DUDUK DI BAWAH POHON JAMBU (2)
Ini ada sebuah kisah tentang Siddhartha, Buddha, ketika ia masih
seorang remaja.
Ketika Siddhartha berumur sembilan tahun, ia dan teman-teman
sekolahnya diijinkan untuk menghadiri perayaan pembajakan ladang yang
pertama. Setiap tahunnya Raja Suddhodana memimpin perayaan ini.
Gotami, ibu dari Siddhartha, menjubahkan Siddhartha dengan pakaian
terbaiknya untuk acara tersebut.
Perayaan itu diadakan di salah satu ladang paling subur di kerajaan.
Para rahib memulainya dengan mendaras kitab-kitab suci. Kemudian sang
raja, dengan bantuan dua orang serdadu, membajak lajur pertama dari
ladang itu dengan diiringi sorakan dari kerumunan masyarakat. Musim
pembajakan telah dimulai! Mengikuti pimpinan sang raja, para petani
mulai membajak ladang mereka masing-masing.
Siddhartha berdiri di pinggir salah satu ladang dan menyaksikan
seorang petani mengaitkan seekor kerbau ke bajaknya. Sambil
menyeimbangkan bajaknya dengan satu tangan, sang petani mencambuk
kerbau dengan tangan lainnya. Kerbau itu terjerat dengan kuatnya dalam
beratnya bajak. Matahari menyinari sang petani, tubuhnya bemandikan
dengan keringat. Bajak itu membelah tanah yang subur itu menjadi dua
lajur yang rapi.
Siddhartha memperhatikan bahwa ketika tanah tersebut diaduk oleh
bajak, cacing-cacing dan binatang-binatang kecil lainnya terpotong dan
ditinggal mati dalam panas terik matahari. Burung-burung yang
berterbangan menemukan mereka dan datang untuk menyantapnya. Seekor
rajawali menerjang turun, mencengkeram salah seekor burung dalam
cakarnya, dan membawanya pergi.
Berdiri di bawah sengatan matahari sambil menyaksikan
kejadian-kejadian ini, Siddhartha juga bermandikan dengan keringat. Ia
berlari menuju bayang-bayang pohon Jambu untuk merefleksikan apa yang
telah ia saksikan. Ia duduk dan menyilangkan kedua kakinya. Ia
pejamkan matanya. Ia duduk dalam waktu yang cukup lama, tenang dan
tegar, memikirkan tentang apa yang telah ia lihat di ladang. Pada saat
ia duduk di sana, para anggota keluarga mulai memasuki ladang dengan
keceriaan untuk merayakan acara pembajakan pertama kalinya itu.
Terdapatlah lagu-lagu dan tari-tarian. Tetapi meskipun perayaan
tersebut telah dimulai, Siddhartha tetap melanjutkan ketenangan duduknya.
Siddhartha masih terbenam dalam apa yang telah ia saksikan di ladang,
ketika Raja dan Ratu melewatinya. Mereka terkejut melihat Siddhartha
duduk dengan konsentrasi yang begitu dalam. Ibunya terharu meneteskan
air mata ketika ia melihat betapa menawannya Siddhartha. Ketika ia
menghampiri Siddhartha, anak lelaki itu menatapnya dan berkata, "Ibu,
mendaras kitab-kitab suci tidak berbuat apapun untuk membantu
cacing-cacing dan burung-burung."
Suatu saat, ketika Buddha telah berlatih untuk waktu yang cukup lama,
ia mengingat kembali pada saat ia berumur sembilan tahun ketika duduk
bermeditasi untuk pertama kalinya di bawah rindangnya bayang-bayang
pohon Jambu pada hari perayaan tahunan pembajakan pertama kali, dan
teringat betapa menyegarkan dan damainya saat-saat itu!
Diterjemahkan oleh : Dayapala steven
Diedit oleh : Bhante Dharmavimala
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/