Rekan Riza, saya berpendapat TIDAK SELALU demikian. Contoh paling jelas yang 
menyanggah pendapat Anda adalah Buddha Gautama. Ia hidup di tengah-tengah 
kemewahan, kenikmatan indra, kekuasaan, ketika ia meninggalkan istana, istri & 
anaknya, untuk "mencari Tuhan". 

Menurut hemat saya, orang yang tulus (ikhlas) mencari Tuhan didorong oleh 
kematangan jiwanya, yang lebih matang dibandingkan mereka yang tidak mencari 
Tuhan. ("Tuhan" di sini saya maksudkan sebagai "Kebenaran Hakiki"--yang berada 
di balik  fenomena indrawi  dan intelektual--bukan hanya "Tuhan" personal, Sang 
Pencipta, sebagaimana dipahami dalam agama-agama monoteistik.)

Dalam Hinduisme dan Buddhisme, yang mengenal tumimbal lahir/reinkarnasi, 
tampaknya mereka yang mencari "Tuhan" ini sudah lebih matang dalam "evolusi 
kejiwaannya".

Dan salah satu ciri dari orang yang telah menemukan "Tuhan" berkat pencarian 
yang tulus-ikhlas--bukan karena putus asa terhadap kehidupan duniawi--adalah 
bahwa ia kembali ke dunia untuk membagi pencerahannya. (Re: Buddha, Yesus, 
Krishnamurti)

Salam,
Hudoyo



At 09:36 AM 8/16/2006, mochamad riza wrote:

>Mas Hudoyo....belajar dr pengalaman, orang yang mencari tuhan adalah orang yg 
>sdh berputus asa pada dunia ini beserta isinya. bercermin pada  org 
>bijak..umumnya mereka mengalami kekecewaan, penderitaan yg mendalam akan hidup 
>dan kehidupan, membuat mereka terbang pergi mencari tuhannya, mencari pegangan 
>mencari jawaban kehidupan. kalo yg belum...saya rasa akan sulit ....dan ya itu 
>berbelit belit kelihatannya.
>salam
>riza





** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke