PELIHARALAH KETIDAKPUASAN

Bukankah ketidakpuasan itu penting dalam hidup kita, bagi setiap pertanyaan, 
bagi setiap penyelidikan, bagi penelusuran, untuk menemukan apa yang nyata, apa 
itu kebenaran, apa yang penting dalam hidup? 

Saya mungkin memiliki ketidakpuasan yang menyala-nyala ini di perguruan tinggi; 
lalu saya mendapat pekerjaan yang baik, dan ketidakpuasan itu lenyap. Saya 
puas, saya berjuang untuk menyokong keluarga saya, saya harus memperoleh 
nafkah, dan dengan demikian ketidakpuasan saya reda, musnah, dan saya berubah 
menjadi manusia remeh yang puas dengan hal-hal sehari-hari, dan saya bukan lagi 
tidak puas. 

Tetapi nyala api itu harus tetap dipelihara dari awal sampai akhir, sehingga 
terdapat penyelidikan sejati, penelusuran sejati menyelami masalah apa itu 
ketidakpuasan. 

Oleh karena batin mudah sekali mencari obat untuk membuatnya puas dengan 
sifat-sifat baik, dengan kualitas-kualitas, dengan gagasan-gagasan, dengan 
tindakan-tindakan, ia menegakkan suatu rutinitas dan terperangkap di dalamnya. 

Kita kenal sekali dengan itu, tetapi masalah kita bukanlah bagaimana meredakan 
ketidakpuasan, melainkan bagaimana memeliharanya supaya tetap membara, hidup, 
vital. 

Semua kitab-kitab suci kita, semua guru-guru spiritual kita, semua sistem 
politik mendamaikan batin, meredakan batin, mempengaruhi batin supaya surut, 
mengesampingkan ketidakpuasan dan berkecimpung di dalam salah satu bentuk 
kepuasan ... 

Bukankah penting untuk tidak puas agar dapat menemukan apa yang benar?
[k]

======================================
HUDOYO:

Saya hanya ingin menggarisbawahi perbedaan bertolak belakang akan ajaran agama 
(kitab suci-kitab suci, nabi-nabi, guru-guru) dengan meditasi mengenal diri 
sebagaimana diungkapkan oleh K dalam kutipan ini.

Maka untuk mengenal diri, semua ajaran agama harus dikesampingkan.





** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke