitaan dimasa yang akan datang bisa ditimbulkan."

Menurut bro & sis semua, kenapa ada sebagian orang yang walaupun sudah tahu apa resiko dari penyimpangan seksual, tapi masih tetap mau melakukannya?
Dan bagaimana mencegah serta menguranginya?


Demikian sharing kali ini.
Sampai jumpa di sharing berikutnya..

metta,
Julie



See the all-new, redesigned Yahoo.com. Check it out. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke