TANYA-JAWAB DENGAN USKUP JOHN SELBY SPONG
B. dari internet menulis:
"Saya pertama kali menemukan filsafat dan/atau kepercayaan religius
Anda ketika menghadiri ceramah Anda di Televisi Universitas
California sekitar setahun lalu. Saya telah membaca beberapa buku
Anda, dan mendapati pemikiran-pemikiran Anda adalah yang terbaik dan
paling masuk akal di dalam memahami iman Kristiani. Namun, sekitar
tiga atau empat tahun lalu saya memutuskan untuk menjadi ateis,
setelah membaca dua buku tulisan John A. Henderson, "God.com" dan
"Fear, Faith, Fact and Fantasy."
Saya merahasiakan hal ini dari istri saya dan bahkan berkata
kepadanya bahwa pandangan-pandangan Anda paling masuk akal buat saya
dan bahwa filsafat religius Anda memberikan harapan bahwa masih
mungkin ada Kekuasaan Tertinggi. Namun, sekitar tiga bulan lalu, saya
membaca Sam Harris -- "The End of Faith", dan sejak saat itu merasa
sangat nyaman menjadi seorang ateis. Terlebih lagi, saya mengikuti
beberapa kursus audio CD tingkat college dalam agama dan filsafat,
membaca beberapa buku tulisan Elaine Pagels, mengkaji temuan-temuan
Jesus Seminar, mempelajari beberapa esei dan buku tulisan Thomas
Sheehan, Rudolph Bultmann dan Robert Funk. Tidak satupun telah
mengubah pikiran saya.
Maksud saya begini: Istri saya selamanya adalah Kristen Terlahir
Kembali [Born Again Christian], dan pada awal perkawinan kami selama
25 tahun, kami mengikuti gereja-gereja yang diimaninya dan gereja
dari mana saya berasal, yakni Lutheran. Kedua orang tua saya adalah
Lutheran. Malam yang lalu, setelah makan malam di luar yang
menyenangkan, kami berdiskusi tentang pergi ke gereja lagi, dan saya
berkata kepadanya bahwa saya ateis. Ia hampir saja menyuruh saya
berhenti dan keluar dari mobil karena ia tidak mau terikat dengan
seorang yang tak beriman. Kami masih hidup bersama dan mencoba
membicarakan masalah ini, tetapi ia sukar sekali menerima keputusan
saya. Kita berencana akan bertemu dengan seorang konselor perkawinan
yang sama-sama kami sukai ketika kami mempunyai masalah dalam
perkawinan kami sekitar 10 - 15 tahun lalu atas sarannya dan
sepenuhnya saya setujui.
Adakah suatu pencerahan atau nasehat yang bisa Anda berikan untuk
membantu kami mengatasi situasi ini? Saya tidak mau bercerai, apa
lagi berpisah. Untunglah, kami tidak mempunyai anak. Tetapi saya
sangat khawatir karena ia mempertimbangkan untuk berpisah oleh karena
saya bukan Kristen. Saya bertanya kepadanya, bagaimana seandainya
saya memilih menjadi Muslim, Yahudi atau bahkan Taois, apa yang akan
dilakukannya. Ia menjawab, 'Yah, setidak-tidaknya kamu percaya sesuatu.' "
Dear B.,
Anda tidak menandatangani dengan nama Anda, jadi saya menggunakan
inisial dalam email Anda untuk mempertahankan keanoniman Anda. Terima
kasih telah berbagai kisah pribadi Anda dengan saya.
Pertama-tama, izinkan saya berkata, bahwa saya menganggap ateisme
adalah sudut pandang religius yang mendalam yang patut dihormati.
Orang ateis bukan berkata tidak ada Tuhan, karena tidak seorang pun
dapat secara final membuat pernyataan seperti itu. Yang dikatakan
oleh seorang ateis adalah bahwa tidak ada Tuhan sebagaimana Tuhan
yang saya kenal sejak kecil--Tuhan seperti itu tidak bisa menjadi
Tuhan bagi saya. Kata 'ateis' secara harfiah berarti "bukan teis".
Teisme adalah definisi yang dibuat oleh manusia tentang Tuhan, yang
di budaya Barat di lestarikan oleh tradisi iman Yahudi-Kristiani.
Teisme mendefinisikan Tuhan sebagai pribadi yang hidup [being],
kadang-kadang disebut Pribadi Tertinggi [Supreme Being], yang
mempunyai kekuatan supernatural, tinggal di suatu tempat di luar bumi
dan sekali-sekali datang ke bumi untuk membelah Laut Merah,
memaksakan kehendak illahi, memberkati, atau menghukum, atau menjawab
doa-doa. Definisi Tuhan seperti ini telah banyak runtuh oleh revolusi
intelektual yang mulai pada abad ke-16 dengan Copernicus dan
berlanjut pada zaman kita dengan penemuan DNA, dimensi ruang dan
begitu banyak hal lagi. Tuhan teistik sekarang banyak menganggur,
oleh karena segala sesuatu yang dulu kita kira dilakukan oleh Tuhan
sekarang bisa dijelaskan tanpa mengacu kepada Tuhan sama
sekali--Tsunami, taufan, penyakit, kematian, dsb. Jadi, jika ateisme
berarti, "Saya tidak percaya pada Tuhan teistik," itu adalah suatu
pernyataan religius, dan Anda punya banyak teman di dunia modern.
Beberapa orang di antara kawanan ini sadar betul bahwa itulah diri
mereka, sedangkan yang lain banyak yang tidak sadar akan fakta bahwa
mereka telah mengambil keputusan itu. Mereka sekadar hidup menjalankannya.
Jika klaim Anda tentang ateisme ialah bahwa Anda tahu segala
sesuatu tentang Tuhan dan dunia, dan memutuskan bahwa tidak ada
tempat di alam semesta ini bagi Tuhan yang dipahami dengan cara apa
pun, maka pikiran Anda sama sempitnya dengan seorang fundamentalis
yang paling sakit.
Tentang istri Anda dan perkawinan Anda, jelas ada masalah-masalah
lain yang bekerja di situ, dan pergi ke seorang konselor adalah
tindakan yang arif. Sadarilah dan pekalah terhadap fakta bahwa bagi
banyak orang agama adalah suatu bagian utama dari sistem keamanan
[security system] mereka. Mereka tidak bisa hidup tanpa itu. Gangguan
terhadap sistem keamanan itu merupakan ancaman yang tak dapat
ditolerir bagi orang yang bersembunyi di balik dinding-dindingnya.
Hanya bila Anda memahami hal itu, Anda memahami pula bagaimana
mungkin istri Anda meninggalkan perkawinan selama 25 tahun oleh
karena Anda tidak bisa lagi hidup di dalam batas-batas apa yang Anda
lihat sebagai dituntut oleh kepercayaan kepada Tuhan. Banyak sekali
dari apa yang membentuk kemanusiaan kita berada di bawah sadar.
Kebanyakan dari ketakutan-ketakutan kita ada di situ. Bila Anda
mengguncang tingkatan itu, Anda akan mendapatkan tanggapan-tanggapan
yang mengejutkan dan sering kali tidak rasional. Semua itu adalah
gejala, bukan sebab. Perkawinan selama 25 tahun patut diupayakan agar
selamat. Saya harap kalian berdua melakukannya. Saya kirimkan kepada
Anda harapan dan doa saya.
-- John Shelby Spong
[Uskup Episkopal John Selby Spong menulis beberapa buku, antara lain,
"Why Christianity Must Change or Die".]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Great things are happening at Yahoo! Groups. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/