Kemudian dia menghitung, berarti setiap hari setiap org membuang 200 x 3 kali makan = 600 butir nasi. 100 butir beras kira-kira 5 gram. Sehingga kalau dikonversikan berarti setiap hari setiap org membuang 30 gr beras. Kalau org Indonesia ada 200 jt berarti terbuang 30 gr x 200jt = 6.000 jt gr = 6.000 ton beras SETIAP HARI. Iya, satu hari saja sedemikian banyak beras yg terbuang.
Harus diakui saya belajar dari anak SD ini. Saya tidak pernah menyangka dan berpikir tentang pemborosan yang telah kita lakukan setiap harinya. Mungkin perhitungan dan asumsi diatas salah, tapi pesan yang saya tangkap dari cerita diatas adalah jangan memboroskan makanan. Katakanlah tingkat akurasi dari kalkulasi ini hanya 50% saja, itu pun setiap hari kita membuang 3000 Ton beras. Bahkan apabila hanya 10% pun, ternyata angkanya masih besar, 600 Ton beras per hari.
Apakah kita menyadari adanya pemborosan yg sedemikian besarnya ? Apakah selama ini kita termasuk orang yang ikut membuang beras, sementara banyak yg kelaparan karena kekurangan beras ? hanya masing-masing dari kita yang tau persis .
Mungkin ada yang menganggap topik ini kurang atau tidak ada hubungan dengan masalah spiritual. Tapi saya justru ingin mulai berlatih meningkatkan spiritual dari hal-hal kecil seperti ini. Spiritual bisa ditingkatkan melalui kegiatan makan. Mulai dari melatih kemampuan diri untuk menghargai makanan apapun yg diberikan, enak tidak enak semua bisa dinikmati, tidak menyia-nyiakan makanan, makan secukupnya, bersyukur atas apa yang masih dapat kita makan, berterimakasih kepada semua yang telah berkontribusi atas makanan yg kita makan, berbagi makanan dan semua hal yang berhubungan dengan kegiatan makan dan makanan.
Bagaimana dengan anda ? Apakah ini penting untuk latihan meningkatan spiritual anda ?
Wi Tjong
What is the internet to you?
Contribute to the Yahoo! Time Capsule and be a part of internet history. __._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
