MENGHORMATI SEKS DAN TUBUH (1)
Seorang manusia terbentuk dari tubuh dan pikiran. Merupakan hal yang
berbahaya untuk berkomunikasi hanya dengan tubuh kita dan tidak dengan
jiwa kita. Ketika kita saling mencintai, kita ingin menjadi dekat satu
sama lain, akan tetapi apakah itu adalah kedekatan dari jiwa dengan
komunikasi, pengertian, dan berbagi nilai-nilai spiritual? Jika
demikian bersatunya dua tubuh memiliki arti dan menimbulkan
kebahagiaan. Kalau dua tubuh bersatu tanpa bersatunya jiwa, mereka
akan menderita. Jika demikian kita mengatakan bersatunya dua tubuh
sebagai "seks hampa."
Beberapa bagian dari tubuh kita sangatlah suci, seperti puncak kepala
kita. Puncak kepala adalah sebuah altar bagi orang-orang Asia,
khususnya orang Vietnam, dan kita meletakkan benda-benda yang paling
suci di atas altar kita. Ketika kita memasuki sebuah rumah di Vietnam,
meskipun ia sangatlah miskin, di sana selalu ada altar leluhur dengan
buah, bunga, atau dupa. Kita merawat altar tersebut dengan
sungguh-sungguh, ia itu suci. Pada hal yang serupa, ada bagian-bagian
suci dari tubuh kita yang kita tidak ingin siapapun melihat atau
menyentuhnya. Hal ini berlaku untuk pria dan wanita. Kita dapat
menggenggam tangan seseorang atau meletakkan tangan kita pada pundak
seseorang, tetapi kita seharusnya tidak menyentuh area-area suci dari
tubuh. Tubuh kita suci seperti jiwa kita, dan kita tidak dapat berbagi
tubuh kita dengan siapa saja.
Terdapat juga area-area suci di dalam jiwa yang kita tidak ingin
siapapun melihat atau menyentuhnya. Di sana ada pengalaman-pengalaman
dan gambaran yang ingin kita simpan untuk diri kita sendiri. Kita
tidak ingin berbagi hal-hal ini dengan siapa sajakecuali kepada
seseorang yang kita paling yakin, seseorang yang paling kita cintai.
Kita mengeluarkan keyakinan ini dari kedalaman hati kita kepada
beberapa orang sajakemungkinan hanya satu orang. Hanya jika kita
memiliki seorang sahabat yang sungguh-sungguh memahami, kita dapat
berbagi area-area sangat suci dari tubuh dan jiwa kita. Kemudian
bersatunya dua tubuh menjadi bersatunya dua jiwa, dan hal itu adalah
perayaan suci yang dapat menimbulkan kebahagiaan.
Diterjemahkan oleh : Dayapala Pema Lodoe
Diedit oleh : Bhante Dharmavimala
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/