Saya juga sudah mengalami pengalaman pencerahan itu. Anda ingin sharing bersama saya? baiklah akan saya tunjukkan: ............... ..........
oh ya..maaf saya mau ke toilet sebentar... hmm...masalah ke toilet yang sepele saja harus saya lakukan sendiri.. apalagi pengalaman pencerahan ya.. (di contek dari kisah Zen) Bro Brianz, sebenarnya metode ajaran apapun sama. Mungkin anda beranggapan banyaknya metode tersebut menandakan perbedaan, di mana puncak pencerahannya berbeda beda. Menurut saya tidaklah sulit memahaminya, yang sulit hanya merealisasinya. Itu saja. Dan untuk melihat orang orang yang tercerahkan juga tidak sulit. Semua terlihat dari perbuatan ucapan dan pikirannya. Sedangkan melihat pengalaman kita sendiri juga tidak sulit, semua terlihat dari seberapa banyak noda batin yang telah kita kikis, di mana noda batin itu terangkum dalam 3 racun (keserakahan, kebencian dan kebodohan). SEmuanya telah dibabarkan degnan sempurna oleh Buddha dan telah diinterpretasikan dengan cukup baik dalam 3 tradisi besar Theravada Mahayana dan Tantrayana. SEmua hanya kembali pada diri kita untuk memilih sesuai dengan kecocokan kita, dan berusaha merealisasinya. Salam Cg ik --- In [email protected], Brianz Liu <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bro Ika polim yang baik, > > Oooooo Tradisi Tantrayana. > > Sekilas membaca pernyataaan anda yg begitu menyakinkan, tentu anda > seorang praktisi yang mengambil tradisi Tantrayana sebagai 'jalan'. > Sebagai praktisi tentunya sedikit banyak pernah mencicipi 'ADA'nya > pencerahan hakekat sejati walau belum belum pada pencerahan total.. > btw, boleh dung sharing dan bagi pengalaman mengenai apa - siapa - dan > bagian dari mana dari anda yang tercerahkan? thx > > Salam > > > ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
