Kompas,  Selasa, 05 September 2006
 
Kesenjangan Pembangunan India
 
Kasus bunuh diri di kalangan petani India cenderung meningkat oleh frustrasi akibat kemerosotan harga komoditas pertanian dan lilitan utang.
Rupanya kaum petani menjadi kelompok yang paling tertekan di tengah proses pembangunan India yang ingar-bingar. Kaum petani tertinggal di tengah arus perkembangan yang begitu cepat.
Nasib petani tidak menjadi lebih baik dan terangkat dalam pembangunan India yang mengesankan belakangan ini. Tidak sedikit petani yang tertekan, depresi dan frustrasi sampai bunuh diri.
Paling tidak 216 petani bunuh diri di Vidarbha, daerah penghasil kapas utama di Negara Bagian Maharashtra, India barat, sejak Perdana Menteri Manmohan Singh meluncurkan paket bantuan senilai 835 juta dollar AS bulan Juli lalu.
Dengan demikian, sebanyak 767 petani kapas bunuh diri selama 12 bulan terakhir di kawasan Vidarbha karena dililit utang dan harga kapas merosot. Secara nasional, paling tidak 43 juta dari sekitar 89 juta petani kecil India berutang, termasuk kepada lintah darat.
Jumlah kasus bunuh diri petani termasuk mencolok di India. Awal tahun ini Pemerintah India mengungkapkan, lebih dari 8.900 petani bunuh diri di empat negara bagian sejak tahun 2001.
Kasus bunuh diri di kalangan petani itu lebih memperlihatkan ketimpangan pembangunan ekonomi India, yang berpenduduk sekitar 1,1 miliar jiwa itu. Kemajuan pembangunan tidak berlangsung secara paralel dengan upaya memperkecil kesenjangan sosial ekonomi.
Selama beberapa tahun terakhir India disebut bersama China sebagai raksasa Asia yang mampu mendorong pembangunan ekonominya secara mengesankan, bahkan mengundang perbincangan luas.
Namun, di balik pesona lompatan pembangunan itu, terdapat sejumlah persoalan pelik akibat kesenjangan, bukan hanya antara kelompok kaya dan miskin, tetapi juga antara sektor perkotaan dan pedesaan.
Di tengah persoalan kesenjangan itu, kalangan petani tampaknya paling tertekan dan menderita. Kaum petani tidak dapat mengejar kemajuan yang diraih di sektor perkotaan dan modern.
Sudah menjadi persoalan klasik, terjadinya kesenjangan antara pertumbuhan dan pemerataan hasil pembangunan. Jika tidak ada perbaikan menuju sinkronisasi antara pertumbuhan dan pemerataan, kesenjangan akan melebar dan memburuk cepat.
Bagi India, isu kesenjangan sangat berpotensi memperkeruh persoalan lainnya, seperti masalah rasial, kesenjangan kaya miskin, dan ketegangan pusat-daerah.


Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke