Sekuntum teratai untuk Anda semua, para calon Buddha
 
 
Senangnya ternyata masih ada Saudara-Saudara yang peduli pada masalah lingkungan seperti "manusia bodoh" yang bijaksana dan Dayapala.
 
Saudara-Saudari ku...
 
Pernahkah Anda mendengar tentang tumbuhan benalu?
Benalu adalah tumbuhan yang hidup dan tumbuh di dahan pohon lain dan mengisap sari makanan pohon tersebut sampai terkadang pohon yang ditumpangi mati.
 
Kejam...?
 
Gunakanlah mata-hati dan buka pikiran Anda dan lihatlah
Kita adalah benalu, dan pohon tersebut adalah bumi.
 
Lalu apa yang terjadi ketika pohon tersebut mati?
Benar, benalu tersebut pun akan mati karena kekurangan makanan.
 
Begitu juga dengan manusia, kita tidak dapat hidup tanpa makanan untuk dimakan, air untuk diminum dan udara untuk bernafas.
 
Dengan tercemarnya tanah oleh sampah dan limbah, pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim lalu menyebabkan terjadinya gagal panen.
 
Dengan tercemarnya air oleh sampah-sampah, limbah-limbah industri dan rumah tangga.
 
Dengan tercemarnya udara oleh asap industri, asap kendaraan bermotor, asap rokok dan ditebangnya pohon yang berumur ratusan tahun, hanya dalam hitungan jam bahkan menit, yang menyebabkan rusaknya hutan-hutan yang merupakan paru-paru dunia.
 
Ya, tanpa kita sadari, kita sedang memotong urat nadi kehidupan kita sendiri.
 
Marilah kita renungkan sejenak segala penderitaan-penderitaan di dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya, kemarau yang berkepanjangan, kebakaran hutan, semakin banyaknya flora dan fauna yang langka, lumpur panas, flu burung, krisis energi, krisis air bersih, panen yang gagal, kelaparan, busung lapar, banjir, tanah longsor, kanker, bayi lahir cacat, perang dan partisipasi kita dalam menghasilkan sebab-sebab penderitaan tersebut.
 
Lalu apa yang dapat kita lakukan untuk Ibunda Bumi yang telah memberikan "air susu" kehidupannya kepada kita?
Sebagai anak manusia yang berbakti yang dapat kita lakukan untuk membalas kebaikan tersebut adalah dengan mencintai, melestarikan kehidupan dan bumi milik kita bersama ini.
Janganlah membalas air susu dengan air tuba.
 
Marilah kita bersama-sama belajar, berlatih dan berbagi praktik hidup berkesadaran padahal ini yaitu pelestarian lingkungan hidup.
Dimulai dari diri kita terlebih dahulu dan dimulai dengan hal-hal yang kecil seperti :
- Matikan semua alat elektronik saat tidak digunakan (kerlip merah penanda standby menunjukkan alat tersebut masih menggunakan listrik).
- Pilihlah perlengkapan elektronik serta lampu yang hemat energi
- Matikan keran saat sedang menggosok gigi
- Gunakan air bekas cucian sayuran dan buah untuk menyiram tanaman
- Segera perbaiki keran yang bocor
- Selalu gunakan kertas di kedua sisinya
- Gunakan kembali amplop bekas
- Bantulah mengurangi tumpukan sampah dunia
- Jangan gunakan produk 'sekali pakai' seperti piring dan sendok kertas atau pisau, garpu dan cangkir plastik
- Gunakan baterai isi ulang
- Pilih kalkulator bertenaga surya
- Gunakanlah produk yang ramah lingkungan, seperti deterjen yang biodegradable
- Carilah hobi yang berhubungan dengan pelestarian alam, seperti berkebun.
 
Jangan tunda lagi, mulailah saat ini juga.
 
Dengan peduli pada lingkungan hidup, kita sudah berkontribusi pada berkurangnya sebab-sebab penderitaan di dunia ini.
 
Jika bukan kita yang peduli, siapa lagi? Alien?!  ^_^
 

Semoga semua makhluk berbahagia dan terhindar dari sebab-sebab penderitaan.
 
Kumarachandra
 

"Our needs are little;
Our wants are great.
Pursue only what we really need;
What we want is unimportant." --- Master Sheng Yen (Dharma Drum)
 
"Just as earth and the other elements
Are profitable in many ways
To the immeasurable beings throughout space,
So may I
Be sustenance of many kinds
For the realm of beings throughout space,
Until all have attained release. " --- Bodhicharyavatara~ Shantideva
__._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke