BERHENTI (1)

Belajar bagaimana untuk hidup secara mendalam di sini dan saat ini
dimulai dengan latihan berhenti. Ada sebuah kisah Zen yang cukup
terkenal tentang seorang pria di atas kuda yang sedang berlari sangat
cepat. Seseorang melihatnya berkuda lalu berteriak kepadanya, "Anda
mau pergi ke mana?" Sang penunggang kuda berbalik dan menyahut, "Saya
tidak tahu, tanya kudanya."

Kisah ini mungkin lucu untuk didengar, tetapi hal itu adalah
kenyataan. Kita tidak mengetahui tepatnya ke mana kita akan menuju
atau mengapa kita terburu-buru. Seekor kuda yang sedang berlari sangat
cepat sedang memaksa kita dan menentukan segalanya buat kita. Dan kita
mengikutinya. Kuda tersebut disebut "energi kebiasaan." Anda mungkin
telah menerima energi ini dari orangtua Anda atau leluhur Anda. Ucapan
dan perbuatan Anda dikendalikan oleh energi ini dan Anda tidak
memiliki penguasaan atas diri Anda sendiri; Itu bukanlah Anda akan
tetapi kuda tersebut yang sedang memaksa Anda maju. Itu adalah energi
kebiasaan yang memaksa Anda bertindak dan berkata hal-hal di luar
kendali diri Anda. Hal ini menyebabkan celaka bagi Anda dan lainnya.

Sebagai contoh, meskipun kita mengetahui bahwa jika kita mengatakan
sesuatu yang kasar kepada seseorang, kita akan menciptakan penderitaan
bagi diri kita sendiri dan bagi orang-orang di sekitar kita, kita
tetap saja mengatakannya. Nantinya kita akan menyesali hal itu dan
berkata, "Aku tidak dapat mencegahnya. Dorongan itu lebih kuat
dariku." Kemudian kita dengan tulus berjanji pada diri kita bahwa pada
saat-saat berikutnya kita tidak akan berkata kasar. Akan tetapi ketika
situasi tersebut muncul kembali, kita melakukan tepat hal yang sama,
mengatakan dan melakukan hal-hal yang melukai tidak hanya kepada orang
lain tetapi begitu juga kepada diri sendiri. Energi jenis ini adalah
energi kebiasaan.

Tugas kita kemudian adalah untuk menjadi waspada terhadap energi
kebiasaan ini dan tidak membiarkan dia memaksa diri kita lagi. Kita
dapat tersenyum kepadanya dan mengatakan, "Halo yang di sana, energi
kebiasaan-ku, aku tahu kamu ada di sana." Jadi, cara pertama untuk
menjaga diri Anda adalah belajar bagaimana untuk berhenti dan melihat
ke dalam. Ini adalah latihan yang sangat menakjubkan.
        









** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke