1 Oktober

Ini adalah lazy day, sehingga bagi saya agak insignificant untuk dishare disini, tapi pada intinya, ada yang bersantai-santai, ada yang ngobrol, ada yang menemani si kawan kecil kita, sambil menempa diri, melatih kesabarannya dan melatih kupingnya juga, karena teriakan-teriakannya yang memakakan telinga. Kemudian dilanjutkan dengan nonton tentang Maria apa lupa namanya, tapi dia adalah orang yang tidak punya tangan, kaki kirinya berukuran setengah dari kaki kanannya, tapi dia mampu memecahkan rekor dunia renang pada usia 18 tahun, dan bisa jadi penyanyi, serta memiliki suami cukup tampan, yang juga adalah seorang musisi. Melihat dirinya, perjuangan dirinya, seharusnya mampu untuk memotivasi kami semua, untuk mau mengolah diri untuk belajar, berlatih, dan berbagi hidup berkesadaran, seperti dia, yang menulis, mengetik, makan, bahkan menyetir mobil hanya dengan kakinya yang terbatas itu, dan dia tidak pernah menyesal atau mengeluh dilahirkan dalam kondisi seperti itu. Setelah itu ada yang dengerin musik, ada yang petik toge, dan ada yang meeting tentang program Dharmajala kedepannya.

Sekitar hampir jam 5, kamipun pulang kembali ke Jakarta, kembali dengan fasilitas sauna yang kembali disiapkan oleh panitia di bus. Berakhir lah pula, sharing yang amit-amit panjangnya ini, dan yang masih saya ingat adalah bahwa kami pulang dengan membawa ‘api’ cahaya kesadaran dalam diri kami masing-masing, yang juga akan kami bawa dalam kehidupan sehari-hari kami. Semoga ‘api’ tersebut tidak mudah padam, tapi selalu berkobar, bahkan semakin besar setiap harinya, teruslah berjuang.

Regards,
Yasaputra


Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke