[Dari milis psikologi-transformatif]

At 09:03 AM 8/30/2006, mochamad riza <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


heheheh salam pak Hudoyo
boleh tau gak meditasi vipasana itu bagaimana? sukur kalo dijelasin tata 
caranya...sekedar menambah wawasan.
salam
riza
 
nb: pro pak NR wah dah lama gak ol tumben nih...bisa minta tolong gak...?

==============================
HUDOYO:

Rekan Riza yg baik,

Salam kembali untuk Anda. Retret Meditasi Vipassana, dikenal pula sebagai MMD 
(Meditasi Mengenal Diri), dilakukan selama sekurang-kurangnya 3 hari sampai 10 
hari atau bahkan lebih (sebulan, tiga bulan dst). 

Retret itu berupa MEDITASI TOTAL, artinya peserta bermeditasi mulai dari bangun 
tidur (pk 3 pagi) sampai tertidur kembali (pk 10 malam)(dengan istirahat pk 14 
- 16), dilakukan sambil duduk, berdiri, berjalan, dan sambil melakukan 
aktivitas pribadi sehari-hari (makan, minum, mandi, buang air, berpakaian dsb). 
Satu-satunya waktu ketika tidak bermeditasi ialah pada waktu diskusi, yang 
biasanya diadakan 1x sehari selama 1 jam. Di luar itu peserta tidak dibenarkan 
bicara, membaca, menulis, menelepon/menerima telepon, nonton TV, mendengar 
radio/musik dsb, melihat jam/arloji, dsb. 

Sangat berbeda dengan jenis-jenis meditasi lain yang ada, MMD ini sangat unik. 
Perbedaannya dengan jenis-jenis meditasi lain terletak dalam beberapa hal:

(1) Kalau dalam meditasi pada umumnya ditentukan SATU obyek yang menjadi pusat 
perhatian, dalam MMD obyek yang diperhatikan banyak, yakni semua fenomena badan 
& batin yang muncul dari saat ke saat.

(2) Kalau dalam meditasi pada umumnya diri/aku/ego AKTIF (setidak-tidaknya pada 
fase awal meditasi) mengarahkan perhatian pada obyek, dalam MMD diri/aku/ego 
bersikap PASIF "menonton" saja apa yang muncul pada badan & batinnya -- tidak 
menolak/melawan apa yang tidak enak/buruk dan tidak melekat pada apa yang 
enak/baik, tidak berkonsentrasi pada satu obyek saja.

(3) Kalau dalam meditasi pada umumnya ada satu tujuan yang ingin dicapai 
(kesaktian, kesembuhan, pencerahan, penyatuan dengan "Tuhan", dsb), dalam MMD 
tujuannya--yang disadari di dalam meditasi itu sendiri--(kalau bisa disebut 
"tujuan") adalah 'berada pada saat kini sepenuhnya'; dengan kata lain, "tujuan" 
MMD tidak berbeda dengan "cara" MMD itu sendiri. The end = the means. 

Memang setelah keadaan itu tercapai, secara spontan akan dialami berbagai 
pencerahan (insights) sampai pada Pembebasan, yakni berakhirnya aku/ego/diri 
bersama dengan lenyapnya "Tuhan", dan munculnya "The Unknown", tetapi apa yang 
terjadi itu bukan menjadi minat atau tujuan pemeditasi pada waktu bermeditasi. 
Biarlah itu muncul pada waktunya, tetapi itu akan datang justru ketika tidak 
diharapkan; kalau diharap-harap malah tidak datang.

Meditasi vipassana yang unik ini berasal dari ajaran Sang Buddha dan tidak 
terdapat dalam tradisi-tradisi lain.

Saya belajar meditasi vipassana/MMD ini sejak th 1969 ketika menjadi bhikkhu di 
Thailand, dan mulai mengajarkannya pada th. 2000. Sampai sekarang sudah ada 86 
angkatan MMD Akhir Pekan yang saya selenggarakan. Selain itu saya juga 
mempunyai program MMD Seminggu penuh, yang sampai sekarang sudah 7-8 kali saya 
selenggarakan.

Di bawah ini saya lampirkan brosur Petunjuk Pelaksanaan MMD yang perlu dibaca 
oleh setiap peserta retret MMD yg saya selenggarakan. 

Kalau Anda ingin tahu lebih dalam apa itu MMD, silakan baca tulisan-tulisan J 
Krishnamurti.

Salam,
Hudoyo



PETUNJUK  PELAKSANAAN
MEDITASI MENGENAL DIRI
 
LATIHAN DASAR [1]


PENDAHULUAN

Tujuan latihan ini adalah untuk mengenal (melihat langsung) berbagai peristiwa 
jasmani dan batin kita sendiri pada saat munculnya. Orang sudah sering 
mengamati tubuhnya sendiri; tetapi, pada umumnya orang jarang--malah hampir 
tidak pernah--mengamati dengan penuh perhatian gerak-gerik batinnya sendiri. 
Ini menyebabkan orang sering terseret atau terbelenggu oleh berbagai emosi atau 
pikirannya (lamunannya) sendiri. Keadaan ini sering kali menimbulkan konflik 
dalam batinnya sendiri, maupun konflik dengan orang lain di sekitarnya. Ini 
adalah sumber penderitaan batin yang menjadi ciri kehidupan manusia, yang 
disebut derita eksistensial, dan yang bertambah berat dalam peradaban modern 
masa kini. 

