Apakah yang kita tidak puas? Jelas, itu adalah apa adanya. Apa adanya itu mungkin tatanan masyarakat, apa adanya mungkin hubungan, apa adanya mungkin diri kita sendiri, hakekat diri kita--yang buruk, pikiran yang berkelana, ambisi, frustrasi, ketakutan yang amat banyak; itulah hakekat diri kita.
Dengan lari dari situ, kita mengira kita akan menemukan suatu jawaban terhadap ketidakpuasan kita. Jadi, kita selalu mencari suatu jalan, suatu cara untuk mengubah apa adanya--itulah yang memenuhi batin kita.
Jika saya tidak puas dan saya ingin menemukan suatu jalan, suatu cara menuju kepuasan, batin saya sibuk dengan cara, jalan, dan melatih jalan itu untuk sampai pada kepuasan.
Jadi saya tidak lagi peduli dengan ketidakpuasan, dengan bara, dengan nyala api yang berkobar, yang kita namakan ketidakpuasan. Kita tidak menemukan apa yang ada di balik ketidakpuasan itu. Kita hanya mempedulikan bagaimana lari dari api itu, dari kecemasan yang membakar itu. ...
Itu amat sukar, karena batin kita tidak pernah puas, tidak pernah bersikap menerima dengan penyelidikan apa adanya. Ia selalu mencoba mengubah apa adanya menjadi sesuatu yang lain--yang adalah proses menyalahkan, membenarkan, atau membandingkan.
Jika Anda mengamati batin Anda sendiri, Anda akan melihat, bila ia berhadapan muka dengan apa adanya, lalu ia menyalahkan, lalu ia membandingkan dengan apa yang seharusnya, atau membenarkannya dan sebagainya, dan dengan demikian menghalau apa adanya, mengesampingkan apa yang menyebabkan gangguan, kesakitan, kecemasan.
[k] __._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
__,_._,___
