Dalam: 'The Six Paramita: Perfection of the Bodhisattva Path', Master
Sheng Yen bercerita:
"Selama kunjungan saya yg terakhir kepada Master Thich Nhat Hanh di
sentra Dharma-nya, saya melihat bahwa murid-muridnya saling
berpelukan satu sama lain. Saya bertanya apakah Bhiksu [juga]
berpelukan dengan Bhiksuni? Mereka menjawab 'Tidak', Bhiksu memeluk
Bhiksu, Bhiksuni memeluk Bhiksuni'. Saya bertanya lebih
lanjut, 'Mengapa kalian memeluk [orang]?' Mereka menjelaskan
bahwa 'berpelukan' adalah expresi meluaskan perhatian kita kepada
orang lain. Ini semacam bentuk kedekatan, sharing dan
penghiburan. 'Ini yang kita latih'. Setelah mendengar ini, saya
berpikir sendiri 'Mungkin rasanya baik/enak sekali memeluk orang.
Bagaimanapun juga, anak kecil suka dipeluk. Orang dewasa [juga] suka
dipeluk'. Oleh karena itu, saya memeluk sang Master [Thich Nhat Hanh]
untuk mengucapkan selamat tinggal.
Di dalam aturan perilaku monastik Mahayana [Chinese], Bhiksu dan
Bhiksuni secara ketat dilarang memeluk siapapun. Dikatakan bahwa
tindakan ini menunjukkan tanda kemalasan/keenakaan, menurunnya
kerajinan sesorang di dalam berlatih. Walaupun begitu, setelah
dipikir2/direnungkan, saya pikir Thich Nhat Hanh [pasti] memiliki
alasan kuat untuk mengijinkan 'peluk-memeluk' di antara siswa2
monastik-nya. Pada saat seseorang memeluk, mereka memiliki perasaan
sharing, baik dan nyaman. Lagipula ini bagian dari budaya orang
barat. Mungkin karena alasan inilah, beliau memiliki banyak
Bhiksu/Bhiksuni orang barat sedangkan saya memiliki hanya sedikit
[Bhiksu/Bhiksuni] barat"
--- End forwarded message ---
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/