Selain itu, ini juga menjadi sumber kekacauan di masyarakat, tempat kita 
berada. Pada dasarnya setiap orang sedikit-banyak menyumbang kepada kekacauan 
masyarakatnya. Besar-kecilnya sumbangan itu bergantung pada taraf kesadaran 
masing-masing.

Tujuan akhir dari latihan ini adalah pencerahan dan pembebasan, yang dalam 
berbagai tradisi mistikal dari berbagai agama disebut makrifat, nirvana, 
moksha, menyatu dengan Allah, dan sebagainya. Berbagai tradisi mistikal itu 
menekankan pengenalan diri sendiri sebagai langkah untuk menguraikan dan 
menanggalkan tabir-tabir yang menghalangi pencapaian pencerahan dan pembebasan 
tersebut.

Namun pelatihan pendektiga hariini tidak dimaksudkan untuk mencapai tujuan 
spiritual yang tertinggi (ultimate) itu. Pelatihan pendek ini dimaksudkan hanya 
untuk memperkenalkan prinsip dan kiat pengenalan diri, yang diharapkan 
bermanfaat secara praktis dalam kehidupan sehari-hari. 

Pada beberapa individu yang mengikuti pelatihan ini dapat timbul motivasi untuk 
melanjutkan latihannya secara periodik sepanjang hidupnya, entah secara 
intensif untuk suatu jangka waktu tertentu, atau sewaktu-waktu di sela-sela 
kegiatan sehari-hari. Di situ terdapat kemungkinan untuk mencapai tujuan 
spiritual terakhir (ultimate) yang didambakan oleh manusia, yakni pencerahan 
dan pembebasan.


PERSIAPAN

Sebelum mulai berlatih, sebagai permulaan dan upaya pembersihan lingkungan, ada 
baiknya untuk beberapa lama merenungkan diri sendiri sebagai bagian dari alam 
semesta, bersama makhluk-makhluk lain yang membentuk kehidupan ini. 
Pancarkanlah kasih-sayang kepada diri sendiri dan semua makhluk selama beberapa 
menit. 

Latihan dimulai dengan duduk bersila. Posisi kaki dapat dipilih sesuai dengan 
kebiasaan masing-masing, demikian rupa sehingga memungkinkan kita untuk duduk 
diam untuk waktu lama. Jika tidak terbiasa duduk bersila, latihan dapat pula 
dilakukan dengan duduk di kursi dengan kedua kaki terletak di lantai (tidak 
tergantung). Gunakan kursi yang tidak terlalu rendah. Dalam posisi duduk apa 
pun, badan (tulang belakang) hendaklah tegak lurus; kepala dan leher membentuk 
satu garis tegak lurus dengan badan. Kedua tangan dapat diletakkan sesuka hati. 
Apabila duduk di kursi, punggung tidak boleh bersandar pada kursi.

Kemudian, kendorkanlah semua otot di seluruh tubuh secara sistematik, mulai 
dari ubun-ubun kepala hingga ke ujung kaki. Ambillah waktu cukup untuk 
pengendoran (relaksasi) itu. Dalam keadaan relaks ini, badan dapat duduk diam 
tanpa bergerak untuk waktu lama. Upayakan untuk dapat duduk diamseperti patung 
batusekurang-kurangnya setengah jam. Kalau kurang dari itu, batin seorang 
pemulayang dalam keadaan sehari-hari selalu bergeraktidak mendapat kesempatan 
cukup untuk mereda. Lamanya duduk diam dapat ditambah perlahan-lahan hingga 
menjadi satu jam, yakni lama bermeditasi yang optimal.


LATIHAN DASAR I

Cobalah memusatkan perhatianbukan melihat dengan matapada perut. Anda akan 
mengetahui gerakan naik-turun dari perut. Jika gerakan ini tidak jelas bagi 
Anda pada mulanya, letakkan telapak tangan pada perut untuk merasakan gerakan 
naik-turun itu. 

Setelah beberapa lama, gerakan naik dari perut akan terasa jelas. Lalu catatlah 
dalam batin, ‘naik’ pada saat gerakan naik; ‘turun’ pada saat gerakan turun. 
Catatan batin itu harus dibuat pada saat terjadinya gerakan itu. 

Dari latihan ini, Anda belajar melihat secara aktual gerakan naik-turun dari 
perut. Anda tidak berkepentingan dengan wujud perut itu sendiri. Yang Anda 
cerap (perceive) secara aktual adalah rasa-tubuh (bodily sensation) berupa 
tekanan, yang disebabkan oleh gerakan naik-turun dari perut. Jadi, jangan 
berhenti dan melihat wujud perut itu, tetapi teruslah dengan latihan. 

Bagi para pemula, ini adalah metode yang sangat efektif untuk mengembangkan 
daya perhatian (faculty of attention), konsentrasi dan pencerahan (insights). 
Sementara latihan berlangsung, gerakan itu menjadi makin jelas. Kemampuan untuk 
mengetahui setiap peristiwa batin dan jasmani yang terjadi beruntun pada kelima 
pintu indra([2]) hanya diperoleh setelah meditasi berkembang penuh. 

