SEKUNTUM TERATAI UNTUK ANDA SEORANG CALON BUDDHA! Beberapa hari ini saya merasa begitu beruntung dapat bertemu serta berbincang-bincang dengan seorang yang begitu hebat dalam kehidupannya, beliau adalah Ajahn Sulak Sivaraksa, beliau adalah pendiri beberapa organisasi, institut dan pergerakan budhisme international yang sangat memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan Budhisme begitu juga di indonesia. Beliau juga menjadi pengajar dan pembicara di beberapa universitas yang cukup terkemuka seperti Naropa, Schumacher, Harvard, Oregon State, Maine, McMaster, UNESCO dan berbagai tempat lainnya. Beliau juga telah mendapatkan beberapa penghargaan yaitu :
1991 awarded by the Society of Thai Publishers& Distributors as a pioneer in both fields since 1962 1993 Sriburapa Award for being a distinguished aauthor dedicating for social justice during the last 30 years 1995 The Right Livelihood Award / Sweden 1998 The Unrepresented Nation and People Organization (UNPO) for deep commitment to peace and nonviolence / Taiwan 2001 Ghanhi Millinium Awards (untuk keterangan lebih lengkap anda dapat mengunjungi http://www.sulak-sivaraksa.org/) Sejak muda ia tidak pernah berhenti berjuang dengan penuh semangat hingga saat ini yang sudah berumur 73tahun pun semangatnya belum padam, ia pun berani memperjuangkan kebenaran meskipun hal itu harus membuat ia tidak disukai oleh pemerintah serta diasingkan dari negaranya sendiri. Semua halangan tidak membuatnya putus asa untuk berjuang hingga hari ini. Hal-hal ini sungguh membuat diri saya malu sebagai orang yang masih muda. Saya sangat terkesan dengan perjuangannya dalam membangun SEB (Socially Engaged Buddhism). Inilah Buddhisme yang sejati, bukanlah Buddhisme yang hanya mementingkan ritual, upacara, perayaan, latihan meditasi, penyebaran Dharma intelektual, tetapi tidak memperhatikan, memahami serta ikut serta dalam perbaikan segi-segi kehidupan sehari-hari manusia zaman ini yang sudah begitu dipenuhi oleh kebencian, keserakahan, dan kebodohan. Ajaran seperti ini bukanlah ajaran Buddha!!! SEB adalah Budhisme yang diterapkan dalam seluruh segi kehidupan sehari-hari manusia - dalam kehidupan keluarga, pekerjaan, pendidikan, ekonomi, politik, pelestarian lingkungan, dan lain sebagainya. Dharma yang dapat diterapkan serta dilaksanakan oleh setiap individu di lingkungan keluarga, sekolah, kantor, dan lain sebagainya. Inilah Dharma sejati, Dharma yang hidup, Dharma yang tidak terikat hanya di vihara, inilah ajaran Buddha!!! Perjuangan Ajahn Sulak Sivaraksa yang begitu besar hanyalah untuk membangun SEB. Hal ini pun telah dilakukan oleh beberapa sesepuh buddhisme lainnya seperti Y.A. Mahabiksu Thich Nhat Hanh (Plum Village), H.H. Dalai Lama, Master Cheng Yen (Tzu Chi), dan lain sebagainya. Akan tetapi meskipun Ajahn Sulak Sivaraksa adalah salah satu manusia yang begitu hebat, ketika saya bersama dengannya, saya sama sekali tidak merasakan aura kesombongan, ia begitu rendah hati, murah senyum, ia sama sekali tidak menunjukkan kalau saya ini beebeda status dengannya. Ada satu hari dimana saya bersama dengannya serta beberapa teman lainnya, 8 orang bersama-sama di Pondok Sadhana Amitayus, sekitar puncak. Kami memiliki waktu sehari penuh besama dengan Ajah Sulak, kami berusaha memanfaatkan waktu ini untuk berbincang-bincang dengannya. Seringkali kami menggunakan teras di depan pondok sebagai tempat kami berbincang-bincang. Ajahn sulak dengan penuh rendah hati ia berbicara dengan kami membagikan masukan, saran, serta pengalamannya. Kami berbincang-bincang diselingi dengan makanan seperti ubi rebus, pisang rebus, jagung, roti, kripik kentang, salak dan sebagainya. Ajahn Sulak sangat menyukai makanan itu terutama salak dan teh. Kami merasakan begitu akrab dengannya layaknya sebuah keluarga. Saya merasa begitu kagum dan hormat dengannya, Ajahn Sulak dengan pengalaman hidup yang luar biasa mau bersama-sama duduk di lantai untuk berbincang-bincang. Kami pun sempat bersama-sama bermain dengan kuda, Ajahn Sulak terlihat begitu Bahagia, meskipun ia adalah seorang yang selalu berjuang, seorang tokoh internasional, yang menurut saya seharusnya terlihat serius dan sombong, tetapi ia terlihat begitu rileks, hangat, murah senyum dan perhatian layaknya seorang ayah kepada anak-anaknya - begitu menakjubkan! Ia pun menyempatkan diri untuk memberikan ceramah di Vihara Ekayana Graha pada hari minggu, 30-8-2006, kemarin. Dan juga memberikan bimbingan kepada komunitas praktik Dharmajala yang merupakan komunitas yang belajar, berlatih, dan berbagi Hidup Berkesadaran dan mengusung SEB di Indonesia. Banyak sekali yang saya dapatkan dari ajahn sulak selama beberapa hari ia di Indonesia, beberapa ajaran yang berkesan di diri saya yaitu: - gunakanlah Dharma dalam kehidupan sehari-hari SEB - SEB dapat membuat kita bertahan dan meredam arus globalisasi dan kapitalisme yang sudah menguasai zaman ini dan memberikan begitu banyak dampak negatif - kemiskinan, kelaparan, perusakan hutan, masalah-masalah sosial lainnya seperti kriminalitas, perselisihan dalam keluarga, persaingan tidak sehat dalam pekerjaan, dan lain sebagainya. Hal-hal ini seringkali membuat kita tertekan dan stress. - Janganlah mengikuti arus globalisasi yang membuat kita semakin tenggelam dalam keserakahan, kebencian dan kebodohan. Seringkali kita menjadi selalu ingin mendapatkan sesuatu (to have) ingin kaya, ingin rumah mewah, ingin mobil mewah, ingin apartemen, punya perusahaan, bisa jalan-jalan ke luar negeri, memiliki barang bermerek, selalu memilki produk terbaru seperti handphone yang selalu berganti-ganti. Begitu banyak keinginan lainnya (to have) yang tidak pernah habis yang terkadang sering menyebabkan kita berjuang mati-matian untuk mendapatkannya meskipun harus berbohong, menipu, mempengaruhi, menjatuhkan dan berbagai cara-cara yang tidak baik lainnya - Berusahalah untuk merasa puas/cukup dengan apa yang dimiliki, janganlah mengikuti arus globalisasi yang membawa kita menuju keserakahan. - Gunakan prinsip (to be) menjadi, yaitu menjadi manusia yang lebih baik, lebih penuh cinta kasih, lebih mau memberi, lebih bijaksana, dll. Hindari prinsip (to have) ingin memiliki. - Janganlah sampai tertekan dengan arus globalisasi yang selalu memaksa kita melalui keluarga, teman, pekerjaan, dan masyarakat sekitar, jangan menentang mereka dengan kekerasan - selalu berusaha menciptakan damai di dalam diri - Melawan arus globalisasi tidaklah dengan kekerasan, tetapi dengan diri yang damai, penuh dengan keyakinan, serta mau membagikan pengertian ini kepada orang lain - keluarga, sahabat, dll - dengan maksud bukan untuk menghakimi tetapi supaya mereka dapat memahami keadaan saat ini sehingga dapat bersama-sama dengan harmonis tanpa kekerasan dapat meredam arus globalisasi zaman ini. - Berjuanglah dengan penuh keyakinan, damai (tanpa kekerasan), saling memahami serta cinta kasih, bersama-sama dalam komunitas, komunitas SEB - Untuk melaksanakan semua ini yang terpenting adalah tetap menjaga kesadaran dan kewaspadaan kita (awareness) yaitu kita selalu sadar apa yang terjadi di dalam diri kita maupun di sekitar kita -- Apakah kita mempengaruhi lingkungan sekitar kita? Apakah lingkungan sekitar mempengaruhi kita? Apakah pengaruhnya baik atau buruk? Bagaimana kita mengatasinya? Dari ajaran, pengalaman serta masukkan dari Ajahn Sulak Sivaraksa membuat saya menjadi lebih bersemangat untuk memanfaatkan saat-saat kehidupan ini untuk melatih diri lebih giat agar dapat memberikan kontribusi bagi kehidupan sosial agar bisa menjadi lebih baik, bebas dari kebencian, keserakahan, kebodohan -- supaya dipenuhi dengan cinta kasih agar dapat menciptakan ketenangan, kedamaian, serta kebahagiaan sejati di muka bumi ini. Semoga semua ini dapat kita wujudkan bersama -sama begitu juga dengan anda. sekian kesaksian saya Salam penuh kasih, Dayapala ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
