Sayangnya Negara dalam keadaan sakit

 

Membentuk suatu kurikulum yang jelas untuk pendidikan aja amburadul

Memberi pendidikan gratis atau murah aja amburadul, masalah BOS aja main
sunat

Lalu bagaimana bisa membentuk atau membangun character building, yang harus
mencirikan Indonesia yang majemuk dan anti korupsi bila guru dan kepala
sekolahnya tidak mempunyai character seperti itu

 

Koq yang dipentingkan malah masalah 'moral' sempit seperti memakai rok
panjang sampai kemata kaki terutama untuk wanita untuk menghindari tindakan
mesum(yang jadi pertanyaan, apakah dengan melihat betis aja kaum lelaki
Indonesia langsung 'tancap gas'???, apakah moral bangsa Indonesia sudah
demikian parahnya, lalu mana peran serta para pemimpin agama) , kelas
dipisah antara laki2 dan perempuan , harus hafal ini itu dll,  

 

Dengan mengesampingkan masalah pola pikir dan character building para
siswanya

Dengan mengesampingkan banyak anak putus sekolah

Dengan mengesampingkan biaya sekolah yang terus naik

Dengan mengesampingkan mental menerima kegagalan dengan penuh tanggung
jawab(kasus UAN)

Dengan mengesampingkan prasarana dan sarana pendidikan yang rusak

Dengan mengesampingkan bahwa moral, budi pekerti bukan berasal dari pakaian

 

 

Apa jadinya pendidikan di Indonesia???terlepas dari suksesnya Indonesia
menjuarai berbagai turnamen, tetap tidak dipungkiri bobroknya sistem
pendidikan di Indonesia

 

Coba lihat di makasar, banyak mahasiswa main tawuran, pake pistol rakitan,
tawuran dengan sopir angkot hanya karena masalah sepele

Inikah hasil pendidikan Indonesia, inikah character building Indonesia yang
baru ???

 

sangat memalukan

 

 

 

ronny

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Jeritan Bisu
Sent: 26 Juli 2006 15:49
To: [email protected]
Subject: [Dharmajala] "Character Building" dan Pendidikan Kita

 

Kompas, Rabu, 26 Juli 2006 

"Character Building" dan Pendidikan Kita 

Mochtar Buchori 





** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke