Apa bedanya obrolan di warung kopi dan obrolan agama? 
Dua-duanya mengungkapkan isi hati seseorang.
Justru obrolan yang santai lebih menunjukkan pribadi seseorang yang ASLI 
daripada obrolan yang serius yang bisa direkayasa.
Jadi hati-hatilah dengan omongan Anda di warung kopi.

hudoyo

At 07:37 PM 7/30/2006, "bcl_t" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>Ah, rupanya di komentari oleh Pak GURU Hudoyo, 
>
>Terima kasih atas komentarnya, tapi obrolan santai dengan sahabat 
>itu merupakan obrolan di kafe, bebas, santai tanpa urusan agamis dan 
>guruis, jadi rasanya agak nggak nyambung apalagi dijawab dengan 
>demikian seriusnya.... 
>
>Konflik batin itu sudah saya jabarkan dengan santai kok, namun di 
>sinilah letaknya hehehehe obrolan kafe di tanggapi dengan religius 
>dan guruis, jadi kaku dan lucu.. :)
>
>Ya, mungkin bagi anda spiritualitas itu sesuatu yang serius dan 
>teoritis sekali, tapi apakah semua orang demikian? :) 
>
>Saya berpuisi saja ya.... 
>
>minum teh bisa santai, bisa juga kaku
>berjalan bisa rileks, bisa juta kaku
>tergantung... anda sahabat
>
>menulis bisa dengan garis bantu, bisa menulis bebas
>pemula menulis dengan buku halus kasar
>seniman menulis seluruh jagad raya dengan tertawa
>daku hanya tertawa.....
>Sang Guru akan menulis sesuai buku yang muncul dihadapannya
>
>Hanya ketika telah bisa menulis di mana saja, sahabat
>anda baru layak menempatkan diri seorang Guru
>Tanpanya, kita sama-sama pelawak dunia
>Kita beda hanya gaya saja, 
>sejatinya sama dogolnya
>
>Atau mungkin aku yang dogol 
>dikau sejapal, sejati palsu... :)
>
>hahahahaha.... :)
>
>salam tawa 
>salam canda
>bukan tuk menghina
>sekedar mengetuk pintu yang lama tertutup
>dan hati yang tertutup juga karena tlah jauh di atas sana 
>bersama mega-mega dan angin..... :))
>
>jakarta timur minggu tigapuluh juli duaribu enam
>bclt





** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke