MENGUNDANG SUARA LONCENG(2)
Anda mungkin ingin mengundang suara lonceng itu sendiri saja. Inilah
bagaimana cara melakukannya. Pertama genggam lonceng itu
tinggi-tinggi, dipisahkan dari tatakannya di lantai dan gunakan tangan
anda yang terbuka sebagai tatakannya. Tangan anda yang terbuka menahan
lonceng terlihat begitu indah, seperti setangkai bunga bunga krisan
atau teratai dengan lima kelopaknya mekar. Tangan kita adalah teratai
dan lonceng adalah permata berharga di dalam teratai. Kita dapat
memandangnya dan berkata, "Oh, permata di dalam teratai," atau dalam
bahasa Sanskrit, om mani padme hum.
Letakkan lonceng itu di atas tangan bunga teratai anda, angkat ke
kening anda, pandanglah, dan tersenyumlah. Kemudian bernafas masuk dan
keluar tiga kali serta dengan lembut mendaras gatha (sajak) berikut ini:
Tubuh, ucapan, dan pikiran dalam kesatuan yang sempurna,
Aku menyertakan batinku bersama dengan suara lonceng ini.
Semoga para pendengarnya tersadarkan dari kelengahan
Serta melampaui jalur kecemasan dan kesedihan.
Bukan masalah, jika ketika anda mendentangkan lonceng, anda terlupa
akan gatha ini, tetapi lakukanlah yang terbaik untuk mengingatnya.
Kita bernafas masuk dan mendaras baris pertama:
Tubuh, ucapan, dan pikiran dalam kesatuan yang sempurna.
Ini berarti anda memiliki konsentrasi.
Kemudian dengan nafas keluar anda:
Aku menyertakan batinku bersama dengan suara lonceng ini.
Ini berarti anda mengirimkan cinta kasih anda kepada dunia.
Katakan bersama nafas masuk:
Semoga para pendengarnya tersadarkan dari kelengahan.
Kelengahan adalah adalah lawan dari perhatian murni, dan suara dari
lonceng membantu kita untuk menjadi sadar. Mendengarkan suara Buddha,
suara dari lonceng, kita kembali pulang ke saat ini.
Bersama nafas keluar, katakan:
Serta melampaui jalur kecemasan dan kesedihan.
Setelah anda berlatih bernafas masuk dan keluar seperti ini serta
mendaras gatha, anda akan merasa lebih baik; Pikiran dan tubuh anda
saat ini telah disatukan, anda terkonsentrasi, dan anda memiliki
harapan yang indah yaitu setiap individu yang mendengar suara lonceng
ini merasakan tiada kesedihan, kemarahan, atau kecemasan, dan semoga
mereka menikmati bernafas dan tersenyum.
Sekarang ketika anda telah merasa jauh lebih baik, anda telah siap
mengundang lonceng untuk berdentang. Ketika mengundang suara lonceng,
kita selalu menyertakan suara menyadarkan dahulu untuk mempersiapkan
lonceng dan mempersiapkan setiap individu untuk suara lonceng
seluruhnya sehingga mereka tidak terkejut karenanya. Ini bukanlah
suara seluruhnya. Kita sentuhkan pengundang lonceng kepada lonceng;
ini disebut "menyadarkan lonceng." Setiap individu berhenti berpikir
dan berbicara dan bersiap-siap untuk menerima suara dari lonceng,
karena suara dari lonceng dianggap sebagai suara penyadaran dari cinta
kasih dan kasih sayang. Setiap individu mempersiapkan dirinya untuk
panggilan dari Buddha.
Di antara suara penyadaran dari lonceng dan suara sejatinya adalah
waktu untuk satu nafas. Jadi anda berlatih bernafas ketika menunggu
suara sejatinya, kemudian undanglah suara lonceng sehingga suara
sejatinya terdengar. Kita mengatakan "mengundang lonceng berbunyi,"
bukan "memukul lonceng," karena kita ingin menjadi lembut dan tidak
melakukan kekerasan kepada lonceng.
Mereka yang sedang mendengarkan suara dari lonceng mendaras gatha
berikut ini dalam hening:
Dengar, dengar,
Suara yang menakjubkan ini membawaku kembali ke rumah sejatiku.
Dengar, dengar berarti kita mendengarkan dengan segenap konsentrasi
ketika kita bernafas masuk, dan bersama nafas keluar, kita tersenyum
dan mengatakan, Suara yang menakjubkan ini membawaku kembali ke rumah
sejatiku. Suara dari lonceng adalah suara Buddha di dalam anda,
memanggil anda kembali pulang ke rumah sejati anda, rumah kedamaian,
toleransi, dan cinta.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/