HADAPILAH FAKTA

Saya bersedih hati. Secara psikologis, saya sangat terguncang; dan saya punya 
pikiran tentangnya: apa yang harus saya lakukan, apa yang tidak boleh saya 
lakukan, bagaimana itu bisa diubah. 

Pikiran itu, rumusan itu, konsep itu mencegah saya memandang fakta apa adanya. 
Gagasan dan rumusan adalah pelarian diri dari apa adanya. 

Ada tindakan seketika bila ada bahaya besar. Di situ Anda tidak punya gagasan. 
Anda tidak merumuskan suatu gagasan, lalu baru bertindak berdasarkan gagasan.

Batin menjadi malas, lesu, melalui rumusan yang telah memberinya cara melarikan 
diri dari bertindak terhadap apa adanya. 

Melihat sendiri seluruh struktur dari apa yang dikatakan tadi--bukan oleh 
karena itu telah ditunjukkan kepada kita--mungkinkah untuk menghadapi fakta: 
misalnya, fakta bahwa kita penuh kekerasan? 

Kita adalah manusia yang keras, dan kita telah memilih kekerasan sebagai cara 
hidup--perang dan sebagainya. Sekalipun kita bicara terus-menerus tentang 
tanpa-kekerasan--terutama di Timur--kita bukanlah manusia yang tidak keras, 
kita adalah manusia keras. 

Gagasan tanpa-kekerasan adalah gagasan, yang dapat digunakan secara politis. 
Itu adalah makna yang lain, tapi itu cuma gagasan, bukan fakta. 

Oleh karena manusia tidak mampu menghadapi fakta kekerasan, maka ia menciptakan 
cita-cita tanpa-kekerasan, yang menghalanginya menggarap fakta itu.

Bagaimana pun juga, faktanya adalah saya keras; saya marah. Apa gunanya 
gagasan? Ini bukan gagasan tentang marah; fakta marahlah yang penting, seperti 
fakta lapar. Tidak ada gagasan tentang lapar. Lalu idenya adalah tentang apa 
yang hendak dimakan; dan didorong oleh kenikmatan, Anda makan. 

Tindakan berkaitan dengan apa adanya hanya ada apabila tidak ada gagasan 
tentang apa yang harus dikerjakan terhadap apa yang Anda hadapi, yang adalah 
apa adanya.
[k] 





** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke