Dari: "anattagotama" <[EMAIL PROTECTED]> Terimakasih Pak Hud ...
Walaupun sudah menaruh 'curiga berat' sedari dulu saya tidak tahu alasannya mengapa dalam Tilakkhana Sutta itu digunakan "sabbe sankhara" untuk anicca dan dukkha, dan "sabbe dhamma" untuk anatta. Jadi baru kali saya dengar alasannya dari YM NYANATILOKA. Sebelumnya saya tak pernah mendengarnya. Jadi sekali lagi terimakasih. Persaudaraan selalu, NR. --- In <mailto:semedi%40yahoogroups.com>[EMAIL PROTECTED], Hudoyo Hupudio <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > ============================== > ANATTAA > > Oleh: Alm. YM NYANATILOKA > Diterjemahkan oleh: Hudoyo Hupudio > > 'Anattaa' : 'bukan-diri', non-ego, tanpa ego, impersonalitas, adalah karakteristik ketiga dari ketiga karakteristik eksistensi (ti- lakkhana). Doktrin 'anattaa' mengajarkan bahwa di DALAM fenomena badan dan batin ini, maupun di LUAR-nya, tidak ada sesuatu yang dalam arti terakhir (metafisikal) dapat dianggap sebagai entitas-diri yang berada sendiri secara nyata (a self-existing real ego-entitiy), roh atau substansi apa pun yang menetap. Inilah doktrin sentral dari Buddhisme, yang tanpa memahami itu tidak mungkin memahami Buddhisme secara benar. Doktrin itu adalah satu-satunya doktrin yang spesifik Buddhis, yang di atasnya seluruh Struktur ajaran Buddha tegak atau runtuh. Semua doktrin-doktrin Buddhis yang lain bisa sedikit banyak ditemukan dalam sistem-sistem filsafat dan agama lain, tetapi doktrin anattaa hanya diajarkan tanpa syarat oleh Buddha, dan dengan demikian Buddha dikenal sebagai 'anattaa-vadi', atau "Guru Impersonalitas". > > Barang siapa belum menembus impersonalitas dari seluruh eksistensi, dan tidak memahami bahwa dalam kenyataannya hanya ada proses timbul- lenyapnya fenomena badan & batin yang membakar diri, dan bahwa tidak ada entitas-diri yang terpisah di dalam maupun di luar proses ini, ia tidak akan bisa memahami Buddhisme, yakni ajaran Empat Kebenaran Suci dalam pengertian yang benar. Ia akan mengira bahwa egonya, personalitasnya yang mengalami penderitaan, bahwa personalitasnya yang melakukan perbuatan baik dan buruk dan akan lahir kembali sesuai dengan tindakan-tindakan ini, bahwa personalitasnya yang akan masuk ke Nibbana, bahwa personalitasnya yang menempuh Jalan Suci Berunsur Delapan. Dalam kitab Visuddhi Magga, xvi, tertulis: > > "Penderitaan ada, tetapi tidak ada yang menderita; > Tindakan ada, tetapi tidak ada si pelaku tindakan; > Nibbana ada, tetapi tidak ada yang memasukiya; > Jalan Mulia ada, tetapi tidak ada pejalan yang terlihat menempuhnya." > > Sementara dalam hal 'anicca' dan 'dukkha' dinyatakan bahwa 'segala bentukan' (Sabbe sankhara) adalah 'tidak kekal' dan 'tidak memuaskan', maka untuk 'anatta' dikatakan " 'Segala sesuatu' adalah bukan-diri." (Sabbe dhamma anatta). (Majjhima nikaya, 35, Dhammapada, 279). Ini untuk menekankan bahwa pandangan salah tentang diri atau substansi yang menetap bukan hanya berlaku untuk semua 'bentukan' atau fenomena yang terkondisi, tetapi juga untuk Nibbana, Unsur Tak Terkondisi (asankhata dhatu). > > Anatta-lakkhana-sutta, "Khotbah tentang Sifat Bukan-Aku", adalah khotbah kedua setelah Pencerahan, yang dibabarkan oleh Buddha kepada kelima petapa yang menjadi muridnya, dan yang setelah mendengar itu mencapai Kesucian sempurna (arahat). > > Perenungan akan anatta (anatta-nupassana) membawa pada pembebasan kekosongan (sunnyata-vimokkha). Di sini daya batin kearifan (pannya- indriya) amat menonjol, dan orang yang dengan cara itu mencapai keadaan Sotapatti, disebut 'Dhamma-nusari' (penganut Dhamma). Pada tingkat Sakadagami dan Anagami ia disebut 'ditthippatta' (Pencapai visiun), dan pada tingkat arahat, ia dinamakan 'pannya-vimutta' (terbebas melalui kearifan). > ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