Karena Anda baru seorang pemula, yang daya perhatian dan konsentrasinya masih 
lemah, Anda mungkin menghadapi kesukaran dalam memusatkan perhatian pada setiap 
gerakan naik dan turun yang beruntun dari perut pada saat terjadinya. Anda 
mungkin berpikir, Saya tidak tahu bagaimana caranya memusatkan perhatian pada 
setiap gerakan ini. Dalam hal ini, sadarilah bahwa ini adalah proses belajar. 

Gerakan naik-turun dari perut selalu ada, sehingga tidak perlu mencarinya. 
Sesungguhnya, cukup mudah bagi seorang pemula untuk memusatkan perhatiannya 
pada kedua gerakan sederhana ini. 

Teruskan latihan ini dengan menyadari penuh gerakan naik-turun dari perut. 
Jangan mengulangi kata-kata ‘naik’ dan ‘turun’ secara lisan, dan jangan 
memikirkan ‘naik’ dan ‘turun’ sebagai kata-kata. Sadarilah saja gerakan aktual 
naik dan turun dari perut. 

Hindari bernafas secara dalam atau cepat dengan tujuan membuat gerakan perut 
itu lebih jelas, karena cara ini membuat cepat lelah dan mengganggu latihan. 
Sadarilah saja secara total gerakan naik-turun pada saat terjadinya dengan 
bernafas secara normal.


LATIHAN DASAR II

Ketika sedang sibuk berlatih mengamati setiap gerakan perut, mungkin muncul 
kegiatan batin lain di antara pencatatan gerakan naik dan turun itu. Pikiran 
atau fungsi-fungsi batin lain, seperti niat, ide, khayalan, mungkin muncul di 
antara pencatatan ‘naik’ dan pencatatan ‘turun’ atau sebaliknya. Kegiatan batin 
ini tidak boleh diabaikan. Setiap kegiatan batin yang muncul harus dicatat pada 
saat terjadinya.

Bila Anda membayangkan sesuatu, Anda harus sadar bahwa Anda membayangkan dan 
mencatat dalam batin, ‘membayangkan’. Bila Anda sekadar berpikir tentang 
sesuatu, catat dalam batin, ‘berpikir’. Bila Anda merenungkan, catat, 
‘merenungkan’. Bila Anda berniat melakukan sesuatu, catat, ‘berniat’. 

Bila batin menyeleweng dari obyek meditasi yang adalah gerakan naik-turun dari 
perut, catat, ‘menyeleweng’. Bila Anda membayangkan pergi ke suatu tempat, 
catat, ‘pergi’. Bila Anda tiba, catat, ‘tiba’. Bila dalam pikiran Anda bertemu 
dengan seseorang, catat, ‘bertemu’. Bila Anda bicara kepadanya, catat, 
‘bicara’. Jika ada dalam khayalan berdebat dengan dia, catat, ‘berdebat’. 

Bila Anda melihat dalam batin atau membayangkan suatu cahaya atau warna, jangan 
lupa mencatat, ‘melihat’. Harus dicatat dalam batin setiap peristiwa pada saat 
terjadinya sampai peristiwa itu lenyap.

Setelah peristiwa itu lenyap, lanjutkan dengan Latihan Dasar I, dengan 
menyadari penuh setiap gerakan naik-turun perut. Bekerjalah dengan hati-hati, 
jangan mengendorkan perhatian. 

Bila Anda berniat menelan ludah selagi memusatkan perhatian, catatlah dalam 
batin, ‘berniat’. Pada saat bertindak menelan, catatlah, ‘menelan’. Bila Anda 
meludah, catat, ‘meludah’. Lalu kembalilah kepada latihan mencatat gerakan 
naik-turun perut.

Misalkan Anda berniat membungkukkan leher, catat, ‘berniat’. Pada saat 
bertindak membungkukkan, catat, ‘membungkukkan’. Bila Anda berniat meluruskan 
leher, catat, ‘berniat’. Pada saat bertindak meluruskan, catat, ‘meluruskan’. 
Gerakan membungkukkan atau meluruskan leher harus dilakukan dengan 
perlahan-lahan. Setelah mencatat dalam batin setiap gerakan ini, lanjutkan 
latihan dengan menyadari penuh gerakan naik-turun perut.


LATIHAN DASAR III

Oleh karena Anda harus berlatih menyadari untuk waktu lama sementara berada 
dalam satu posisi, yakni duduk atau berbaring,([3]) Anda mungkin mengalami 
perasaan kebas atau perasaan kaku yang kuat pada tubuh, lengan atau tungkai. 
Bila ini terjadi, pusatkan perhatian pada bagian tubuh tempat perasaan itu 
muncul dan lanjutkan pengamatan sambil mencatat, ‘kebas, kebas’ atau ‘kaku, 
kaku’. Lakukan ini secara wajar, yakni jangan terlalu cepat atau terlalu 
lambat. Perasaan-perasaan ini biasanya berangsur-angsur melemah dan akhirnya 
lenyap. 

Bila perasaan ini menjadi lebih hebat sampai kekebasan tubuh atau kekakuan 
sendi ini tak tertahankan lagi, ubahlah posisi Anda. Namun, jangan lupa 
mencatat dalam batin, ‘berniat’, ketika muncul niat itu dalam batin Anda, 
sebelum Anda mulai mengubah posisi Anda. Setiap gerakan harus diamati dan 
dicatat menurut urutannya secara mendetail.

Jika Anda berniat mengangkat tangan atau kaki, catatlah dalam batin, ‘berniat’. 
Pada saat mengangkat tangan atau kaki, catat, ‘mengangkat’. Meluruskan tangan 
atau kaki, ‘meluruskan’. Bila Anda membengkokkan tangan atau kaki, 
‘membengkokkan’. Bila Anda meletakkannya, ‘meletakkan’. Bila tangan atau kaki 
menyentuh sesuatu, ‘menyentuh’. Lakukan semua gerakan ini secara perlahan-lahan 
dan dengan sengaja. Segera setelah Anda memperoleh posisi baru, lanjutkan 
pengamatan gerakan naik-turun perut dalam posisi itu.

Bila timbul rasa gatal di suatu bagian tubuh, pusatkan perhatian pada bagian 
tubuh itu, sambil mencatat, ‘gatal, gatal’. Lakukan ini secara teratur, jangan 
terlalu cepat atau terlalu lambat. Bila rasa gatal itu lenyap dengan pengamatan 
penuh, lanjutkan dengan pengamatan gerakan naik-turun perut. Bila rasa gatal 
itu tetap ada dan malah menjadi kuat, dan Anda berniat menggaruk bagian yang 
gatal itu, catatlah lebih dulu dalam batin, ‘berniat’. Perlahan-lahan angkatlah 
tangan, sambil mencatat tindakan itu, ‘mengangkat, mengangkat’; lalu 
‘menyentuh’, ketika tangan menyentuh bagian yang gatal itu. Garuklah 
perlahan-lahan dengan kesadaran penuh, ‘menggaruk, menggaruk’. Bila rasa gatal 
itu lenyap, ‘gatal lenyap’. Sebelum Anda menurunkan tangan, catatlah lebih dulu 
niat Anda, ‘berniat’. Perlahan-lahan turunkan tangan, sambil mencatat tindakan 
itu, ‘menurunkan, menurunkan’. Ketika tangan sampai pada kedudukannya semula 
dan menyentuh kaki, catat, ‘menyentuh’. Lalu sadarilah kembali gerakan 
naik-turun perut.

Bila terdapat rasa sakit atau tidak nyaman, pusatkan perhatian pada bagian 
tubuh tempat rasa itu timbul. Catatlah dalam batin perasaan itu secara spesifik 
pada saat munculnya, seperti ‘nyeri’, ‘berdenyut’, ‘menekan’, ‘menusuk’, 
‘lelah’, ‘pusing’, dsb. Perlu ditekankan bahwa catatan batin itu tidak boleh 
dipaksakan dan tidak boleh pula terlambat, tetapi harus dibuat secara wajar dan 
tenang. Rasa sakit itu mungkin berkurang dan lenyap, tapi mungkin pula 
bertambah. Jangan panik bila perasaan itu bertambah kuat. Lanjutkan pengamatan 
dengan teguh. Jika Anda lakukan itu, Anda akan mendapati hampir selalu rasa 
sakit itu lenyap. Tetapi bila, setelah beberapa lama, rasa sakit itu meningkat 
dan tak tertahankan, Anda harus mengabaikan rasa sakit itu dan melanjutkan 
perhatian pada gerakan naik-turun perut.

Munculnya rasa sakit bersama menguatnya perhatian

Sementara Anda memperoleh kemajuan dalam perhatian, Anda mungkin mengalami 
berbagai rasa sakit yang kuat: nafas tersumbat atau tercekik, teriris pisau, 
tertusuk paku, tertusuk banyak jarum, atau dijalari serangga. Anda mungkin 
mengalami rasa gatal, tergigit, atau rasa dingin yang hebat. Bila Anda berhenti 
bermeditasi, Anda mungkin mendapati semua rasa yang menyakitkan itu lenyap. 
Bila Anda mulai bermeditasi lagi, berbagai rasa itu akan kembali lagi begitu 
perhatian mulai memusat. Berbagai rasa sakit ini bukan disebabkan oleh sesuatu 
yang tidak beres. Rasa-rasa itu bukan gejala dari penyakit, melainkan 
faktor-faktor yang biasa terdapat di dalam tubuh dan yang biasanya tertutup 
bila batin dalam keadaan normal sibuk dengan obyek-obyek yang lebih menonjol. 
Bila daya-daya batin menjadi lebih tajam, Anda lebih menyadari rasa-rasa ini. 
Dengan berlanjutnya pengembangan kesadaran, pada suatu saat kelak Anda akan 
dapat mengatasi rasa-rasa itu, dan mereka akan lenyap dengan sendirinya.

Jika Anda melanjutkan meditasi dengan tekad yang teguh, Anda tidak akan 
dirugikan. Bila Anda kehilangan keberanian, menjadi tidak yakin dan berhenti 
bermeditasi untuk beberapa lama, Anda mungkin mengalami rasa-rasa yang 
menyakitkan itu lagi bila meditasi Anda berkembang lagi. Bila Anda melanjutkan 
meditasi dengan tekad teguh, maka besar kemungkinan Anda akan mengatasi 
rasa-rasa yang menyakitkan itu, dan tidak akan mengalaminya lagi dalam 
perjalanan meditasi Anda.

Tubuh berayun, bergoyang, gemetar, merasa bergairah, nikmat dsb.

Bila timbul niat untuk mengayun-ayunkan tubuh, catatlah dalam batin, ‘berniat’. 
Ketika bertindak mengayunkan tubuh, catatlah, ‘berayun, berayun’. Di dalam 
meditasi, kadang-kadang Anda mendapati tubuh Anda berayun-ayun dengan 
sendirinya. Jangan menjadi takut; jangan pula merasa nikmat dan ingin 
meneruskan berayun-ayun. Berayun itu akan berhenti bila Anda terus menyadari 
tindakan berayun itu dan mencatat dalam batin, ‘berayun, berayun’, sampai 
berayun itu berhenti. Jika ayunan itu bertambah sekalipun Anda telah menyadari 
dan mencatatnya, bersandarlah pada suatu tiang atau dinding, atau berbaring 
sebentar. Setelah itu teruskan bermeditasi.

            Ikutilah langkah-langkah ini bila Anda mendapati tubuh Anda 
bergoyang atau gemetar. Bila meditasi telah berkembang, Anda mungkin 
kadang-kadang merasakan suatu getaran rasa dingin atau semacam getaran listrik 
mengalir sepanjang punggung atau seluruh tubuh Anda. Ini adalah tanda dari 
minat yang kuat, gairah atau rasa nikmat. Pengalaman-pengalaman itu terjadi 
secara alamiah dalam meditasi yang berkembang baik. Bila batin Anda menetap 
kokoh dalam meditasi, Anda mungkin dikejutkan oleh suara yang lirih. Ini 
terjadi karena Anda merasakan efek dari kesan sensorik secara lebih intens 
apabila Anda berada dalam keadaan meditasi.

Melakukan kegiatan: berdiri, berjalan, makan, minum dsb.

            Bila Anda haus sementara bermeditasi, catatlah perasaan itu, 
‘haus’. Bila anda berniat akan berdiri, catatlah, ‘berniat’. Pusatkan perhatian 
pada tindakan berdiri, dan catat dalam batin, ‘berdiri’. Bila Anda memandang ke 
depan setelah berdiri lurus, catat, ‘memandang, melihat’. Bila Anda berniat 
akan melangkah, catat, ‘berniat’. Bila Anda mulai melangkah ke depan, catatlah 
dalam batin setiap langkah Anda, ‘berjalan, berjalan’ atau ‘kiri, kanan’. 

            Penting bagi Anda untuk menyadari setiap saat dari setiap langkah 
mulai dari awal sampai akhir ketika Anda berjalan. Ikutilah prosedur yang sama 
ketika Anda berjalan-jalan, atau melakukan latihan berjalan. Cobalah mencatat 
dalam batin setiap langkah dalam dua bagian: ‘angkat - taruh’, ‘angkat - 
taruh’. Setelah Anda mahir berlatih secara ini, cobalah mencatat setiap langkah 
dalam tiga bagian: ‘angkat - dorong, - taruh’. 

            Ketika Anda memandang keran air atau tempayan air sesampai Anda di 
tempat Anda akan minum, catatlah dalam batin: ‘memandang, melihat’.

Ketika Anda berhenti berjalan, catat, ‘berhenti’.
Ketika Anda mengulurkan tangan, catat, ‘mengulurkan’.
Ketika Anda menyentuh cangkir, catat, ‘menyentuh’.
Ketika Anda mengambil cangkir, catat, ‘mengambil’.
Ketika Anda menuangkan air ke dalam cangkir, catat, ‘menuangkan’.
Ketika Anda mengangkat cangkir ke bibir, catat, ‘mengangkat’.
Ketika Anda menelan air, catat, ‘menelan’.
Ketika Anda mengembalikan cangkir, catat, ‘mengembalikan’.
Ketika Anda menarik tangan kembali, catat, ‘menarik’.
Ketika Anda menurunkan tangan, catat, ‘menurunkan’.
Ketika tangan menyentuh sisi tubuh, catat, ‘menyentu’.
Jika Anda berniat untuk berputar, catat, ‘berniat’.
Ketika Anda berputar, catat, ‘berputar’.
Ketika Anda melangkah maju, catat, ‘melangkah, melangkah’, ‘kanan -  kiri’.
Ketika Anda sampai di tempat Anda dan berniat berhenti, catat, ‘berniat’.
Ketika Anda berhenti, catat, ‘berhenti’.

Bila Anda tetap berdiri untuk beberapa lama, kembalilah bermeditasi pada gerak 
naik-turun perut. Tetapi bila Anda berniat untuk duduk, catat, ‘berniat’. 
Ketika Anda berjalan ke tempat duduk Anda, catat, ‘berjalan’. Ketika tiba di 
tempat duduk Anda, catat, ‘tiba’. Ketika Anda berputar untuk duduk, catat, 
‘berputar’. Ketika bertindak duduk, catat, ‘duduk’. Duduklah perlahan-lahan, 
dan pusatkan perhatian pada gerakan turun tubuh untuk duduk. Anda harus 
menyadari setiap gerakan membawa tangan dan kaki ke dalam posisi duduk. Lalu 
kembalilah berlatih menyadari gerakan naik-turun perut.

