Thx Buat Tulisannya. Buat Saya Hal Demikian Sangat Lumrah! Setiap Orang Kebanyakan Masih Tidak Tahu Apa Yang Ia Bicarakan, Lebih2 Membicarakan Hal 'Agama', Kepercayaan, Atau 'Keagamaan'; Disamping Itu Adalah Hal Yang Tidak Mudah Untuk Dikomunikasikan Diantara Kelompok Berbeda, Lebih2 Karena Sifat Dasar Kemanusiaan Kita Yang Masih Jauh Dari Sifat Universal, Humanis, & Spiritual.
Karena Kebanyakan Dari Kita Masih Terikat/Terbelenggu Oleh Sekat2, Tameng2, Prasangka2 Buruk & Sejenisnya, Yang Berujung Pada Kefanatikan Sempit Bahwa Hanya 'Aku' lah Yang Benar, Yang Selamat, Yang Masuk Surga,& Yang Lainnya Pasti Sebaliknya!!
Untuk Mengantisipasi Hal2 Ini, Tidak Ada Salahnya Untuk Sedikit Banyak Juga 'Mengerti' Mereka Yang Lain Beserta Kepercayaannya Untuk Dapat Saling Berkomunikasi TIMBAL BALIK Dgn Santun!
Belajar Lebih Banyak & Itu Pasti Ada Manfaatnya!
Yudi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Yudi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kalyanadhammo Say No To The Evangelist
Keajaiban
Ven. DhammikaKuala Lumpur, Malaysia - Apakah keajaiban benar-benar terjadi sebagaimana yang diklaim oleh para penyebar injil? Tidak, mereka tidak. Tetapi mengapa orang Kristen selalu mengklaim bahwa Yesus menolong mereka? Dalam beberapa kasus mereka berbohong atau membesar-besarkan dengan harapan kamu akan menjadi cukup terkesan sehingga akan bertanya lebih banyak tentang Kristen dan berharap akhirnya berpindah agama.Tetapi dalam beberapa kasus mereka benar benar percaya bahwa Yesus secara menakjubkan terlibat dalam kehidupan mereka. Jadi yang diberdayakan adalah mereka mengintepretasikan peristiwa yang paling biasa, kejadian yang umum sebagai keajaiban. Saya pernah mengenal seorang laki-laki yang selalu secara sangat agresif mencoba untuk mempengaruhi saya agar berpindah agama. Suatu hari saya bertanya kepadanya mengapa beliau menjadi seorang umat Kristen. Beliau mencoba menggambarkan dirinya, bangga karena memiliki kesempatan untuk menjadi saksi atas Yesus dan kemudian beliau menceritakan saya cerita ini.Ibunya adalah seorang umat Buddha dan bapaknya Nasrani dan sebagai seorang anak beliau memiliki sedikit dari keduanya. Pada masa perang dunia ke dua beliau bergabung dalam tentera dan dipindahkan dari Sri Lanka ke Afrika Selatan.Beliau dan pelatonnya diberangkatkan dengan kapal tetapi karena sejumlah kejadian aneh; beliau terlambat dan ketika dia akhirnya tiba, pelatonnya semua telah berada diatas kapal dan berlabuh meninggalkan pelabuhan. Sewaktu beliau berdiri melihat kapal tersebut mencapai laut lepas dan secara tiba-tiba, Kapal perang German mentorpedonya. Kapal tersebut tenggelam dan semua orang yang ada didalamnya meninggal. Setelah mengkisahkan ini beliau berdiri disana dengan senyumnya yang sangat lebar, sepertinya ini dapat menjelaskan mengapa beliau menjadi seorang Nasrani. Apa inti dari cerita anda? saya bertanya. Tidakkah dapat anda lihat? beliau berkata. Jika saya berada dikapal tersebut saya akan mati. Yesus telah menbuat saya terlambat untuk menyelamatkan hidupku. Pada saat itu saya seperti telah dilahirkan kembali dan saya menyerahkan diriku untuk Yesus.Saya terdiam sejenak untuk mencoba memahami bazaar logic para penyebar injil ini. Kemudian saya bertanya Apakah anda mencoba untuk memberitahukan kepada saya bahwa Yesus membiarkan ratusan orang mati hanya karena untuk membuat anda percaya kepadanya? Mengapa beliau tidak membuat semua pelaton terlambat sehingga mereka semua dapat percaya kepadanya? Beliau berdiri disana dengan mulutnya terbuka lebar. Itu jelas membuktikan bahwa beliau tidak pernah terpikir akan kemungkinan ini sebelumnya. Lelaki ini tidak pernah menceritakan kepada saya tentang Yesus lagi.mettacittena,
-yud-
Get your email and more, right on the new Yahoo.com __._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
![]()
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
__,_._,___
- [Dharmajala] 'Tuhan' pilih kasih kah?? Heheheh lagi.... Yudi
- Re: [Dharmajala] 'Tuhan' pilih kasih kah?? Heheheh l... Sri Jeany Cencen
- Re: [Dharmajala] 'Tuhan' pilih kasih kah?? Heheh... Tirta D. Arief
- Re: [Dharmajala] 'Tuhan' pilih kasih kah?? H... Khaidi Wong
- Re: [Dharmajala] 'Tuhan' pilih kasih kah... Tirta D. Arief
- Re: [Dharmajala] 'Tuhan' pilih kasi... Khaidi Wong
- Re: [Dharmajala] 'Tuhan' pilih kasih kah?? Heheheh l... Ika Polim
Kirim email ke
