MENGUNDANG SUARA LONCENG (1)
Pada zaman dahulu ketika belum ada telpon, orang-orang yang tinggal
berjauhan satu sama lainnya tidak dapat berkomunikasi. Ketika telpon
telah diciptakan, hal itu seperti sebuah keajaiban. Anda telah
terbiasa dengan telpon, jadi anda tidak melihat betapa menakjubkan hal
itu, tetapi itu merupakan suatu penemuan yang sangat luar biasa.
Setiap kali kita menggunakan telpon dan mendengar suara orang tercinta
yang tinggal jauh di sana, kita menjadi sangat bahagia. Lonceng adalah
serupa dengan telpon karena ketika mendengarkan suara dari lonceng
adalah seperti mendengar suara seorang tersayang di telpon.
Suara dari lonceng dapat dideskripsikan sebagai suara Buddha, yang
memanggil kita kembali ke rumah, mengingatkan kita untuk menjadi lebih
damai dengan diri kita dan dunia. Kita berikan perhatian penuh cinta
kepada suara itu. Mendengarkan suara lonceng dapat menjadi sangat
menakjubkan, dan hal itu dapat membawakan kepada kita begitu banyak
kedamaian dan suka cita. Hal tersebut dapat membawa kita kembali ke
rumah sejati kita.
Ketika kita telah pergi dari rumah sejati kita untuk sekian lama, kita
jauh untuk kembali kepadanya. Di dalam rumah sejati kita, kita
merasakan berada di dalam kedamaian. Kita merasakan tidak perlu
berlari ke mana pun dan kita terbebas dari masalah. Kita dapat rileks
dan menjadi diri kita sendiri. Anda telah menjadi seperti yang anda
inginkan. Begitu menakjubkan menjadi seperti diri anda apa adanya.
Anda tidak perlu menjadi sesuatu yang lain, orang lain.
Lihatlah kepada pohon apel. Adalah sangat menakjubkan bagi pohon apel
untuk menjadi pohon apel. Dia tidak perlu menjadi sesuatu yang lain.
Betapa menakjubkan bahwa saya adalah diri saya sendiri. Betapa
menakjubkan bahwa anda adalah diri anda. Tidaklah perlu berusaha untuk
menjadi sesuatu yang lain ataupun orang lain. Kita hanya perlu
membiarkan diri kita menjadi diri kita apa adanya, dan menyukai diri
kita seperti apa adanya. Perasaan itu, realisasi itu, adalah rumah
sejati kita. Setiap dari kita memiliki rumah sejati di dalam diri.
Rumah sejati kita selalu memanggil-manggil kita, siang dan malam,
dengan suara yang sangat jelas. Dia selalu mengirimkan kita alunan
cinta dan perhatian, tetapi mereka tidak dapat mencapai kita karena
kita terlalu sibuk. Jadi ketika kita mendengar suara lonceng, kita
ingat bahwa dia sedang membantu kita kembali ke rumah sejati kita, dan
kita lepaskan segala sesuatunyapembicaraan, pemikiran, permainan,
nyanyian, bersama dengan sahabat, maupun meditasi! Kita lepaskan
semuanya dan kembali ke rumah sejati kita.
Ketika anda mendengarkan suara dari lonceng, Buddha dari lonceng,
jangan berbicara atau berpikir atau melakukan apapun, karena anda
sedang mendengarkan suara seseorang yang sangat anda cintai dan
hormati. Cukup dengan berdiri dalam hening dan dengarkan dengan
segenap batin anda. Jika terdapat tiga buah suara, dengarkan dan
bernafaslah yang dalam hingga akhir dengan konsentrasi. Bernafas
masuk, anda merasa tenang; bernafas keluar, anda merasa bahagia.
Merasa bahagia adalah sangat penting. Apalah gunanya bernafas dan
berlatih jika anda tidak merasa tenang, jika anda tidak merasa lebih
bahagia? Hasrat yang paling dalam pada setiap dari kita adalah hasrat
untuk menjadi bahagia dan untuk membawakan kebahagiaan kepada
orang-orang dan makhluk hidup di sekitar kita.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/