Tidur

            Bila Anda berniat akan berbaring, catatlah, ‘berniat’. Lalu mulai 
sadari setiap gerakan dalam proses berbaring: ‘mengangkat’, ‘meluruskan’, 
‘menaruh’, ‘menyentuh’, ‘berbaring’. Lalu sadari sebagai obyek meditasi setiap 
gerakan membawa tangan, tungkai dan tubuh ke dalam posisi tidur. Lakukan 
gerakan ini perlahan-lahan. Setelah itu, lanjutkan dengan mencatat gerakan 
naik-turunnya perut. Bila muncul rasa sakit, kaku, gatal, atau rasa lain, 
catatlah setiap rasa yang timbul itu. Catatlah setiap perasaan, pikiran, ide, 
pertimbangan, perenungan yang muncul. Catat semua gerakan tangan, tungkai, 
lengan, dan tubuh. Jika tidak ada sesuatu yang khusus untuk dicatat, kembalilah 
memperhatikan gerakan naik-turunnya perut. Bila merasa mengantuk, catatlah, 
‘mengantuk’. Setelah Anda memperoleh cukup kemajuan dalam pemusatan perhatian, 
Anda akan mampu mengatasi kantuk dan Anda akan merasa segar kembali. Perhatikan 
kembali obyek dasar meditasi, yakni gerakan naik-turunnya perut. Jika Anda 
tidak mampu mengatasi rasa kantuk itu, teruslah mengamati kantuk itu sampai 
Anda terlelap tidur.

Keadaan tidur dan jaga

            Keadaan tidur adalah kelanjutan dari bawah-sadar. Keadaan ini mirip 
dengan kesadaran pertama yang muncul pada kelahiran, dan kesadaran terakhir 
yang muncul pada saat kematian tiba. Keadaan bawah-sadar ini sangat lemah, dan 
oleh karena itu tidak mampu menyadari obyek. 

            Dalam keadaan jaga, bawah-sadar terus berlangsung di sela-sela 
saat-saat melihat, mendengar, mengecap, membau, meraba, dan berpikir. Karena 
peristiwa bawah-sadar ini biasanya berlangsung singkat, biasanya ini tidak 
jelas dan oleh karena itu tidak disadari. Bawah-sadar ini terus berlanjut di 
dalam tidurfakta ini tampak jelas ketika Anda bangun; karena dalam keadaan jaga 
pikiran dan obyek-obyek indera menjadi nyata.

Bangun dan mandi

            Meditasi harus mulai pada saat Anda terjaga. Karena Anda baru 
pemula, mungkin Anda belum mampu mulai bermeditasi pada saat pertama ketika 
Anda terjaga. Tetapi Anda harus mulai bermeditasi segera setelah Anda ingat 
bahwa Anda harus bermeditasi. Misalnya, bila ketika terjaga Anda merenungkan 
sesuatu, mulailah bermeditasi dengan mencatat, ‘merenung’. Lalu lanjutkan 
dengan mengamati gerakan naik-turunnya perut. Ketika bangkit dari tempat tidur, 
kesadaran harus ditujukan kepada setiap detail dari gerakan tubuh. Setiap 
gerakan dari tangan, tungkai, pantat, harus dilakukan dengan penuh kesadaran. 
Apakah Anda berpikir tentang waktu ketika Anda terjaga? Jika ya, catat, 
‘berpikir’. Apakah Anda berniat bangkit dari tempat tidur? Jika ya, catat, 
‘berniat’. Ketika Anda bersiap menggerakkan tubuh ke dalam posisi untuk 
bangkit, catat, ‘bersiap’. Ketika Anda bangkit perlahan-lahan, catat, 
‘bangkit’. Bila Anda tetap duduk untuk beberapa lama, kembalilah mengamati 
gerakan naik-turunnya perut.

            Lakukan kegiatan membasuh muka atau mandi sesuai urutannya dan 
dengan kesadaran penuh pada setiap detail dari kegiatan itu; misalnya, 
‘memandang’, ‘melihat’, ‘meluruskan’, ‘memegang’, ‘menyentuh’, ‘merasa dingin’, 
‘menggosok’. Ketika melakukan tindakan mengenakan pakaian, membersihkan tempat 
tidur, membuka dan menutup pintu dan jendela, memegang benda, sadarilah setiap 
detail dari kegiatan-kegiatan itu sesuai urutan terjadinya.

Makan

            Anda harus mengamati setiap detail dari tindakan makan:

Ketika memandang makanan, ‘memandang’.
Ketika menyendok makanan, ‘menyendok’.
Ketika membawa makanan ke mulut, ‘membawa’.
Ketika membungkukkan leher, ‘membungkukkan’.
Ketika makanan menyentuh mulut, ‘menyentuh’.
Ketika memasukkan makanan ke mulut, ‘memasukkan’.
Ketika mulut menutup, ‘menutup’.
Ketika menarik tangan, ‘menarik’.
Bila tangan menyentuh meja, ‘menyentuh’.
Ketika meluruskan leher, ‘meluruskan’.
Ketika mengunyah, ‘mengunyah’.
Ketika mengecap citarasa makanan, ‘mengecap’.
Ketika menelan makanan, ‘menelan’.
Ketika makanan terasa menyentuh dinding kerongkongan, ‘menyentuh’, dst.

