Dari: "Alex Chandra" <[EMAIL PROTECTED]>

Romo Hudoyo,

Saya, Alex Chandra - peserta MMD akhir pekan dari Vihara Siripada,
ingin membagikan sedikit pengalaman dan bertanya.

Pada hari Selasa tanggal 25 Juli 2006 kira2 pukul 8 malam, listrik di
rumah padam ketika saya sedang menonton televisi. Karena listrik
padam, maka saya masuk ke kamar dengan cahaya api lilin. Hampir tidak
ada yang bisa saya kerjakan dengan kondisi listrik padam, maka saya
iseng2 duduk bermeditasi. Saya duduk diam tidak terlalu lama - sekitar
30 menit. Setelah itu saya keluar sebentar, lalu kembali masuk kamar
dan bermeditasi. Kali ini hanya sekitar 15 menit.

Saya tidak tahu apa yang telah terjadi dalam meditasi yang sejenak
itu. Tapi pada saat duduk bermeditasi, saya merasa mudah sekali
mengamati badan dan batin. Setelah selesai, hal yang sangat berbeda
yang saya alami adalah saya mudah sekali sadar mengamati badan dan
batin walaupun dengan mata terbuka dan nafsu keinginan saya menjadi
sangat berkurang. Rasanya nyaman sekali. Pikiran masih muncul tapi
jarang2.. Hanya sedikit konflik yang muncul dalam batin. Tapi saya
agak merasa takut bahwa kondisi batin yang saya alami sekarang tidak
kekal, suatu saat akan hilang.

Mohon nasihat dari Romo Hudoyo.

Saya ingin sekali-kali mengikuti program meditasi vipassana yang 10
hari. Jika Romo mempunyai jadwal program-nya, mohon diinformasikan.

Anumodana,
Alex Chandra

==============================
HUDOYO:

Rekan Alex yg baik,

Apa yang Anda alami dalam jargon vipassana disebut 'khanika-samadhi'. Yaitu 
keadaan batin ketika perhatian berada pada SAAT KINI tanpa bergeming, tanpa 
terseret oleh pikiran ke masa lampau atau ke masa depan. Yang disadari hanyalah 
fenomena badan & batin yang tengah muncul pada saat kini, timbul dan lenyap. 
Pikiran pun ketika muncul segera lenyap kembali, tidak sempat menyita perhatian 
dan menyeret batin ke masa lampau/masa depan. 

Karena pikiran tidak lagi berpengaruh, maka SI AKU dengan kehendak dan daya 
upayanya tidak berfungsi (untuk sementara). Rasanya seolah-olah ringan sekali, 
seperti daun yang mengalir bersama aliran sungai terbawa entah ke mana. Tidak 
ada keinginan, tidak ada kehendak, tidak ada daya upaya, tidak ada aku. 

Menurut teori vipassana, dalam 'khanika samadhi' kelima rintangan batin 
(keinginan, ketidaksenangan, kebosanan/kemalasan, kegelisahan, dan keraguan) 
mengendap (untuk sementara). Itulah yang memberikan rasa nyaman & bahagia. 
Seorang guru vipassana, YM Buddhadasa Mahathera alm., menyatakan bahwa khanika 
samadhi ini (kalau sudah berkembang kuat) dapat diumpamakan dengan "mencicipi 
NIBBANA."

Memang kondisi batin seperti itu tidak kekal dan akan lenyap kembali bila 
perhatian (sati) Anda mengendor. Apalagi kalau 'aku' Anda muncul kembali dalam 
bentuk kekhawatiran bahwa samadhi ini akan hilang kembali. Pasti Anda tidak 
akan bisa "masuk" kembali ke dalam kondisi itu. 

Oleh karena itu sadarilah saja gerak-gerik SI AKU itu: pikiran, harapan, 
kekhawatiran dsb yang muncul. Bila si aku itu mengendap kembali dengan 
sendirinya (secara spontan tanpa diharapkan dan tanpa diupayakan), maka Anda 
akan "masuk" kembali ke dalam kesadaran itu. Tetapi bila Anda berharap-harap 
akan munculnya kesadaran itu, justru Anda akan sia-sia.

Di sini Anda akan melihat bahwa PENCERAHAN/PEMBEBASAN (NIBBANA) BUKANLAH HASIL 
USAHA ATAU DAYA UPAYA SI AKU. Seperti dikatakan dalam Visuddhi-magga: "Ada 
nibbana, tapi tidak ada yang memasukinya."

Hal yang membesarkan hati adalah fakta bahwa batin Anda bisa tetap berada dalam 
samadhi sekalipun dengan mata terbuka. Itu berarti  bahwa samadhi Anda sudah 
relatif kuat. Teruskan. Dalam samadhi inilah pembebasan mulai dari Sotapatti 
akan tercapai, bila waktunya sudah sampai (parami Anda sudah matang).

Bandingkanlah pengalaman Anda itu dengan pernyataan J Krishnamurti yang 
tercantum dalam buku terjemahan saya, "Duduk Diam dengan Batin yang Hening":

"Meditasi adalah pengosongan batin dari segala sesuatu yang telah dibentuk oleh 
batin. ...
Jika Anda lakukan itu, maka ada suatu ruang luar biasa di dalam batin, 
dan ruang itu adalah kebebasan. ...
Jika Anda berjalan sejauh itu,
maka ada suatu gerak dari apa yang tak diketahui, 
yang tak dikenal, yang tak dapat diterjemahkan,
yang tak dapat dirumuskan dengan kata-kata--
maka Anda akan menemukan ada gerak dari yang Mahaluas."

*** 

Bila Anda ingin mengikuti retret vipassana 10 hari bersama Lembaga Satipatthana 
Indonesia (LSI), harap hubungi Ibu Mimi Tjhiu, 0816 70 67 56.

Anda dapat pula mengikuti retret MMD Seminggu di Vihara Mendut pada tgl 24 
Desember 2006 s/d 1 Januari 2007, dengan menghubungi Sdr Waluyo 0812 294 31 13.

Salam,
Hudoyo

[Rekan Alex Chandra ini adalah peserta MMD Akhir Pekan di Vihara Siripada, 
Tangerang, sebanyak 4x berturut-turut. Ia menulis dalam formulir pendaftarannya 
yang terakhir, sering bermeditasi di rumah, setiap kali selama 30 - 60 menit.]





** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke