pindahnya Marcel and Dewi ke agama Buddha.
sungguh merupakan hal yang baik karena ada sdr safira yang mewakili kegundahan hati dari orang2 seperti saya .
On 10/6/06, safira luiz <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dulu rumahku dekat dengan langgar (tpt ibadah umat muslim), ketika ada umat Buddha atau kristen yang pindah agama dan memilih islam sebagai agamanya, maka orang tersebut seperti selebritis. Ditanyai, dimintai pendapatnya : kenapa memilih islam, disuruh buat kesaksian, dielu elukan dan dijadikan sebagai contoh yang baik.Hari ini, tepatnya saat ini saya melihat bahwa kehadiran Dewi dan Marcell yang mulai melirik Buddhism pun, maaf, digembar gemborkan banget. hebot gitu loh. bangga ya.Di hati kecilku, jujur aku mengatakan bahwa pemandangan saat ini sama saja seperti pemandangan waktu aku melihat orang lain jadi mualaf. aku jadi bertanya tanya, Inikah umat Buddha? kok ternyata tidak beda ya dengan umat lain. Tidakkah kita memberi waktu untuk mereka mendalami lebih lanjut tentang Buddhism yang mungkin belum mereka pahami seluruhnya (konsep). Tidakkah kita berpikir untuk memberi ruang kepada mereka untuk bernafas. Tidakkah kita berpikir, apakah mereka sudah siap mental untuk dipublikasikan sedemikian rupa? Tidakkah kita berpikir bahwa semua ini adalah anicca, bagaimana jika bulan depan mereka mengatakan bahwa kami memilih menjadi katolik kembali karena ini panggilan jiwa.A
Mungkin di milis ini, aku satu satunya orang yang punya pemikiran yang bertolak belakang. so, sorry jika pendapatku membuat kalian kecewa.
--
Rien ne se cree, rien ne se perd
---------------------------------------------------------------
"Jika kau benar-benar menginginkan sesuatu, segenap alam semesta akan bersatu membantumu mencapainya"
--------------------------------------------------------------- __._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