Lakukan meditasi seperti ini untuk setiap suap makanan yang Anda masukkan ke 
mulut, sampai Anda selesai makan. Pada awal latihan tentu banyak detail yang 
terlewat. Jangan risaukan itu. Jangan goyah dalam upaya Anda. Bila Anda 
bertekun dalam latihan Anda, perhatian akan makin tajam dan makin sedikit 
detail terlewat. Bila Anda mencapai tingkatan yang lebih maju lagi, Anda akan 
mampu mengamati lebih banyak lagi detail daripada yang disebutkan di sini.


KEMAJUAN DALAM MEDITASI

            Setelah berlatih selama sehari semalam, Anda mungkin mendapati 
meditasi Anda berkembang cukup banyak. Anda mungkin mampu memperpanjang latihan 
dasar mengamati gerakan perut. 

Pada taraf ini, Anda akan melihat bahwa biasanya terdapat jeda antara gerakan 
turun dan gerakan naik. Bila Anda berada dalam posisi duduk, isilah jeda ini 
dengan mencatat dalam batin fakta duduk Anda: ‘naik - turun - duduk’. Ketika 
Anda mencatat fakta duduk, sadari tubuh Anda yang tegak lurus. 

Bila Anda tengah berbaring, catatlah: ‘naik - turun - berbaring’. Bila Anda 
dapat melakukan ini dengan mudah, lakukan terus pencatatan dalam tiga bagian 
ini. 

Bila Anda melihat ada jeda pula di antara gerak naik dan gerak turun dari 
perut, seperti jeda di antara gerak turun dan gerak naik, maka catatlah: ‘naik 
- duduk - turun - duduk’. Atau tengah bila berbaring, ‘naik - berbaring - turun 
- berbaring’.

Jika Anda pada suatu ketika mendapat kesukaran mencatat dalam tiga atau empat 
bagian, kembalilah pada cara mencatat yang lebih mudah, ‘naik - turun’.

Mengamati peristiwa indera

            Dalam meditasi, ketika mengamati gerakan tubuh (gerakan perut dan 
bagian-bagian tubuh lain), Anda tidak perlu memperhatikan berbagai rangsangan 
yang masuk melalui indera mata, telinga dan indera yang lain. Selama Anda mampu 
memusatkan perhatian pada gerakan perut, maka tujuan latihan untuk memusatkan 
perhatian telah tercapai. 

            Namun, kadang-kadang Anda dengan sengaja memandang atau tidak 
sengaja melihat suatu obyek penglihatan. Bila ini terjadi, catatlah dalam hati 
dua-tiga kali, ‘melihat, melihat, melihat’. Lalu kembalilah menyadari gerakan 
perut. Misalnya, ada orang muncul dalam bidang penglihatan Anda. Catatlah dalam 
batin, ‘melihat’, dua-tiga kali; lalu kembalilah memperhatikan gerakan 
naik-turun perut.

            Apakah Anda kebetulan mendengar suatu suara? Apakah Anda 
memperhatikannya? Kalau demikian, catatlah dalam batin, ‘mendengar, menyimak’; 
lalu kembali kepada gerakan perut. Tetapi seandainya Anda mendengar suara 
keras, seperti salak anjing, orang berbicara dengan keras atau berteriak. Dalam 
hal itu, catatlah dalam hati dua-tiga kali, ‘mendengar’; lalu kembali pada 
latihan dasar. 

            Jika Anda lengah dan terlewat tidak mencatat (menyadari) suara 
keras seperti itu pada saat terjadinya, Anda mungkin tanpa sadar akan terseret 
ke dalam perenungan terhadap suara itu, alih-alih memperhatikan gerakan 
naik-turun perut, yang mungkin menjadi makin kabur dan kurang nyata. Karena 
perhatian yang melemah seperti inilah, berbagai nafsu yang mengotori batin 
dapat menyelinap masuk, berkembang-biak dan bertambah kuat. 

            Bila terjadi perenungan seperti itu, catatlah dalam batin, 
‘merenungkan’, dua-tiga kali, lalu kembali mengamati gerakan naik-turunnya 
perut.

            Bila Anda terlewat tidak mencatat gerakan tubuh, tungkai atau 
lengan, catatlah, ‘lupa’, lalu kembali mengamati gerakan perut.

Bila gerakan nafas tidak terasa

            Kadang-kadang Anda mungkin merasa bahwa nafas Anda lambat atau 
gerakan naik-turun tidak jelas terasa. Bila ini terjadi, dan Anda berada dalam 
posisi duduk, alihkan perhatian dengan mencatat, ‘duduk, menyentuh’; atau, bila 
Anda berada dalam posisi berbaring, ‘berbaring, menyentuh’. Ketika menyadari 
sentuhan, jangan melihat sentuhan itu pada satu titik saja, melainkan 
berpindah-pindahlah dari satu titik ke titik lain. Terdapat beberapa titik 
sentuhan yang dapat dirasakan, misalnya: pantat menyentuh alas duduk, kaki 
menyentuh paha dalam posisi bersila, kedua telapak tangan yang bertumpukan di 
atas pangkuan, kedua ibu jari tangan yang saling menyentuh, lidah menyentuh 
dinding dalam mulut, bibir atas dan bibir bawah yang bersentuhan, dsb; 
pendeknya, sentuhan bisa terasa di seluruh tubuh bila diperhatikan.


LATIHAN DASAR IV


Mengamati gerak-gerik batin

Sampai taraf ini, Anda telah bermeditasi cukup lama. Bila Anda merasa kemajuan 
Anda tidak memuaskan, Anda mungkin merasa malas. Janganlah sekali-kali 
menyerah. Catatlah saja fakta itu, ‘malas’. 

            Sebelum Anda mencapai konsentrasi dan perhatian yang cukup kuat, 
Anda mungkin meragukan kebenaran atau manfaat dari cara meditasi ini. Dalam hal 
itu, amatilah pikiran itu, dan catat, ‘ragu-ragu’. 

            Apakah Anda mengharapkan, menginginkan hasil yang baik? Jika ya, 
amati pikiran itu dan catat, ‘mengharapkan, menginginkan’.

            Apakah Anda mencoba mengingat-ingat apa yang telah Anda lakukan 
sampai saat ini? Jika ya, perhatikan pikiran itu dan catat, ‘mengingat-ingat’.

            Adakah saat-saat ketika Anda meneliti obyek kesadaran Anda dan 
mencoba menentukan apakah itu batin atau jasmani? Jika ya, amati pikiran itu 
dan catat, ‘meneliti’.

            Apakah Anda kecewa, meditasi Anda tidak memperoleh kemajuan? Jika 
ya, perhatikan pikiran itu dan catat, ‘kecewa’.

            Sebaliknya, apakah Anda berbahagia, meditasi Anda mengalami 
kemajuan pesat? Jika ya, amati pikiran itu dan catat, ‘berbahagia’.

            Dengan cara ini Anda mengamati dan mencatat setiap gerak-gerik 
batin pada saat terjadinya. Jika tidak ada lagi pikiran atau persepsi yang 
menyela masuk untuk diamati dan dicatat, kembalilah memperhatikan gerakan 
naik-turunnya perut.

            Dalam latihan meditasi yang intensif, masa latihan adalah dari saat 
pertama kali Anda terjaga dari tidur, sampai saat terakhir sebelum Anda 
terlelap tidur kembali. Sekali lagi, Anda harus terus-menerus menyadari dan 
mengamati latihan dasar (gerakan naik-turun perut) atau setiap gerak-gerik 
jasmani dan batin pada saat terjadinya, sepanjang hari dan malam ketika Anda 
tidak tidur.

            Tidak boleh ada pengendoran sedikit pun. Setelah mencapai taraf 
kemajuan tertentu dalam meditasi, Anda tidak akan merasa mengantuk sekalipun 
Anda berlatih meditasi berjam-jam; sebaliknya, Anda malah dapat terus 
bermeditasi siang dan malam, dengan sedikit sekali tidur.


RINGKASAN

            Dalam petunjuk singkat ini telah ditekankan bahwa Anda harus 
mengamati setiap gerak-gerik batin, baik atau buruk; setiap gerak-gerik 
jasmani, kecil atau besar; setiap perasaan (perasaan jasmani atau batin), 
menyenangkan atau tak menyenangkan; dan seterusnya. 

            Jika dalam bermeditasi, terdapat saat-saat ketika tidak muncul 
sesuatu yang khusus untuk diamati, pusatkan perhatian pada gerakan 
naik-turunnya perut. 

            Bila Anda harus melakukan kegiatan yang membutuhkan berjalan, maka 
dengan kesadaran penuh setiap langkah harus dilakukan, dengan mencatat, 
‘berjalan, berjalan’ atau ‘kiri, kanan’. 

            Tetapi bila Anda bermeditasi sambil berjalan, perhatikan langkah 
sekurang-kurangnya dalam tiga bagian: ‘angkat - maju - taruh’. 

            Siswa yang tekun berlatih siang dan malam, dalam waktu tidak 
terlalu lama konsentrasinya akan menguat demikian rupa sampai tercapai taraf 
awal dari pencerahan tingkat keempat, yakni pencerahan (pengalaman langsung) 
tentang muncul dan lenyapnya segala fenomena([4]). Dari situ ia dapat berjalan 
sendiri menuju tingkat-tingkat pencerahan yang makin lama makin tinggi.*

 
======================
 [1] Makalah ini berasal dari karya mendiang Ven. Mahasi Sayadaw 
Aggamahapanditaseorang bhikhhu guru meditasi vipassana terkemuka dari 
Myanmar--diadaptasikan untuk khalayak non-Buddhis oleh Dr. Hudoyo Hupudio, MPH. 
Bagian Pendahuluan dan Persiapan ditulis oleh Hudoyo.

[2] Menurut psikologi Buddhis, ada pintu indera keenam, yakni ingatan.

[3] Pemeditasi tidak dianjurkan untuk berlatih dalam posisi berbaring, kecuali 
sudah tiba waktunya untuk tidur.

[4] taruna-udaya-bbaya-nyana.






** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke